Survey: Virtual Meeting Dapat Mengurangi Produktivitas WFH, Jika…

Sebuah survei baru terhadap 10.624 pekerja berpendidikan oleh perusahaan perangkat lunak manajemen produktivitas, Asana, menemukan bahwa semakin banyak karyawan yang mengatakan bahwa rapat yang tidak perlu telah mengurangi produktivitas mereka selama hari kerja.

Vitual-Meeting-WFH

Karyawan menghabiskan 58% hari untuk koordinasi dan rapat, alih-alih berfokus pada pekerjaan yang sesuai dengan skill mereka. Ini berkontribusi pada penurunan produktivitas.

Data Microsoft menunjukkan adanya rapat yang berlebihan. Melihat penggunaan Microsoft Teams, peneliti menemukan bahwa karyawan memiliki tiga puncak produktivitas di ruang kerja hybrid dan jarak jauh: sebelum dan sesudah makan siang, dan antara jam 6 sore dan jam 8 malam.

Puncak yang ketiga ini (antara jam 6 sore dan jam 8 malam) – waktu yang jauh dari gangguan dan rapat yang terus menerus – telah muncul selama setahun terakhir. Ini bisa menjadi bukti bahwa orang lebih mampu fokus setelah hari kerja konvensional.

Fleksibilitas tempat kerja hybrid (jarak jauh) memberi karyawan kebebasan untuk mengoptimalkan jadwal mereka sesuai kebutuhan mereka sendiri, namun manajer masih perlu mengatur alur kerja dan menetapkan target.

Menjadwalkan lebih sedikit pertemuan adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas, menurut temuan Asana.

Agar produktif, rapat jarak jauh harus memiliki tujuan yang jelas yang sejalan dengan tujuan menyeluruh perusahaan, seperti yang ditulis Carrie McKeegan sebelumnya di Inc.com.

Dengan lebih sedikit waktu tatap muka digital yang dihabiskan untuk rapat virtual (di mana 52 persen karyawan akhirnya melakukan banyak tugas), karyawan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan pekerjaan yang produktif.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.