20 Kata Kata Peredam Emosi Anda saat Sedang Marah

Share

Semua orang tentu pernah marah dan itu perkara wajar. Pada kondisi tertentu manusia memiliki keterbatasan dalam menahan emosinya.

Namun, tak dapat dipungkiri bahwa Tuhan telah menganugerahkan hati nurani yang bisa meredam emosi sehingga tak meluap. Sebab kemarahan yang tak terkontrol akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Marah membuat diri semakin terluka dan bisa terserang penyakit. Selain itu, kemarahan pada orang lain dapat memicu rangkaian amarah berkepanjangan.

Maka tak heran apabila dalam agama dikatakan bahwa ada janji surga bagi orang-orang yang mampu menahan marahnya.

Oleh karena itu, bagi kamu yang mudah sekali marah sebaiknya mulai belajar untuk mengendalikan emosi.

Salah satu caranya dengan membaca kemudian tanamkan dalam hati beberapa kata bijak tentang amarah dari berbagai tokoh terkenal berikut ini.

20 Kata Kata Peredam Emosi Anda yang Sedang Marah

Berikut beberapa kata bijak yang pernah disampaikan oleh tokoh-tokoh terkenal dari berbagai kalangan mengenai hakikat kemarahan dan akibatnya, yaitu:

Marah akan menimbulkan penyesalan

kata-kata-peredam-emosi

“Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.” – Ali bin Abi Thalib

Ketika kamu marah terhadap sesuatu yang tak sesuai dengan kemauanmu, maka keadaan akan menjadi tambah kacau. Sebab saat marah pikiranmu tak dapat bekerja dengan baik, sehingga solusi sulit untuk ditemukan.

Jika sudah begitu, kemarahan hanya akan membuatmu menyesal. Terkadang, sebenarnya masalah yang kamu hadapi tidak terlalu sulit, namun karena emosi menguasai dirimu membuat seolah semuanya terlihat buruk.

Akibatnya, perkara tak kunjung selesai, bahkan bertambah. Jika sudah demikian hanya penyesalan yang menghampirimu.

Marah adalah perbuatan bodoh

“Kemarahan besar hanya ada dalam dada orang-orang  yang berpikir bodoh.” – Albert Einsten

Orang bijaksana akan segera mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan masalahnya. Sedangkan orang bodoh cepat emosi dan mudah amarah. Mengapa demikian?

Ketika kamu cepat marah itu menandakan kamu tak mampu berpikir lebih dalam mengenai suatu masalah yang terjadi, sehingga kamu merasa semua tak mendukungmu.

Pikiran kecewa disertai kemarahan adalah pintu kebuntuan dalam berpikir.

Kemarahan hanya akan melukai diri sendiri

“Menggenggam kemarahan itu tak ubahnya menggenggam aspal panas di tanganmu untuk dilemparkan ke orang lain, kamu sudah terbakar terlebih dahulu.” – Bdh

Tahukah kamu bahwa kemarahan yang  dilemparkan kepada orang lain justru melukai diri sendiri? Amarah memiliki sifat  panas layaknya api.

Sebelum marah itu membakar orang lain, kamu akan terbakar terlebih dahulu. Perasaan tidak terima pada keadaan semakin meninggi dan kehidupanmu menjadi lebur berantakan.

Belum lagi jika orang yang kamu marahi tak terima dan dendam. Hasilnya kehidupanmu semakin hancur dilalap api kemarahan.

Hal yang Perlu dihindari adalah mati ketika  marah

“Mengapa manusia tidak boleh berlama-lama menanam kebencian, dendam, dan kemarahan? Karena khawatir tidak ada umur, kemudian mati membawa itu semua. Na’udzubillah.” – Jefri Al Buchori

Saat dirimu mulai marah, segera redam perasaan itu sebab tak ada yang tahu seberapa panjang usia.

Marah adalah pertanda bahwa kamu tak bisa menerima ketetapan dari Tuhan. Betapa mengerikannya ketika kamu harus bertemu dengan Sang Pencipta dalam keadaan kamu berontak pada takdir-Nya.

Apa yang harus kamu jawab jika Tuhan menganggap kamu sebagai orang yang tak pandai bersyukur, karena mudah marah oleh kesusahan kecil? 

Padahal lebih banyak nikmat yang sudah diperoleh. Contoh sederhana, ketika kamu mendapatkan cobaan menderita suatu penyakit, maka jangan sekali-kali marah pada siapa pun, terutama Tuhan.

Bukankah selama ini Tuhan telah banyak memberimu waktu sehat? Lebih baik gunakan energimu untuk memohon ampun dan pertolongan agar Tuhan segera memberi kesembuhan.

Bisakah marah dengan benar?

 “Siapapun bisa marah, karena marah itu mudah. Tetapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara benar itu yang sulit.” – Aristoteles

Semua orang tentu pernah marah, tapi tak semuanya bisa marah dengan benar. Adakah marah yang benar?

Ya, ada, yakni ketika kamu bisa marah kepada orang dengan kadar tidak berlebihan di waktu yang sesuai, sehingga caramu tidak menyakitinya.

Misal, sebagai orang tua kamu boleh marah ketika anak melakukan kesalahan. Gunakan cara marah yang benar, yakni tanpa kekerasan.

Namun nyatanya, marah secara benar ini cukup sulit untuk dilakukan, sebab saat marah, emosi menjadi menggebu-gebu dan tak terkontrol.

Oleh karena itu,  jika tak mampu melakukan dengan benar, sebaiknya jangan biarkan dirimu marah.

Pikirkan akibat dari kemarahanmu

“Ketika kemarahan meningkat, pikirkanlah konsekuensinya.” – Kfs

Sebelum kamu semakin marah terhadap sesuatu yang tak sesuai dengan harapan, renungkan terlebih dahulu akibatnya.

Apakah dengan marah masalahmu bisa terselesaikan atau justru sebaliknya?  Apakah kamu yakin tak akan ada orang sakit hati atau terluka dengan ucapan dan perbuatanmu ketika marah? Sejauh ini marah tak pernah bisa memberikan solusi. Sifat ini lebih banyak menjadi bumerang bagi kehidupan manusia.

Harapan terlalu tinggi dapat menyebabkan mudah murah

“Penyebab kemarahan dan kecewa yang kita alami bisa jadi adalah karena tidak terwujudnya keinginan dan harapan tinggi yang kita miliki.” – Abdullah Gymnastiar

Kamu tentu tak asing dengan nasehat yang mengatakan bahwa jangan terlalu tinggi saat berharap. Ternyata nasehat ini mengandung banyak kebaikan.

Ketika kamu berharap banyak akan sesuatu, namun ternyata tak terwujud, maka yang terjadi kamu akan marah dan kecewa. Perasaan ini membuatmu semakin tersiksa karena sulit untuk ikhlas menerima.

Usahakan berbuat apapun dengan ikhlas dan jangan menaruh harapan pada manusia. Tak selamanya Tuhan mengabulkan keinginanmu, sebab Dia tahu mana yang kamu butuhkan.

Sebagai manusia yang tak memiliki kekuatan apapun, kamu harus selalu siap menerima keadaan, sehingga tak ada kata marah walaupun harapan itu tak terwujud.

Tersenyum saat ada yang memicu kemarahan

“Lemparkan senyum kepada yang memancing amarah.” – Harry Slyman

Cara terbaik untuk menahan amarah adalah dengan tersenyum. Ketika kamu mengalami suatu masalah dan otak mulai panas untuk marah, maka duduklah dan tenangkan hati.

Paksa bibir untuk tersenyum, kemudian alihkan pikiran bahwa itu tak terlalu buruk dan kamu tak perlu marah.

Belajar menghadapi sesuatu dengan tenang itu perlu. Begitu banyak tokoh terkenal yang mungkin mendapatkan cobaan yang lebih sulit, ada yang diuji dengan penyakit, kemiskinan, kebrutalan masyarakat, dan masih banyak lagi.

Namun mereka tak pernah menyalahkan siapapun, apalagi Tuhan. Hasilnya, manusia dan alam bersinergi untuk membantu mereka.

Amarah adalah sifat binatang

“Cinta dan kelembutan merupakan sifat manusia,  sementara amarah dan gairah nafsu adalah sifat binatang.” – Jalaludin Rumi

Manusia diciptakan Tuhan untuk menyebarkan cinta dan kelembutan. Namun ketika kamu mulai marah, kehilangan perasaan cinta dan bahasa lembut, itu berarti sifat binatang yang muncul dalam dirimu.

Layaknya binatang yang tak berpikir resiko dari tindakannya, marah juga membuatmu buta terhadap akibat yang ditimbulkan.

Cara berpikir rasional dan perasaan kasihmu sebagai manusia menjadi terkesampingkan oleh amarah. Maukah  dirimu memiliki derajat yang sepadan dengan binatang?

Kemarahan hanya memenangkan lawanmu

“Ketika kamu membalas sebuah kebencian dengan amarah dan caci maki pula, saat itulah musuhmu menang.” – Andy F. Noya

Ketika lawan dalam hidup membuat kamu marah, maka jangan balas dengan kemarahan pula. Sebab tujuannya memang membuatmu marah dan menjadi lemah.

Sebaliknya, tunjukkan bahwa dirimu tak terpengaruh dengan semua tindakannya, kamu memiliki mental yang kuat sehingga tak mudah marah.

Jika ini yang kamu lakukan, maka perlahan tapi pasti kamu telah mengalahkan lawan-lawanmu. Mereka kehabisan energi dan cara untuk membuatmu marah.

Kemarahan akan membuat diri sendiri terluka

kata-kata-peredam-amarah

“Yang paling saya tahu tentang amarah adalah dia lebih banyak melukai diri sendiri daripada orang yang kita marahi.” – Oprah Winfrey

Tak pernah diketahui bahwa marah akan mendatangkan ketenangan, justru sebaliknya, kemarahanmu pada orang lain hanya membuatmu semakin terpuruk.

Mereka yang kamu marahi belum tentu peduli dengan marahmu, bisa jadi mereka masa bodoh.

Sedangkan posisimu terluka oleh rasa marahmu sendiri. Orang yang marah tak pernah bisa melihat sisi baik, sehingga tak ada ketenangan bisa dirasakan.

Cara agar tak marah

kutipan-kata-peredam-marah

“Ketika kamu marah, hitunglah sampai sepuluh sebelum kamu bicara. Jika kamu sangat marah, hitunglah sampai seratus.” – Thomas Jefferson

Sebagaimana diketahui bahwa marah hanya akan menyusahkanmu. Maka dari itu minimalisir sifat itu.

Caranya, setiap ada sesuatu yang membuatmu marah, tenangkanlah diri dan berhitung sampai sepuluh, jika belum berhasil berhitunglah lebih banyak lagi. Setidaknya itu bisa mengurangi kadar amarahmu.

Sebab sebagaimana peribahasa mengatakan bahwa lidah tak bertulang, sehingga bisa saja perkataan itu menyakiti orang lain. Jika orang lain sudah terluka, tak mudah untuk kamu mengobatinya.

Bukankah hidup lebih asik jika penuh kedamaian?

Amarah adalah tanda kelemahan diri

“Disaat seseorang marah, disaat itulah ia sangat lemah. Kalahkan duniamu dengan kesabaran.” – Bong Chandra

Orang kuat memiliki sifat bijaksana dalam menghadapi kehidupan, sehingga dia mampu menemukan solusi kemenangan.

Sementara orang lemah akan selalu menggerutu dan marah apabila tak sesuai dengan harapannya.

Ketika kamu marah artinya kamu tak memiliki kekuatan untuk menghadapi masalah. Bersiap-siaplah dikalahkan oleh amarahmu sendiri.

Namun, apabila kamu ingin menjadi orang hebat, berjuanglah untuk menjadi orang sabar yang mampu meredam emosi.

Sebanyak apapun amal akan rusak oleh kemarahan

“Kemarahan itu bisa merusak amal, seperti cuka merusak madu.” – Hadist

Perlu kamu ketahui bahwa salah satu senjata setan agar kamu binasa adalah marah. Melalui marah setan bisa mengendalikanmu dengan mudah, sehingga kamu berbuat berbagai kerusakan. Kamu tentu pernah melihat bagaimana orang marah mengeluarkan kata-kata kotor dan cacian, bahkan merusak barang-barang di sekitarnya. 

Tak berhenti di situ, kemarahanmu pada orang lain berpotensi  menyakiti atau bahkan menimbulkan dendam tak berkesudahan.

Lebih mengerikan lagi apabila mereka mendoakan keburukan bagimu. Apabila itu terjadi maka secara perlahan amalan baik yang sudah kamu lakukan terganti oleh catatan buruk. Maukah kamu menyia-nyiakan amal baikmu? 

Sudahi rasa marah sebelum tidur

“Jangan pernah pergi tidur ketika marah, tetap terjaga dan selesaikan masalah.” – Phyllis Diller

Jangan biarkan kemarahan berlarut-larut menguasaimu. Rasa marah ketika peristiwa terjadi itu wajar, namun segera cari penyelesaiannya hingga kamu tak perlu marah pada apapun atau siapapun.

Kemarahan yang terjadi dalam jangka panjang bisa merusak kesehatan mental dan fisikmu.

Dalam dunia medis dijelaskan bahwa marah menyebabkan hormon serotonin dalam tubuh tidak seimbang, akibatnya orang tersebut berbuat diluar nalar logis.

Selanjutnya, kesehatan fisikmu juga semakin memburuk, sebab saat marah tekanan darah menjadi meningkat dan menyebabkan darah tinggi, stroke, dan masih banyak lagi.

Berjuang harus disertai kesabaran

“Pejuang terbaik tidak pernah marah.” – Lao Tzu

Perjuangan dalam hidup memang tak semudah yang dibayangkan. Banyak sekali tantangan yang memicu kemarahan, maka dari itu kamu membutuhkan kesabaran ekstra.

Cukup sulit memang, tapi pasti bisa dilatih. Perlu kamu ingat bahwa pejuang terbaik tidak pernah marah.

Kamu harus mampu memandang sisi baik dari setiap kejadian dan membuatnya sebagai pelajaran untuk melangkah lebih baik lagi.

Seiring berjalannya waktu perjuanganmu pasti berbuah manis.

Berbicara ketika marah hanya menyebabkan penyesalan

“Berbicaralah ketika kamu marah dan kamu akan mendapatkan pidato terbaik yang akan kamu sesali.” – Ambrose Bierce

Ketika ada sesuatu yang memicumu untuk marah, lebih baik diam atau tahan diri. Jangan ucapkan apapun. Sebab perkataan yang keluar ketika marah akan membuatmu menyesal di kemudian hari.

Saat marah pikiran tak berjalan dengan baik, sehingga ucapan atau keputusan yang kamu ambil tentu buka terbaik pula. Di sini Ambrose menggunakan bahasa satire ‘pidato terbaik yang akan kamu sesali’.

Ya, mungkin saat marah kamu puas telah mencaci atau menyalahkan orang lain, kamu menganggap itu terbaik atau merasa dengan begitu kamu benar.

Namun akhirnya, suatu saat kamu menyesal karena pernah marah.

Tak ada keuntungan dari amarah

“Hal yang menjengkelkan tentang kemarahan adalah bahwa kamu melukai diri sendiri tanpa menguntungkan orang lain.” – Kurt Tucholsky

Semakin kamu marah, maka perasaan luka itu juga bertambah dalam. Sebaiknya ajari diri untuk bersikap ikhlas menerima apapun yang terjadi.

Marah terhadap orang yang menyusahkanmu, tak akan memberi solusi. Apalagi marah kepada orang yang sebenarnya tak mengambil andil dalam masalahmu, justru menambah bebanmu.

Parahnya, banyak teman yang menjauhi karena sifat mudah marahmu itu. Tak ada teman yang mau mendekati karena mereka tak ingin jadi sasaran kemarahanmu.

Menyedihkan sekali kehidupan orang yang dijauhi teman-temannya.

Jangan balas kemarahan  dengan marah

“Jika kamu membalas kemarahan dengan kemarahan bukankah kamu tidak lebih dari sebuah cermin keburukan saja?” – Merry Riana

Cara terbaik ketika ada yang memarahimu adalah dengan mengalah dan membalas berbuat baik. Api akan semakin besar jika kamu tambahi kayu bakar.

Toh, kemarahan orang tersebut juga tak akan reda saat kamu ikutan memarahinya juga.

Berbeda jika kamu rela mengalah, lambat laun dia akan sadar bahwa kemarahannya itu salah dan tak baik bagi sebuah hubungan.

Jangan kamu menjadi cermin dari perbuatan buruk kalau tak mau semakin susah.

Marah menandakan kekerasan

“Kemarahan adalah musuh dari anti kekerasan dan kesombongan adalah monster yang menelannya.” – M.G.

Bukankah hidup ini terasa menyenangkan ketika penuh dengan kedamaian?  Kunci utama kedamaian itu adalah hilangnya sifat-sifat marah.

Namun anehnya, banyak sekali dijumpai orang-orang yang berteriak menjadi agen perdamaian, justru paling banyak melakukan kekerasan melalui sifat mudah marahnya.

Demikian beberapa kumpulan kata kata yang ditujukan untuk membuat Anda lebih tenang dan tidak emosi. Belajar untuk menahan amarah itu memang membutuhkan waktu dan tidak mudah.

(Masih belum bisa meredam amarah Anda? Silahkan lanjutkan membaca ke kumpulan kata kata peredam amarah).

Namun apabila kamu bersungguh-sungguh, Tuhan pasti akan membantumu, sebab hanya Tuhan yang bisa membolak-balikkan hati.

Terpenting, harus selalu kamu ingat bahwa tak pernah ada keuntungan yang didapat dari sebuah amarah, kecuali bertambahnya masalah dan penyakit.

Semoga bermanfaat untuk kehidupanmu yang lebih baik, tanpa kemarahan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *