Inilah Kekayaan Stefan Quandt, Pewaris Perusahaan Raksasa BMW

By |

BMW merupakan salah satu merk otomotif yang cukup mendominasi pasar di dunia. Secara umum, hampir semua orang mengetahui perusahaan otomotif yang satu ini.

Namun, tahukah Anda siapa orang yang beruntung memiliki perusahaan besar ini? Dialah Stefan Quandt yang merupakan pewaris dari keluarga Quandt super kaya raya.

Keluarga Stefan Quandt memegang hampir separuh saham perusahaan BMW ini yaitu sekitar 46%. Dengan kepemilikan saham yang demikian besar, tidak mengherankan jika pundi-pundi uang terus mengalir ke kantong keluarga yang satu ini.

Dari saham 46%, Stefan Quandt sendiri memiliki 25,83% saham karena sisanya miliki saudara perempuannya yang bernama Susanne Klatten dan ibunya Johanna Quandt.

Baca juga: Kisah Inspirasi John Collison Pebisnis Sederhana Kaya Raya

Nilai saham yang cukup besar tersebut menjadi sumber kekayaan utama Stefan Quandt. Tercatat pada tahun 2018, kekayaan Stefan mencapai US$ 17,2 atau setara dengan Rp 244,2 triliun.

Stefan menerima nilai yang sangat fantastis dari perusahaan BMW pada tahun 2018 yakni sekitar US$ 700 juta atau sekitar Rp 9,8 triliun.

Selain dari BMW, Stefan juga memiliki sumber kekayaan yang lainnya. Seperti yang pernah diberitakan, Stefan Quandt merupakan pebisnis yang cukup handal.

Saat ini, Ia juga menjabat sebagai salah satu anggota dewan di Dresdner Bank AG dan Gerling Konzern Allgemeine Versicherungs AG. Kedua perusahaan ini juga masih merupakan perusahaan keluarganya.

Stefan juga memiliki 18,3% saham di Gemplus International. Perusahaan ini bergerak di bidang pengadaan jasa keamanan digital. Di sini, Stefan bekerja sama dengan ibunya untuk menanamkan saham.

Selain itu, Stefan juga memiliki bisnis pribadi yang bergerak di bidang kesehatan yaitu pengadaan alat-alat kesehatan yang bernama Rofin, Inc dan juga sebuah perusahaan yang mendistribusikan alat therapy radiasi yang bernama LaserFare, Inc.

Stefan Quandt pernah bersekolah di University of Karlsruhe, Jerman pada tahun 1987 dan lulus dari jurusan teknik di sekolah tersebut pada tahun 1993.

Ia sempat bekerja di beberapa perusahaan sebelum akhirnya memfokuskan diri mengurus BMW.

Sumber gambar: Forbes

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *