Pengertian dan Keutamaan Bersyukur dalam Islam

  • Whatsapp

Pada artikel kali ini saya akan menyebutkan kumpulan nasehat tentang bersyukur. Hal ini penting, agar kita termotivasi untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Azza Wajalla atas berbagai nikmat yang diberikan-Nya kepada kita semua.

Kutipan bersyukur

Di dalam Al-Qur’an, Allah Azza Wajalla memerintahkan kepada kita semua untuk bersyukur kepada-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Surah Ibrahim : 7).

Pengertian Syukur

Agar kita semakin memahami tentang hakekat kesyukuran, tentu kita harus memahami pengertian syukur terlebih dahulu.

Para ulama telah menyebutkan tentang pengertian syukur, di antaranya adalah apa yang disebutkan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullah, beliau berkata :

“Syukur adalah nampaknya jejak nikmat Allah pada lisan hamba-Nya dalam bentuk pujian dan pengakuan, pada hati hamba-Nya dalam bentuk persaksian dan kecintaan, dan pada anggota tubuh hamba-Nya dalam bentuk ketundukan dan ketaatan.” (Kitab Madaarijus Saalikiin 2/244).

Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’dy Rahimahullah berkata :

“Syukur adalah pengakuan hati terhadap nikmat-nikmat Allah, memuji Allah atas nikmat tersebut, dan mengarahkan (mempergunakan) nikmat-nikmat tersebut kepada keridhaan Allah.” (Tafsir As-Sa’dy hal.444, cetakan Al-Maktabah At-Tafiqiyyah).

Para ulama menyebutkan bahwa syukur memiliki 3 rukun, di mana nanti ketiganya terpenuhi pada seorang hamba barulah dikatakan bersyukur. Ketiga rukun tersebut adalah :

  1. Mengakui nikmat Allah secara batin (di dalam hati).
  2. Menyebut-nyebut nikmat Allah dengan lisan.
  3. Mempergunakan nikmat tersebut hanya pada ketaatan kepada Allah.

Baca juga tentang: Tenang, Sabar, Takut, Sedekah, Marah, Sederhana, Kutipan Ali Bin Abi Thalib.

Dalil Islami Tentang Bersyukur Dari Para Ulama Terdahulu

Agar semakin menambah pemahaman kita tentang syukur, di bawah ini akan saya sebutkan kumpulan kata bijak tentang bersyukur dari para ulama terdahulu.

Ulama terdahulu yang dimaksud di sini adalah generasi berilmu terdahulu umat islam, baik para sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam maupun para ulama setelah mereka.

Baiklah, silahkan langsung baca ucapan-ucapan para ulama terdahulu di bawah ini :

Ali bin Abi Thalib Radhiallahu Anhu

1.Ali bin Abi Thalib Radhiallahu Anhu berkata :

“Sesungguhnya nikmat itu berhubungan dengan syukur, dan syukur itu berkaitan dengan tambahan. Keduanya (nikmat dan syukur) saling bergandengan (tidak terpisahkan). Maka tidak akan terputus tambahan (nikmat) dari Allah sampai terputus syukur dari hamba.” (Kitab Asy-Syukr karya Ibnu Abid Dunya hal.16).

Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah

2.Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata :

“Sesungguhnya Allah benar-benar memberikan kenikmatan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Maka jika dia tidak bersyukur atas nikmat tersebut, maka Allah akan menggantinya dengan azab.” (Kitab ‘Iddatus Shobiriin hal.194).

Ka’ab Al-Ahbaar Rahimahullah

3.Ka’ab Al-Ahbaar Rahimahullah berkata :

“Tidaklah Allah memberikan sebuah nikmat kepada seorang hamba di dunia, kemudian dia bersyukur  kepada Allah atas nikmat tersebut dan bersikap tawadhu’ kepada Allah dengan sebab nikmat tersebut, melainkan Allah akan memberikan kepadanya kemanfaatan nikmat tersebut di dunia, dan mengangkat untuknya dengan sebab nikmat tersebut satu derajat di surga. Dan tidaklah Allah memberikan sebuah nikmat kepada seorang hamba di dunia, kemudian dia tidak bersyukur  kepada Allah atas nikmat tersebut dan tidak bersikap tawadhu’ dengan sebab nikmat tersebut, melainkan Allah akan menghalangi bagi kemanfaatan nikmat tersebut di dunia, dan mengangkat untuknya tingkatan-tingkatan dari neraka, di mana Allah akan menyiksanya jika Dia menghendakinya atau memaafkannya.  (Sumber : alukah.net/sharia/0/77173).

Abu Haazim Rahimahullah

4.Seseorang pernah bertanya kepada Abu Haazim Rahimahullah :

“Bagaimanakah cara bersyukur (atas nikmat) kedua mata? Beliau menjawab ‘Jika engkau melihat kebaikan dengan keduanya (kedua mata tersebut) maka engkau menampakkannya, dan jika engkau melihat kejelekan dengan keduanya maka engkau menyembunyikannya.’ Orang itu bertanya lagi ‘Bagaimanakah cara bersyukur (atas nikmat) kedua telinga?’ Beliau menjawab ‘Jika engkau mendengar kebaikan dengan keduanya maka engkau menjaganya, dan jika Jika engkau mendengar kejelekan dengan keduanya maka engkau menepisnya.’ Orang itu bertanya lagi ‘Bagaimanakah cara bersyukur (atas nikmat) kedua tangan?’ Beliau menjawab ‘Janganlah engkau mengambil dengan keduanya apa yang bukan milik keduanya, dan janganlah engkau menghalangi hak milik Allah pada keduanya. Orang itu bertanya lagi ‘Bagaimanakah cara bersyukur (atas nikmat) perut?’ Beliau menjawab ‘Allah Azza Wajalla berfirman : ‘Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. (Surah Al-Mukminuun : 5-6).’ “. (Sumber : alukah.net/sharia/0/77173).

Seorang Salaf

5.Salah seorang salaf berkata kepada seorang lelaki yang mengadukan sempitnya kondisinya (kemiskinan) kepadanya:

“Apakah kamu suka jika penglihatanmu digantikan dengan 100.000 dirham?’ Lelaki itu menjawab ‘Tidak’.  Dia (salaf) bertanya lagi ‘Maka bagaimana kalau kedua tanganmu yang digantikan dengan 100.000 dirham?’ Lelaki itu menjawab ‘ Tidak’. Dia bertanya lagi ‘Maka bagaimana kalau kedua kakimu yang digantikan dengan 100.000 dirham?’ Lelaki itu menjawab ‘ Tidak’. Maka terus menerus dia menyebutkan kepada lelaki tersebut nikmat Allah kepadanya satu per satu. Kemudian dia berkata kepada lelaki tersebut ‘Saya melihat engkau memiliki ratusan ribu dirham dan engkau (masih) mengadukan kebutuhanmu?”. (Sumber : alukah.net/sharia/0/77173).

Sufyan bin ‘Uyainah

6.Sufyan bin ‘Uyainah berkata :

“Orang yang bersyukur itu adalah orang yang mengetahui bahwa nikmat datangnya dari Allah Ta’ala. Allah memberikan nikmat itu kepadanya untuk melihat bagaimana dia bersyukur dan bagaimana dia bersabar.” (Kitab Hilyatul Awliya 7/287).

Amr bin As-Sakn

7.Dari ‘Amr bin As-Sakn berkata:

“Saya pernah berada di sini Sufyan bin ‘Uyainah, lalu seorang lelaki dari penduduk Baghdad bertanya kepadanya ‘Wahai Abu Muhammad, kabarkan kepadaku tentang ucapan Muthorrif ‘Seandainya saya diberikan kesehatan kemudian saya bersyukur,maka itu lebih saya cintai  daripada saya diberikan ujian kemudian saya bersabar.’ Apakah ucapan ini (Ucapan Muthorrif) lebih kamu sukai ataukah ucapan saudaranya yaitu Abul ‘Alaa ‘Ya Allah, saya ridha untuk diriku apa yang Engkau ridhai untukku.’. Amr bin As-Sakn berkata ‘Maka Sufyan bin ‘Uyainah terdiam sejenak.’ Kemudian dia berkata ‘Ucapan Muthorrif lebih saya sukai.’ Maka lelaki itu berkata ‘Bagaimana bisa, sedangkan orang ini (Abul ‘Alaa) telah ridha untuk dirinya apa yang Allah ridhai untuknya.’ Sufyan bin ‘Uyainah berkata ‘Sesungguhnya saya membaca Al-Qur’an, lalu saya mendapati sifat Sulaiman Alaihis Salam terkait dengan kesehatan yang diberikan kepadanya “Dia (Sulaiman) sebaik-baik hamba, sesungguhnya dia amat taat (kepada Rabbnya)”, dan saya mendapati sifat Ayyub Alaihis Salam terkait dengan ujian yang diberikan kepadanya ““Dia (Ayyub) sebaik-baik hamba, sesungguhnya dia amat taat (kepada Rabbnya)”. Maka kedua sifat tersebut sama, di mana yang satu mendapatkan kesehatan dan yang satu mendapatkan ujian. Maka saya mendapati kesyukuran berada pada kedudukan yang sama dengan kesabaran. Maka tatkala keduanya (syukur dan sabar) sama, maka kesehatan yang dibarengi dengan kesyukuran lebih saya sukai daripada ujian yang dibarengi dengan kesabaran.” ( Kitab Hilyatul Awliyaa 2/212-213).

Demikianlah nasehat Islami tentang bersyukur dari para ulama terdahulu yang bisa saya bagikan pada artikel kali ini.

Semoga nasehat di atas bisa menjadi tambahan ilmu bermanfaat dan motivasi bagi kita untuk senantiasa bersyukur atas berbagai nikmat yang telah Allah Azza Wajalla telah berikan kepada kita.

Edwin
  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *