Fatwa MUI tentang Cara Sholat Idul Fitri di Rumah saat Pandemi Corona

  • Whatsapp

Sholat Idul Fitri menjadi salah satu hal yang menjadi bagian yang hampir selalu kami lakukan sekeluarga setelah melalui bulan Ramadhan dengan berbagai macam kegiatan ibadah terutama puasa selama satu bulan.

panduan-sholat-idul-fitri

Biasanya saya dan keluarga melakukan sholat Idul Fitri di lingkungan mesjid dekat rumah kami yang berjarak kurang lebih 1km. Waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri pun biasanya hampir sama tiap tahun selalu diselenggrakan saat mendekati pukul 7 pagi.

Hari ini, saat artikel ini dibuat tanggal 18 Mei 2020, rencananya berdasarkan perkiraan kalendar pemerintah, Idul Fitri akan jatuh pada hari Sabtu tanggal 23 Mei 2020. Hari ini di tempat saya di Cilandak Barat, Jakarta Selatan masih merupakan kawasan PSBB yang diberlakukan pemerintah DKI sampai tanggal 22 Mei 2020. 

Namun menurut kabar yang saya googling di Internet waktu PSBB akibat pandemi Corona ini kemungkinan besar akan kembali diperpanjang. Jadi hampir dapat dipastikan Insya Allah sholat Idul Fitri mengikuti saran MUI yaitu di rumah saja.

Biasanya saya dalam melaksanakan sholat Idul Fitri mengikuti gerakan imam sholat dan bacaan yang diingatkan sesaat sebelum sholat. 

Namun karena rencananya akan sholat di rumah, maka mau tidak mau saya pun mencoba mencari tau bagaimana tata cara sholat Idul Fitri di rumah.

Sambil belajar tentang tata cara sholat, sekalian saya tulis dan bagikan apa yang perlu diketahui (menurut sumber MUI dan sumber lain) saat ingin melaksaan sholat idul fitri ini.

Waktu Pelaksanaan Shalat Idul Fitri

Kalau mengikuti kebiasaan setiap tahun, di Jakarta, terutama di mesjid tempat saya sholat, biasanya sholat Idul Fitri dilaksanakan sekitar pukul 7 pagi. Biasanya takbir pun sudah berkumandang sejak selesainya sholat shubuh.

Lalu, mulai dari jam berapa dan sampai jam berapa sih periode waktu untuk sholat Ied?

Setelah mencari tahu berbagai sumber mengenai kapan batas waktu pelaksanaan sholat Ied bisa dilakukan, saya mendapatkan waktu nya yaitu sejak terbit matahari (diutamakan saat matahari mulai naik) sampai menjelang masuknya sholat zuhur atau matahari akan condong ke arah barat.

Jadi, kalau lihat kebiasaan setiap tahun, waktu pelaksaan sholat Ied yang diutamakan adalah sekitar jam 7 pagi. Namun Anda masih diberi batasan untuk melaksanakannya sampai sebelum masuk Zuhur.

Sumbernya klik di sini.

Selanjutnya, berikut ini panduan pelaksanaan sholat Idul Fitri di rumah sesuai Fatwa MUI tanggal 13 Mei 2020.

I. Ketentuan Hukum Sholat Idul Fitri

1. Sholat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah yang menjadi salah satu syi’ar keagamaan (syi’ar min sya’air al-Islam ). Sunnah muakkad adalah sunnah yang sangat dianjurkan untuk melakukannya.

2. Sholat Idul Fitri disunnahkan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak, sedang di kediaman maupun sedang bepergian (musafir), secara berjamaah maupun secara sendiri.

3. Sholat Idul Fitri sangat disunnahkan untuk dilaksanakan secara berjama’ah di tanah lapang, masjid, mushalla dan tempat lainnya.

4. Sholat Idul Fitri berjamaah boleh dilaksanakan di rumah.

5. Pada malam Idul Fitri, umat Islam disunnahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, tasbih, serta aktifitas ibadah. Shalat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah yang menjadi salah satu syi’ar keagamaan (syi’ar min sya’air al-Islam).

II. Ketentuan Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Kawasan COVID-19

1. Jika umat Islam berada di kawasan COVID-19 yang sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktifitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah, maka shalat Idul Fitri dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushalla, atau tempat lain.

2. Jika umat Islam berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas COVID-19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena COVID-19, dan tidak ada keluar masuk orang), shalat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang/masjid/mushalla/tempat lain.

3. Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama jika ia berada di kawasan penyebaran COVID-19 yang belum terkendali.

4. Pelaksanaan shalat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan.

III. Panduan Kaifiat Sholat Idul Fitri berjamaah

Kaifiat sholat Idul Fitri secara berjamaah adalah sebagai berikut:

1. Sebelum shalat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

2. Shalat dimulai dengan menyeru “ash-shalâta jâmi‘ah”, tanpa azan dan iqamah.

3. Memulai dengan niat shalat Idul Fitri, yang jika dilafalkan berbunyi;

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لله تعالى

“Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

4. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر) sambil mengangkat kedua tangan.

5. Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

6. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

7. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.

8. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ.

9. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Al-Quran.

10. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

11. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

IV. Panduan Kaifiat Khutbah Idul Fitri

1. Khutbah ‘Id hukumnya sunnah yang merupakan kesempuranaan shalat idul fitri.

2. Khutbah ‘Id dilaksanakan dengan dua khutbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

3. Khutbah pertama dimulai dengan takbir sebanyak sembilan kali, sedangkan pada khutbah kedua dimulai dengan takbir tujuh kali.

4. Khutbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Membaca takbir sebanyak sembilan kali.
  • Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله
  • Membaca shalawat nabi Saw., antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد
  • Berwasiat tentang takwa.
  • Membaca ayat Al-Qur’an.

5. Khutbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Membaca takbir sebanyak tujuh kali.
  • Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله
  • Membaca shalawat nabi saw, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد
  • Berwasiat tentang takwa.
  • Mendoakan kaum muslimin.

V. Ketentuan Sholat Idul Fitri Di Rumah

1. Shalat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri.

2. Jika shalat Idul fitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut:

  • Jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum.
  • Kaifiat shalatnya mengikuti ketentuan angka III (Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah) dalam fatwa ini.
  • Usai shalat Id, khatib melaksanakan khutbah dengan mengikuti ketentuan angka IV dalam fatwa ini.
  • Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan shalat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka shalat Idul Fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.

3. Jika shalat Idul Fitri dilaksanakan secara sendiri (munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut:

  • Berniat niat shalat Idul Fitri secara sendiri.
  • Dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr).
  • Tata cara pelaksanaannya mengacu pada angka III ( Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah) dalam fatwa ini.
  • Tidak ada khutbah.

VI. Panduan Takbir Idul Fitri

1. Setiap muslim dalam kondisi apapun disunnahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, tahlil menyeru keagungan Allah SWT.

2. Waktu pelaksanaan takbir mulai dari tenggelamnya matahari di akhir ramadhan hingga jelang dilaksanakannya shalat Idul Fitri.

3. Disunnahkan membaca takbir di rumah, di masjid, di pasar, di kendaraan, di jalan, di rumah sakit, di kantor, dan di tempat-tempat umum sebagai syiar keagamaan.

4. Pelaksanaan takbir bisa dilaksanakan sendiri atau bersama-sama, dengan cara jahr (suara keras) atau sirr (pelan).

5. Dalam situasi pandemi yang belum terkendali, takbir bisa dilaksanakan di rumah, di masjid oleh pengurus takmir, di jalan oleh petugas atau jamaah secara terbatas, dan juga melalui media televisi, radio, media sosial, dan media digital lainnya.

6. Umat Islam, pemerintah, dan masyarakat perlu menggemakan takbir, tahmid, dan tahlil saat malam Idul Fitri sebagai tanda syukur sekaligus doa agar wabah COVID-19 segera diangkat oleh Allah SWT.

VII. Amaliah Sunnah Idul Fitri

Pada hari Idul Fitri disunnahkan beberapa amaliah sebagai berikut:

1. Mandi dan memotong kuku

2. Memakai pakaian terbaik dan wangi-wangian

3. Makan sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri

4. Mengumandangkan takbir hingga menjelang shalat.

5. Melewati jalan yang berbeda antara pergi dan pulang

6. Saling mengucapkan selamat (tahniah al-id) antara lain dengan mengucapkan

تقبل الله منا و منكم

Sumber: Fatwa Panduan Shalat Idul Fitri saat Pandemi MUI

Edwin
  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *