3 Lapis Pertahanan yang Perlu dilakukan untuk Melawan Corona (versi penulis)

  • Whatsapp
Tips-mencegah-corona

Sebelumnya mohon maaf, saya membuat pengandaian cara menyerang virus Corona dengan analogi catur, bukan bermaksud bercanda, apalagi menganggap corona sesuatu yang main-main atau tidak serius.

Namun ini untuk memudahkan untuk menjelaskan apa yang ada dalam pikiran saya mengenai cara kita bertahan untuk mencegah terjangkit Corona.

Dalam permainan catur, tentu ada pion, perwira, perdana menteri dan raja. Setiap orang yang ingin menang tentu harus melewati pertahanan lawan terlebih dulu.  

Lapisan pertahanan lawan bisa terdiri dari pion atau prajurit, perwira, menteri lalu pertahanan inti adalah raja.

Perumpamaan catur ini akan saya gunakan untuk menjelaskan langkah mencegah Corona menurut versi yang saya lakukan dan beberapa saya ambil dari sumber terpercaya yang saya sesuaikan dengan kebiasaan saya selama menjalani PSBB.

Dari perkembangan penelitian ahli kesehatan saat ini, Virus corona akan masuk ke tubuh melalui mulut, hidung dan mata.

Proses menularnya virus Corona dimulai dari masuknya virus dari bagian muka melalui mulut, hidung atau mata kemudian virus akan mengendap sementara waktu di tenggorokan.

Setelah itu virus akan masuk ke dalam tubuh (paru-paru) melalui tenggorokan ini.

Saat virus masuk ke paru-paru sel-sel imunitas tubuh akan berperang dengan virus Corona untuk mempertahankan fungsi tubuh agar tetap normal (sumber klik di sini).

Melihat tahapan masuknya virus ada 3 lapis pertahanan versi saya yang perlu dipersiapkan setiap hari agar terhindar dari Corona (Insya Allah).

1. Mencegah masuknya Corona ke dalam Tubuh

Proses pertahanan pertama adalah jangan sampai virus ini berhasil masuk ke dalam tubuh.

Ibarat catur, ini adalah area pertahanan terdepan seseorang, seperti layaknya pion dan perwira dalam catur.  Berbagai cara dilakukan untuk mencegah masuknya virus Corona ke dalam daerah pertahanan (tubuh).

Beberapa di antaranya adalah seperti anjuran memakai masker saat ke luar rumah, jaga jarak dengan orang sekitar serta tidak sembarang menyentuh benda-benda yang mungkin juga disentuh banyak orang. 

Kalaupun terpaksa menyentuh benda atau tidak sengaja menyentuh orang, perlu membersihkan anggota badan yang tersentuh seperti dengan cuci tangan menggunakan sabun, penyemprotan desinfektan, dll.

Baca juga cara tetap bahagia saat pandemi covid-19.

2. Mencegah Corona Menyerang Paru Paru

Adakalanya seseorang lupa bahwa dia sedang dalam usaha mencegah masuknya virus Corona ke dalam tubuh.

Lupa ini merupakan hal manusiawi menurut saya. Misalnya saya lupa untuk tidak menyentuh muka (karena gatal), padahal saya baru saja memegang gagang pintu toilet di kantor.

Lalu yang terjadi selanjutnya, ada pertanyaan apakah virus sudah masuk ke dalam tubuh ?

Sementara saya juga baru sempat bersih-bersih dengan sabun secara menyeluruh saat sudah berada di rumah, yang tentunya sudah ada jeda waktu semenjak muka saya tersentuh tangan.

Apa yang bisa dilakukan?

Yang bisa dilakukan adalah berasumsi yang terburuk, bahwa bisa saja virus sudah masuk ke tubuh, meski tidak ada gejala. Anggap virus masih berada di tenggorokan. 

Kalau dalam catur artinya pertahanan saya (tubuh) sedang mendapat percobaan serangan atau incaran musuh (namun belum benar-benar diserang).

Dari beberapa artikel yang saya baca dan beberapa tips versi sosial media, selama belum ada gejala, seseorang bisa melakukan hal berikut ini untuk meningkatkan imunitas tubuh:

  • Mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandungan vitamin C dosis tinggi (lemon, jeruk, jambu biji, buah berry, dll). Karena lemon dan buah berry harganya cukup mahal, saya pilih yang paling murah, jus jambu. Selain makanan sumber vitamin C asupan makanan yang mengandung banyak vitamin A dan E yang katanya sebagai sumber antioksidan juga perlu ditambah.
  • Berjemur matahari di pagi hari, 10-15 menit, sambil memberi makan kura-kura peliharaan (versi saya).
  • Berolahraga ringan seperti jalan dan senam yang bisa melatih mengembangkan sistem pernafasan dan membuat rileks.
  • Mengkonsumsi ramuan herbal yang bersifat sebagai antivirus dan anti bakteri. Kalau saya pribadi saya mengkonsumsi herbal buatan sendiri yang mengandung (jahe, kunyit, bawang putih, lobak, dll). Perhatikan juga jika Anda ada pantangan seperti jika lagi hamil, dll. Ramuan herbal ini bisa dikonsumsi setelah beraktifitas (diminum malam hari) dan sebelum beraktifitas (diminum pagi hari). Silahkan konsultasikan juga ke dokter jika diperlukan.
  • Menjaga pola pikir, pola istirahat dan pola makan yang sehat.

Sebagai catatan ini dilakukan selama tidak ada gejala Corona. Jika ada gejala konsultasikan ke dokter.

3. Mempertahankan diri jika terjadi Gejala

Setelah lingkungan, tubuh saya adalah wilayah pertahanan (inti) yang perlu dijaga. Jika ternyata terjadi gejala pada diri seseorang seperti demam, batuk kering, bersin segera periksakan diri ke dokter. 

Semoga Allah melindungi kita semua (semoga termasuk orang-orang yang diridhai oleh-Nya) jangan sampai timbul gejala atau terjangkiti. Namun jika terjangkiti jangan sampai seseorang berkecil hati apalagi sampai hilang kesabaran dan tidak tenang. 

Yang perlu dilakukan selain pengobatan dokter yaitu jangan lupa untuk tetap menjaga pola hidup sehat dan tetap tenang. Konsultasikan juga pada dokter jika boleh mengkonsumsi herbal atau tidak.

Ingat sebagian besar penderita Covid-19 dapat sembuh dengan gejala yang ringan. Namun agar segera pulih, jaga pikiran dengan memikirkan hal-hal yang menenangkan, dukung langkah pengobatan yang dilakukan serta lakukan tindakan yang bisa membantu mencegah agar virus ini tidak menyebar. Selanjutnya serahkan semuanya pada Allah SWT.

Jangan lupa untuk senantiasa berdzikir dan berdoa karena hanya Allah SWT yang tau apa yang terbaik untuk kita dan hanya Dia yang dapat membuat seseorang menjadi sakit atau pun sembuh. Insya Allah tulisan di atas bisa bermanfaat ya.

Edwin
  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *