Kutipan Tips Psikolog untuk Menjaga Hubungan Harmonis dalam Rumah Tangga

Share

Menghindari hal-hal negatif yang dapat memancing kemarahan pasangan dalam pernikahan atau rumah tangga memang perlu, seperti perselingkuhan, posesif, curiga dan lain lain.

Read More

Namun, selain menghindari hal-hal yang negatif, untuk mempererat hubungan cinta, Anda juga perlu fokus pada tindakan-tindakan yang positif.

Dikutip dari beberapa psikolog masalah pernikahan, berikut hal hal positif yang bisa Anda lakukan dengan suami / isteri Anda untuk menjaga keharmonisan hubungan dalam pernikahan:

Tips Psikolog untuk Menjaga Hubungan Harmonis dalam Rumah Tangga

Ungkapkan Rasa Terimakasih

Quotes:

”Berterima kasih terhadap pasangan membantu kita untuk mengingat dan memperhatikan hal-hal yang positif dari pasangan kita.” – Sara Algoe, psikolog University of Carolina di Chapel Hill

”Ucapan terima kasih yang difokuskan pada pasangan, akan membuat dia merasa lebih bangga terhadap dirinya sendiri, dan hubungan kita dengan pasangan pun akan semakin kuat.” – Fredrickson, psikolog dan penulis buku

Tampaknya tidak istimewa, tapi mengungkapkan apresiasi Anda pada pasangan berefek seperti ‘booster’, yakni menyuntikkan emosi positif ke dalam hubungan Anda.

Lalu cara mengungkapkannya bagaimana….

Fokus pada Pasangan bukan objeknya

Barbara Fredrickson, psikolog dan penulis buku Positivity menyatakan bahwa ungkapan terima kasih akan lebih efektif jika difokuskan kepada pasangan Anda, misalnya dengan mengatakan,

”Kau memang ahli masak yang luar biasa; kau begitu penuh perhatian, memasakkan makanan ini untukku.”

Hindari memfokuskan ungkapan terima kasih Anda pada objeknya, seperti dalam kalimat,

”Wah, terima kasih untuk makan malamnya; saya tadi benar-benar kelaparan.”

Baca juga: Kutipan kata kata pernikahan

Jangan Lupa Bercanda

Quote:

”Hadirkan humor dan canda dalam hubungan Anda, lewat guyonan-guyonan ringan, atau saling memberi panggilan sayang yang lucu-lucu.” – Dacher Keltner, penulis buku Born to Be Good

Kehidupan rutinitas yang dipenuhi dengat kerja, bayar tagihan, beres-beres rumah, merawat anak, dan sebagainya, akan membuat kita cenderung lupa bercanda.

Banyak orang mengira bahwa berkomunikasi dengan serius adalah cara yang tepat untuk mengatasi masalah dengan pasangan.

Tapi dalam penelitiannya, Keltner justru menemukan bahwa pasangan yang bisa mempertahankan rasa humornya dalam suasana konflik sekalipun, justru lebih mampu menemukan solusi damai dengan baik, dan sesudahnya mereka pun akan merasakan hubungan menjadi lebih dekat.

Tentu saja, kata-kata untuk saling meledek atau menggoda itu tidak boleh menyakitkan dan harus dilontarkan dengan cara yang positif, tidak dengan sikap bermusuhan.

Gunakan signal-signal nonverbal yang bisa meyakinkan pasangan bahwa Anda sedang bercanda, seperti ekspresi muka atau nada suara yang lucu.

Perhatikan Perubahan

Quotes:

”Meski Anda berhenti memperhatikan pasangan Anda, tak berarti bahwa dia berhenti berubah dan berkembang,” – Ellen Langer, psikolog dari Harvard University

”Anda tidak merasakan perubahan pada pasangan Anda karena Anda telah memiliki gambaran tentang dirinya yang terekam dalam benak Anda.” – Ellen Langer

Karena sudah terbiasa bersama dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada pasangan yang telah lama menikah, kita tidak lagi memperhatikan pasangan kita.

Jadi, ambillah waktu untuk diam-diam memperhatikan perubahan-perubahan pada pasangan Anda, tandai perbedaan yang Anda lihat sejak saat terakhir Anda memperhatikannya.

Bisa jadi, perbedaannya hanya pada caranya mengikat dasi, pilihan warna bajunya, atau perubahan pandangan terhadap wanita karir dan politik.

Perubahan-perubahan itu bisa jadi kejutan yang indah yang membahagiakan Anda, sekaligus merekatkan hubungan Anda berdua.

Bangun Imajinasi Positif

Quote:

“Pasangan yang menilai positif pasangannya juga menganggap pasangannya bersikap lebih baik dari kenyataannya.” –  penelitian Paul Miller, Sylvia Niehuis, dan Ted Huston di University of Texas, Austin

Bagi Anda, mengagumi dan membesar-besarkan sifat-sifat positif pasangan mungkin adalah sikap yang tidak realistis.

Tapi kenyataannya, pasangan yang saling mengidolakan ternyata lebih bahagia daripada mereka yang tidak melakukan hal itu.

Jadi, mungkin ada baiknya untuk lebih berkonsentrasi pada sisi baik pasangan Anda.

Siapa tahu, melihat si Dia melalui ”soft lens” yang tidak terlalu fokus bisa memberi imajii yang Iebih indah tentang pasangan Anda.

Dukung Secara Diam-diam

Quotes:

“Bentuk dukungan yang ditunjukkan secara terang-terangan justru menjadi beban buat pasangan Anda karena ia merasa berkewajiban untuk membalasnya sebagai apresiasi atas dukungan Anda itu.” – Niall Bolger, psikolog dari Columbia University

“Bisa-bisa beban tambahan ini justru membuatnya lebih stres!” – Niall Bolger

Salah, kalau Anda mengira bahwa Anda harus selalu menunjukkan dukungan secara eksplisit pada pasangan Anda misalnya dengan memasakkan makanan kesukaannya atau memijat punggungnya saat ia lelah.

Jadi, daripada menunjukkan sikap yang berlebihan, cobalah cari cara yang lebih halus.

Misalnya, dengan mengisi kulkas di rumah dengan makanan dan minuman favoritnya, atau merapikan ruang keluarga yang berantakan.

Sediakan Waktu “Kencan”

Quote:

“Pasangan yang selalu mencari cara untuk meningkatkan sisi positif dalam hubungan mereka, misalnya dengan berbagi pengalaman-pengalaman menyenangkan dan berharga, atau menciptakan cara-cara yang bisa mempererat hubungan dan keintiman, biasanya merasa lebih bahagia dibandingkan pasangan yang hanya fokus pada upaya menghindari terjadinya konflik.” – Emily lmpett, peneIiti di UC Berkeley

Ketika sudah menikah dan sibuk mengurus anak, kita sering lupa meluangkan waktu untuk berduaan saja.

Padahal, kita perlu juga waktu untuk ”berkencan” dengan pasangan.

”Berkencan” dengan pasangan Anda adalah salah satu cara yang dapat Anda coba untuk memperkuat lagi hubungan Anda dengan pasangan.

Perhatikan Diri Sendiri

Quotes:

”Jika Anda sedang melalui masa yang sulit dalam perkawinan, seringkali, cara yang paling efektif untuk menghadapinya adalah dengan memindahkan perhatian Anda dari hubungan itu.” – Susan Biali, penulis buku Your Prescription for Life

”Lupakan haI-hal buruk yang dilakukan pasangan Anda dan fokuslah pada tindakan-tindakan positif untuk hidup Anda sendiri. Perhatikan kebutuhan Anda dan buatlah hidup Anda menjadi lebih memuaskan.” – Susan Biali

”Karena merasa lebih bahagia, Anda akan kembali dengan sikap yang lebih positif terhadap hubungan Anda dan pasangan Anda. Pasangan Anda pun akan memperlakukan Anda dengan cara yang berbeda, tanpa Anda harus melakukan apa pun selain memindahkan energi positif dari diri Anda ke dalam hubungan Anda.” – Susan Biali

 

Jika ada tip yang mengatakan bahwa cara terbaik untuk mempertahankan perkawinan Anda adalah dengan fokus pada pasangan Anda, kenyataannya tidak begitu.

Mencurahkan perhatian pada kehidupan dan kebahagiaan diri Anda sendiri ternyata bisa berdampak positif pada hubungan Anda.

Menurut Biali, strategi ini paling baik digunakan untuk mengubah perkawinan yang penuh pertengkaran menjadi perkawinan yang penuh kebahagiaan.

True Stories Pasangan Menikah

Kebersamaan Ala Backpacker (Windy)

“‘Kehebohan’ kami merencanakan tempat-tempat yang akan kami kunjungi, berfoto di tempat-tempat yang menarik, juga kebingungan membaca peta dan mencari tempat makan, membuat kami lupa pada beratnya ransel pada punggung kami, sekaligus menghilangkan rasa lelah karena naik bis selama 2 x 12 jam.”

“Perjalanan ini juga memperat kebersamaan kami karena selama 10 hari kami benar-benar hanya berdua, jauh dari saudara dan orang-orang yang kami kenal.”

“Kami saling bergantung, saling mengisi, dan saling bantu mencari solusi.”

“Perjalanan kali ini, ala backpacker dengan suami tercinta, jauh lebih berkesan dibandingkan perjalanan langsung dari Jakarta ke Bangkok.”

“Saya dan suami saya menamai Iiburan kami ini sebagai, Perjalanan cinta…”

 

Dinner Romantis berdua (Yuli)

“Dinner berduaan adalah salah satu cara untuk menjaga hubungan kami agar tetap romantis dan harmonis.”

“Biasanya kami melakukan dinner berdua ini saat merayakan ulang tahun pernikahan, anak-anak kami titipkan di rumah mbah uti dan mbah kung-nya.”

“Kami pilih tempat yang romantis dan yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya.”

“Selama dinner itu kami isi dengan ngobrol-ngobrol. Kesannya memang biasa, tapi buat kami, itu luar biasa! Kenapa? Karena jarang sekali kami bisa ngobrol berdua, tanpa gangguan anak-anak.”

“Sebenarnya enggak hanya dinner berdua. Apa pun kegiatannya, kalau dikerjakan bersama, walaupun ada anak-anak, bisa menjaga keharmonisan suami-istri juga kok!”

“Kadang-kadang kami pergi ke pasar tradisional berdua, atau masak bareng. Menyenangkan juga!”

Demikian tips menjaga hubungan harmonis dalam rumah tangga yang dikutip dari berbagai sumber psikolog. Semoga bermanfaat bagi Anda yang sudah menikah ataupun yang baru akan menikah.

(Sumber Nirmala)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *