Ketahui Perkembangan Psikologi Anak Balita dan Cara Mendidiknya

By |

Anak adalah anugerah yang dititipkan oleh Tuhan kepada setiap orang tua. Karenanya, sebagai orang tua Anda wajib untuk merawat serta mendidiknya hingga dewasa. Namun, mendidik anak bukanlah perkara mudah.

Anda harus bisa mengajarinya dengan benar sedari lahir, agar anak menjadi manusia yang berkualitas. Adapun perkembangan psikologi balita (0-5 tahun) dan cara mendidiknya dianggap sebagai momen terpenting untuk membentuk karakter anak saat dewasa nanti.

Memang banyak orang tua yang merasa khawatir dengan tumbuh kembang anaknya. Terutama bagi anak usia dini. Kendala utama para orang tua adalah masalah komunikasi, sebab anak usia balita cenderung belum bisa menjelaskan situasi maupun keadaan secara rinci.

Selama Anda mengerti karakter anak dan selalu terlibat dalam proses tumbuh kembangnya, pasti masalah ini akan cepat teratasi.

Perkembangan Psikologi Anak usia Dini dan Cara Mendidiknya

psikologi anak usia dini

Sebagai orang tua, memperhatikan tahap perkembangan anak usia dini sangat penting. Berikut ini langkah mendidik anak balita yang tepat.

Bayi Usia 0 – 6 Bulan

Bayi yang baru lahir mempunyai pandangan kabur dan belum bisa membedakan warna. Seiring berjalannya waktu, ia dapat melihat dengan jelas wajah kedua orang tuanya.

Nah, di usia 3 – 4 bulan, bayi sudah bisa menganalisa wajah orang lain selain kedua orang tuanya. Selain itu, ia juga mulai merespon dengan senyuman maupun ocehan kecil.

Pada tahap ini Anda disarankan untuk selalu mendampingi bayi. Anda bisa mengajaknya berbicara dan melihat bagaimana reaksinya. Masa-masa ini adalah tahap yang penting untuk mengecek indera pada anak.

Cobalah untuk memancing indera pendengaran dengan memainkan benda yang berbunyi nyaring, jika anak menoleh ke benda tersebut, berarti indera pendengarannya berjalan dengan baik.

Untuk indera penglihatan sendiri Anda bisa coba memainkan benda-benda menarik di hadapannya. Umumnya anak di usia ini bisa mengikuti gerakan dari benda yang dimainkan oleh orang-orang sekitarnya.

Anda juga bisa menelungkupkannya sesekali untuk melatih saraf anak dengan mendongakkan kepala.

Untuk Bayi Umur 6-12 Bulan

Anak usia 6-12 bulan sudah mengalami perkembangan cukup pesat. Baik dari segi kognitif maupun motoriknya.

Ia sudah mulai belajar merangkak, merambat dan sesekali mencoba berdiri. Ia juga bisa mengambil mainannya sendiri yang jaraknya cukup jauh. Responnya pada usia ini semakin ekspresif dengan tawa, teriakan maupun tangisan.

Anda harus mulai waspada pada perkembangan anak yang semakin aktif. Awasi setiap gerakan mereka dan pastikan jangan sampai melakukan hal-hal yang dapat membahayakan dirinya.

Jauhkan benda-benda tajam atau yang mengandung aliran listrik. Anak akan memahami setiap kata yang Anda bicarakan, ia pun sesekali bisa mengucapkan beberapa patah kata.

Sebaiknya mulai jelaskan pada anak di usia ini apa saja yang boleh dimainkan atau tidak. Sebab, anak belum bisa membedakan mana yang baik dan buruk, sehingga perlu bimbingan Anda sebagai orang tua.

Tumbuhkan pula rasa sosialisasinya dengan mengajaknya bermain bersama orang-orang terdekat.

Anak Usia 1 Tahun Ke Atas

Umumnya perkembangan anak di usia ini sudah semakin kompleks. Ia sudah bisa berjalan dengan cukup baik dan mengerti nama benda-benda yang ada di sekitarnya. Perihal reaksinya, ia juga sudah bisa merasa malu maupun ketakutan.

Sangat penting adanya untuk mengenalkan orang-orang di sekitar Anda kepadanya, supaya anak tidak merasa ketakutan. Misalnya saja tunjukkan siapa kakek-neneknya, tante omnya, tetangga terdekat, dan sebagainya.

Anda bisa mengetes perkembangan kognitif anak dengan menunjuk sebuah benda, lalu mintalah sang anak mengambil benda tersebut. Anda harus menyebutkan nama-nama benda dengan benar, bukan dibuat-buat dengan bahasa bayi, supaya anak tidak salah persepsi.

Lalu koreksilah dengan lembut bila anak salah mengambil benda yang Anda maksud. Jangan emosi atau melakukan kekerasan seperti mencubit, setiap anak melakukan kesalahan.

Baca juga: Cara mendidik Anak Usia SD

Anak Usia 2 – 3 Tahun Ke Atas

Usia 2 – 3 tahun merupakan masa-masa dimana anak akan menirukan kegiatan orang-orang di sekitar, terutama orang tuanya.

Mereka juga sudah berbicara dengan susunan kata yang banyak meskipun kurang terstruktur. Kecerdasan pun meningkat sebab mereka bisa membedakan warna dan mulai mengerti penjumlahan.

Di sini Anda perlu berhati-hati melakukan setiap kegiatan sehari-hari.Jangan sampai anak meniru kebiasaan buruk orang tua mereka.

Pastikan juga untuk mulai mengajarinya mengenal huruf-huruf dan menggambar. Sediakan pula buku cerita untuk dibacakan kepada anak, yang berguna memacu nalarnya dalam memahami sebuah cerita dan mengajarkan pembelajaran yang dapat diambil dari kisah tersebut.

Baca juga: Mengenal Perkembangan Psikologi Anak

Anak Usia 4 – 5 Tahun

Pada usia ini, anak sudah mengenal sosialisasi dengan teman-teman sebaya mereka. Mereka akan sangat senang bermain di luar rumah.

Tata bahasa juga sudah terstruktur, sehingga Anda bisa lebih memahami apa yang mereka rasakan. Umumnya, para orang tua juga sudah mulai memasukkan anak mereka ke Taman Kanan-Kanak (TK).

Bila anak sudah mulai terbiasa di sekolahnya (TK), Anda bisa mulai meninggalkannya di sekolah bersama guru dan teman-temannya. Ketika tiba waktu pulang sekolah, anak Anda bisa dijemput lagi. Jangan lupa juga untuk menjaga komunikasi dengan guru TK untuk mengetahui perkembangan anak di sekolahnya.

Selalu tanyakan apa yang dia alami di sekolah, untuk mengetahui bagaimana perasaannya. Komunikasi antara anak dan orang tua sangatlah penting. Ajari juga anak tentang etika dan sikap sopan santun dalam bergaul. Karena pada usia ini, anak mulai bisa membedakan mana yang benar dan salah.

Tegur dengan baik bila anak melakukan kesalahan dan jelaskan mengapa hal itu salah. Kemudian contohkan perbuatan yang benar, supaya anak tidak kebingungan dengan sikap mereka.

Manfaatkan setiap waktu Anda untuk anak, berikanlah perhatian secara penuh supaya mereka merasa tenang dan terlindungi.

Perkembangan psikologi dan cara mendidik anak usia balita memang paling kompleks, oleh karena itu orang tua harus mengerti kiat-kiat jitunya.

Masa kecil anak untuk pembentukan karakter tak dapat terulang. Sehingga Anda wajib memastikan bahwa mereka tumbuh dalam didikan yang bermutu dari kedua orang tuanya.

(Ika Pratiwi)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *