Fakta fakta Tentang Penyakit Difteri yang Perlu Anda Ketahui

By |

Saat ini Difteri yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae merupakan jenis penyakit yang sedang mewabah di Indonesia. Seperti diketahui jumlah penderita penyakit ini terus bertambah dan pemerintah berusaha mencegahnya dengan memberikan vaksinasi gratis Difteri di berbagai daerah di Indonesia.

 

 

Terkait perlu disebarluaskannya informasi mengenai bahaya penyakit Difteri, pada kesempatan ini pertamakali.com akan memaparkan fakta-fakta mengenai penyakit Difteri serta informasi perkembangan terkini mengenai penyakit ini.

 

Berikut ini Fakta fakta Tentang Penyakit Difteri yang Perlu Anda Ketahui :

 

  • Penyakit Difteri merupakan penyakit yang berasal dari kata dalam bahasa Yunani yang berarti “kulit” atau “menyembunyikan”, yang merupakan gambaran dari lapisan yang muncul di tenggorokan (yaitu pseudomembrane).

 

  • Sejak Januari sampai November 2017, kementerian kesehatan Indonesia menetapkan ada 96 kabupaten dari 214 dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri.

 

  • Jumlah kasus difteri pada periode Januari-November 2017 ada terdapat 593 kasus dengan angka kematian 32 kasus atau 5,4 persen dengan distribusi penyebaran :

Aceh : 76 pasien (2 penderita meninggal).

Bangka Belitung : 3 pasien (2 penderita meninggal).

Banten : 81 pasien (3 penderita meninggal).

DKI Jakarta : 16 pasien (2 penderita meninggal).

Jawa Barat : 95 pasien (10 penderita meninggal).

Jawa Timur : 271 pasien (11 penderita meninggal).

Kalimantan Barat : 5 pasien (1 penderita meninggal).

 

  • Per tanggal 16 Desember telah terjadi peningkatan jumlah penderita Difteri menjadi tersebar di 130 kabupaten dengan kasus meninggal 40 orang dan 600an Penderita. Jumlah ini terus meningkat hingga saat ini dilaporkan ada 903 penderita yang tersebar di 28 propinsi.

 

  • Menurut Kementerian Kesehatan sebanyak 76 persen kasus Difteri menyerang usia 1-18 tahun. Sehingga pemerintah memprioritas kan vaksin gratis usia 1-18 tahun. Sedangkan usia di atasnya melakukan vaksin secara mandiri.

 

  • Di Jakarta program pemberian vaksin Difteri ORI (Outbreak Response Immunization) dilakukan antara lain di Pukesmas, Posyandu, dan sekolah secara bertahap hingga Januari 2018.

 

  • Difteri termasuk penyakit endemik di Negara berkembang termasuk di Indonesia. Dalam satu dekade terakhir sudah banyak Negara berkembang yang berhasil menurunkan kasus Difteri dengan cara Imunisasi pada anak-anak.

 

  • Penularan Difteri banyak terjadi di tempat aktifitas berkumbul banyak orang seperti sekolah, asrama, dan tempat kerja.

 

  • Cara penularan Difteri dapat terjadi melalui percikan ludah/bersin penderita, kontak fisik atau benda-benda sekitar yang telah kontak dengan penderita.

 

  • Masa inkubasi penyakit Difteri adalah 2-5 hari sejak bakteri masuk ke dalam tubuh. Gejala penderita adalah : terdapat lapisan abu-abu yang menutupi tenggorokan atau amandel, demam (menggigil), sakit tenggorokan (serak), sulit nafas (nafas cepat), pembengkakan kelenjar limfe pada leher, lemas atau lelah serta pilek yang awalnya cair kemudian lama kelamaan menjadi kental dapat bercampur darah.

 

  • Penyembuhan penyakit Difteri biasanya dengan pengobatan yang dilakukan dokter dengan pemberian antibiotik dan antitoksin.

 

  • Jika tidak diobati secara cepat toksin dari bakteri dapat menimbulkan komplikasi yang dapat mengancam keselamatan jiwa pasien. Sehingga salah satu kunci agar pasien dapat sembuh adalah penanganan yang cepat dan tepat di awal.

Demikian informasi mengenai penyakit Difteri, semoga bermanfaat.

Sumber :

  • Harian Kompas
  • alodokter.com
  • paei.or.id
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *