Jahe: Manfaat, Jenis Serta Cara Mengolahnya untuk Kesehatan

  • Whatsapp

Bismillahirrahmanirrahim – “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Jahe atau memiliki nama latin Zingiber officinale merupakan rimpang tanaman yang biasa digunakan sebagai obat herbal, obat antimuntah dalam perjalanan, minuman penyegar atau pun biasa digunakan sebagai bumbu masak. 

Manfaat Jahe untuk Kesehatan

Saat tulisan ini dibuat (Feb 2021), jahe lagi banyak dicari orang karena dipercaya (menurut ilmu kedokteran) kandungannya (termasuk minyak atsiri)  dapat meningkatkan imunitas tubuh. 

Banyak cara untuk mengolah jahe agar dapat dikonsumsi. Ada yang langsung dikupas rimpangnya dan dimasukkan ke dalam makanan, dijadikan acar atau manisan, direbus, dijadikan bubuk kapsul, sebagai jamu, atau dijus langsung dengan campuran cuka apel dan madu.

Rimpang muda berkulit tipis, tidak berserat (seratnya masih lunak), dagingnya empuk (kalau digigit renyah), berwarna kemerahan dan rasanya kurang pedas. Jahe muda ini biasa digunakan untuk acar. 

Rimpang tua berkulit tebal, dagingnya berserat, berwarna putih kekuningan, tetapi kandungan minyak atsirinya tinggi sehingga terasa pedas menyengat. 

Jenis Jenis Jahe

Ada tiga jenis jahe yang banyak dimanfaatkan, digolongkan menurut bentuk, ukuran, dan warna rimpangnya, yaitu:

Jahe Gajah

Dari namanya dapat ditebak bentuk rimpang jahe ini. Sosok tanamannya lebih kekar dari jahe lainnya dan rimpangnya pun berukuran besar dan gemuk. Yang muda dan tua kedua-duanya banyak digunakan dalam masakan, baik untuk bumbu, acar maupun manisan. 

Jahe Emprit

Jahe Emprit

Rimpangnya lebih ramping, bahkan dapat dibilang kecil-kecil. Itulah mengapa disebut jahe emprit (kecil). Jahe emprit biasanya dipanen tua. Jenis jahe ini mengandung minyak atsiri yag tinggi sehingga rasa pedasnya menyengat. Jahe Emprit banyak digunakan sebagai bahan ramuan obat atau diambil oleoresin dan minyak atsirinya.

Jahe Merah

Jahe Merah

Jahe yang satu ini memiliki rimpang yang berwarna merah, berukuran lebih kecil, namun memiliki kandungan minyak Atsiri yang tinggi. Jenis jahe merah banyak dijadikan sebagai ramuan obat atau diambil minyak atsirinya dan oleoresinnya.

Jenis jahe lainya yang sudah jarang ditemukan adalah Jahe Sunti. Jahe ini di Jawa Tengah dipakai untuk jamu dan minuman berkhasiat.

Macam-macam Olahan Jahe di Pasaran

Selain dalam bentuk utuh atau yang masih segar, kita juga dapat menemukan jahe yang sudah diolah atau sudah diproses. Jahe olahan yang bisa ditemukan di pasaran bisa dalam bentuk acar jahe (asin), manisan jahe yang basah atau pun yang kering (crystalized ginger), jahe bubuk, jahe kering, minyak atsiri serta oleoresin. Setiap bentuk olahan memiliki manfaat yang berbeda-beda.   

Jahe Bubuk

Bubuk Jahe merupakan jahe kering yang dihancurkan kemudian dihaluskan. Biasanya bubuk jahe ini dijadikan obat atau dimasukkan ke dalam kapsul, serta dimanfaatkan sebagai bumbu masakan.

Jahe Kering

Jahe Kering

Berasal dari jahe tua yang kemudian diiris tipis dan dikeringkan. Jahe kering ini dimanfaatkan sebagai obat atau rebusan. Jika digunakan sebagai bumbu masakan biasanya dimemarkan dulu agar kandungan aromanya keluar.

Acar Jahe

Acar Jahe

Acar jahe berasal dari jahe muda yang diawetkan dengan garam atau cuka. Acar jahe biasanya dimanfaatkan sebagai lalap, penambah selera makan, atau sebagai garnis (hiasan) pada masakan, biasanya pada masakan Jepang atau China.  

Manisan Jahe

Manisan Jahe

Merupakan jahe muda yang diawetkan dalam larutan gula. Tampilannya ada yang basah tanpa kuah, ada juga yang terendam dalam sirup gula. Di Hongkong, China dan Australia, Manisan Jahe dijual dalam guci-guci China yang besar.

Jahe Crystal (Crystalized Ginger)

Permen Jahe

Berasal dari jahe muda yang dikeringkan. Biasanya dipasaran dijual dalam bentuk permen atau untuk campuran cake dan kue kering.

Minyak Atsiri

Minyak Atsiri

Diperoleh dari hasil penyulingan, minyak atsiri mudah menguap. Minyak Atisiri yang dikandung jahe ini memberi aroma khas sehingga biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan minuman ringan, kosmetika serta bahan penyedap.

Oleoresin

Oleorisin Jahe

Diperoleh dari ekstrak bubuk jahe, mempunyai citarasa serta aroma yang sama dengan jahe bubuk. Setiap 1 kg oleoresin dihasilkan dari 28 kg jahe bubuk. Dari hasil olahan ini dapat diambil minyak atsiri dengan cara penyulingan.

Manfaat Jahe Bagi Kesehatan

Anda bisa menemukan banyak referensi yang menuliskan tentang manfaat jahe bagi kesehatan, baik dari artikel-artikel yang sudah lama atau dari berbagai media di internet. Dari berbagai media dan juga berbagai artikel tentang khasiat jahe, berikut ini rangkuman tentang manfaat jahe bagi tubuh:

Penghangat Badan dan Membantu Pencernaan

Pada tahun 1640, seorang penulis herbalis Inggris, John Parkinson, mengatakan bahwa jahe mampu menghangatkan perut yang dingin serta membantu proses pencernaan karena efek panas pada perut.

Mengeluarkan Lendir dalam Sinus

Minum air rebusan jahe tak disangkal dapat menurunkan panas badan serta mengeluarkan lendir dalam sinus, tenggorokan serta paru-paru.

Sebagai Obat Antimuntah dan Mual dalam Perjalanan

Dalam sebuah penelitian klasik Dr. Daniel B.M., 36 mahasiswa yang rentan mual saat berkendaraan motor dites dengan tempat duduk yang dapat diputar, digoyang, dan dijungkang-jungking. Sebanyak 50 % mahasiswa yang diberi jahe, tahan selama jangka waktu percobaan penuh yaitu 6 menit. Sedangkan yang diberi obat antimuntah yang biasa diberi dokter (Dramimamine) tidak tahan lebih dari 4 menit.  

Dalam penelitian lain, seorang peneliti Belanda menemukan bahwa pil jahe mampu mengurangi rasa mual dan muntah pria kadet angkatan laut, sehingga memberi rasa nyaman selama 4 jam.

Peneliti Jepang menduga bahwa gingerol meruapakan salah satu bahan dalam jahe yang secara tidak langsung bertanggung jawab memblokir refleks muntah.

Mencegah Aliran Darah Tidak Lancar

Gingerol pada jahe memiliki peran penting dalam mencegah produksi zat yang memainkan peranan penting dalam proses yang membuat aliran darah tidak lancar (koagulasi) dalam tubuh.

Mencegah Migren

Sebuah penelitian di Universitas Odense, Denmark, mengungkapkan jahe bisa mencegah timbulnya migren tanpa efek samping. Jahe dapat mencegah prostaglandin, zat yang menimbulkan migren.

Meringankan Sakit Penderita Arthritis

Peneliti Denmark melakukan pemberian jahe segar atau jahe bubuk terhadap 56 penderita rematik dan penderita osteoarthritis. Sebanyak 55 % penderita osteoarthritis dan 74 % penderita rematik mengatakan rasa sakitnya berkurang. Beberapa Ahli memperkirakan kandungan jahe dapat menghambat peradangan seperti pada penderita migren.

Selain manfaat di atas manfaat lainnya pada jahe adalah sebagai kompres salah urat, sendi otot kaku, kram perut, serangan batu ginjal, leher tengeng, sakit gigi, radang kantung kencing, ketegangan karena lelah, dll.

Agar manfaat jahe terasa manjur, gaya hidup sehat juga perlu diterapkan dalam pola kehidupan sehari-hari terutama saat Anda sedang merasa kurang fit.

Cara Mengolah dan Mengkonsumsi Jahe sesuai Kebutuhan

Menurut seorang dokter ahli pengobatan China, Dr. C.Lo, M.D., dalam mengkonsumsi jahe untuk kesehatan, sebisanya menggunakan jahe yang segar karena lebih berkhasiat.

Dianjurkan pula untuk sering minum teh jahe untuk menjaga kesehatan,dengan takaran tidak kurang dan tidak kebanyakan (20 g atau 30 g jahe segar diseduh), kalau kebanyakan juga kurang baik.

Berikut ini beberapa cara mengolah dan mengkonsumsi jahe yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda:

Sabagai Antimual

Minum 1 cangkir wedang jahe panas 20 menit sebelum berkendaraan. Ulangi setiap beberapa jam. Wedang jahe dapat dibuat dari jahe instan atau rebus 3 iris jahe dalam air sebanyak 1 gelas sampai tinggal 2/3 gelas.

Mengeluarkan lendir di tenggorokan dan hidung (Sinus)

Campurkan 2 sendok makan jahe parut dalam 500 ml air mendidih. Tutup dan diamkan selama 30 menit. Minum hangat-hangat setiap 2 jam.

Sakit kepala karena tensi

Campur jahe bubuk dengan air secukupnya hingga membentuk parem (campuran ramuan). Tempelkan pada dahi dan kening. Berbaring atau tidur beberapa saat. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi rasa tekanan di dalam kepala untuk sementara waktu.

Mengencerkan Darah

Konsumsi 2 kapsul berisi bubuk jahe, dua kali sehari. Minum diantara waktu makan.

Bahan Kompres

Kompres Jahe digunakan untuk sakit otot, sendi kaku, kram perut, sakit gigi, atau melemaskan leher yang kaku.

Bungkus 100 g jahe parut (jangan dikupas, cukup dicuci bersih saja) dalam kain, lalu celupkan dalam 1 liter air mendidih yang telah dikecilkan apinya. Biarkan direbus perlahan dalam air selama lebih kurang 7 menit. Setelah itu angkat kain berisi jahe, lalu peras agar keluar sarinya. Air jahe ini digunakan untuk kompres.

Celupkan handuk kecil pada air jahe, kemudian peras. Tempelkan pada tempat yang sakit. Agar panas awet saat mengompres, tumpukkan satu handuk lagi di atas handuk pertama. Setelah itu tutup kedua handuk kompres dengan dengan handuk kering. Kompres akan tetap panas selama 15-20 menit. Kompres selama 45 menit.   

Edwin
  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment