Mengenal Psikologi Anak dari Bayi, Remaja, Hingga Dewasa

By | November 22, 2018

Menjalankan peran sebagai orang tua terkadang membuat beberapa pasangan merasa bingung.Terlebih lagi bagi pasangan baru yang mana posisinya sebagai orang tua bisa dibilang masih pemula.

Tumbuh kembang anak menjadi salah satu hal yang cukup krusial dan menjadi tantangan tersendiri.Untuk menyikapi tantangan tersebut, orang tua perlu mengenal perkembangan psikologi anak dari bayi hingga dewasa.

Psikologi anak merupakan hal yang mencakup perubahan mental pada anak mulai dari anak tersebut lahir hingga tumbuh menjadi remaja dan dewasa. Contohnya saja, anak usia 4 tahun memiliki tingkah laku yang berbeda dengan anak usia 10 tahun.

Anak yang memasuki masa remaja pun memiliki tingkah laku yang berbeda.

Semua hal tersebut terjadi karena pengalaman anak yang semakin bertambah.Bertambahnya pengalaman anak akan mempengaruhi faktor biologis sehingga berdampak pada perubahan tingkah laku.

Pengertian Psikologi Anak

Psikologi anak merupakan salah satu cabang ilmu tentang perkembangan serta perubahan baik perilaku, mental, ataupun perubahan pada jasmani manusia sejak terbentuknya manusia dalam proses pembuahan hingga menjelang kematian.

Ilmu ini dapat dipelajari oleh setiap orang untuk dapat menjadi orang tua yang lebih mengerti akan perkembangan anak-anaknya.

Sebagai salah satu ilmu yang mempelajari perubahan tingkah laku manusia sejak lahir hingga mati, maka psikologi anak juga mempelajari proses berpikir anak-anak. Proses berpikir masing-masing tahapan usia manusia berbeda- beda.

Seiring dengan bertambahnya usia, maka proses berpikir pun akan berkembang.

Perkembangan proses berpikir pada manusia akhirnya membuat kepribadian seseorang menjadi mengalami perkembangan. Perkembangan kepribadian fisik, psikologis, maupun perkembangan mental juga bisa dipengaruhi oleh faktor dari luar.

Sebagai orang tua yang baik, maka sangat penting untuk mempelajari perkembangan psikologi anak pada masing-masing tahapan usia.

Jika orang tua paham dengan perkembangan tahapan psikologi anak, maka orang tua tidak akan serta merta untuk menyalahkan anak ketika anak berbuat sesuatu yang berbeda.

Berikut beberapa tahapan perkembangan psikologi anak berdasarkan tahapan usianya mulai dari perkembangan fisik, psikologis, maupun pendidikan.

Tahapan-tahapan Perkembangan Psikologi Anak

Fase perkembangan anak sebenarnya merupakan salah satu hal yang menarik untuk dipelajari oleh setiap orang tua.Terdapat rasa takjub atau bangga tersendiri ketika menemukan anak mulai dapat merangkak, berjalan, ataupun berbicara.

Seluruh tahapan yang dicapai anak akan terus berkembang hingga mereka dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Proses ini tentu saja tidak lepas dari bantuan orang tua.

Mungkin orang tua akan merasa bingung bagaimana dan apa yang harus dilakukan agar anak dapat menjadi pribadi yang sopan dan ramah kepada orang lain.

Kemudian, hal yang paling dikhawatirkan oleh orang tua adalah pengaruh negatif dari luar dan serta merta ingin mengurung anak agar tidak terpengaruh akan hal tersebut. Ingat, ini bukan sebuah solusi.

Jika Anda merupakan salah satu orang tua yang mengalami dilema akan hal tersebut, Anda tidak perlu khawatir. Itu merupakan hal yang wajar karena setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya.

Anda bisa belajar tentang tahapan perkembangan psikologi anak dari Erik Erikson yang merupakan seorang ahli psikologis.

Psikologi Anak Balita

Psikologi Anak Balita

Tahap 0-1 tahun

Tahapan ini disebut dengan tahapan bayi.Dalam tahapan ini, orang tua harus paham bahwa kegiatan bayi tidak hanya terikat pada kegiatan mulut saja.Bayi mengalami tahapan memasukkan dari semua indranya.

Sebagian besar waktunya akan digunakan untuk makan dan buang kotoran serta tidur.

Ketika seorang bayi menyadari bahwa ibu mereka memberikan makan dengan teratur, maka perasaan kepercayaan akan muncul.

Sebaliknya, jika suatu kali ibu memberikan makanan dengan tidak teratur, maka bayi akan mengalami rasa lapar dan ketidaknyamanan dan akan mempengaruhi egonya.

Dari hal yang menyenangkan serta tidak menyenangkan, bayi akan mulai belajar bahwa akan ada perubahan dari fase yang tidak menyenangkan menjadi menyenangkan.

Tahapan 1-3 tahun

Tahapan ini dikenal dengan tahapan anak-anak atau batita. Pada tahapan ini, anak akan mulai belajar melempar, memegang serta mengontrol tubuh dengan lingkungan yang bersih. Anak akan berhadapan dengan mengontrol diri untuk menerima orang lain di sekitarnya.

Krisis malu dan ragu-ragu akan terjadi pada fase ini. Komunikasi yang berhasil akan membuat anak-anak paham dengan sesuatu yang benar dan salah sehingga anak bisa mengerti tentang sifat bijaksana.

Jika sifat ini sudah ada, maka ia akan tumbuh dengan lebih baik dan mampu berinteraksi dengan penuh percaya diri.

Tahapan 3-6 tahun

Tahapan anak dengan usia ini dikenal dengan tahapan bermain. Ini merupakan tahapan yang paling menyenangkan bagi anak-anak.

Anak-anak akan mulai mengembangkan gerakan tubuh, mengembangkan ketrampilan berbahasa, rasa ingin tahu dan imajinasinya menjadi lebih besar, dan lain-lain.

Aktifitas bermain pada tahapan ini juga tidak lepas dengan tujuan yang ingin mereka capai. Contohnya saja mengajak ayah dan ibunya bermain, bermain di luar rumah ataupun ingin bergerak dengan lebih leluasa.

Tahapan ini dipenuhi dengan fantasi.

Baca juga: Ketahui perkembangan psikologi anak balita dan cara mendidiknya

Psikologi Anak SD

Psikologi Anak SD

Tahapan 6-12 tahun

Tahapan ini dikenal dengan tahapan sekolah.Kini, dunia sosial anak harus keluar dari dunia keluarga. Anak akan bergaul dengan teman sebaya, guru, dan orang dewasa lain. Rasa ingin tahu anak pun menjadi lebih kuat.

Pada tahapan ini, krisis psikososial dapat terjadi karena banyaknya tantangan yang harus dihadapi seperti aturan di sekolah dan lain-lain. Dengan bimbingan dari orang tua, anak akan mampu melewati tahapan ini dengan baik.

Psikologi anak Remaja

Psikologi Anak Remaja

Tahapan 12-20 tahun

Tahapan ini dikenal dengan tahapan remaja.Usia remaja akan mengalami pubertas dan perkembangan yang akan terjadi adalah pencarian ego atau jati dirinya. Kekuatan yang muncul pada tahapan ini adalah krisis identitas.Maka, orang tua harus senantiasa menjadi teman terbaik bagi anak-anaknya.

Baca juga : Kata kata nasehat dalam mengasuh anak

Psikologi Dewasa

Psikologi Dewasa

20-30 tahun

Tahapan ini dikenal dengan masa dewasa awal.Masa dewasa awal ditandai dengan perkembangan psikoseksual atau perkelaminan.

Dalam tahapan ini, keakraban akan mampu menyatukan identitas diri seseorang dengan identitas orang lain tanpa harus kehilangan identitas diri yang sebenarnya. Seseorang akan mampu mempertahankan cinta, ikatan kerja, serta persahabatan dalam tahapan dewasa awal.

30-65 tahun

Ini disebut dengan fase dewasa.Fase dewasa ditandai dengan berkembangnya seseorang untuk mampu menempatkan diri mereka di lingkungan masyarakat dan mampu bertanggung jawab.

Kepedulian terhadap orang lain akan muncul. Ego dari orang dewasa juga akan menimbulkan sebuah kepedulian, namun juga bisa menimbulkan suatu otoritisme atau pemaksaan.

Lebih dari 65 tahun

Tahapan terakhir dari perkembangan psikologi manusia adalah di tahap ini. Tahapan tua adalah sesuatu yang pasti akan dilalui oleh setiap manusia. Dalam hal ini, seseorang sudah tidak akan lagi menghasilkan keturunan.

Tahapan terakhir ini akan ditandai oleh adanya kemunduran fisik dikarenakan usia yang sudah lanjut seperti melemahnya pendengaran ataupun penglihatan.

Tahapan ini memberikan seseorang pengalaman tentang makna dari kehidupan dan tidak lagi mementingkan urusan duniawi saja.

Ke delapan tahapan psikologi anak di atas bisa menjadi salah satu pegangan setiap orang tua dalam merawat anak-anaknya hingga tumbuh menjadi seseorang yang santun dan memiliki pribadi yang baik.

(Ika Pratiwi)

Images : Pixabay.com

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *