Makna Bacaan Doa Qunut, Manfaat dan Hukum Bacaannya

By |

Doa adalah permohonan manusia kepada Allah agar diberikan kebaikan (rizki), perlindungan atau bertambahnya iman.

Setiap hari bahkan setiap saat seseorang dapat memanjatkan doa untuk suatu permohonan kepada Allah. Banyak cara cara doa yang bisa dilakukan agar diterima Allah SWT.

Namun, doa yang paling utama adalah doa yang pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Doa Qunut merupakan suatu amalan doa yang pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Pengertian dan Sejarah Doa Qunut

Menurut pengertiannya kata qunut yang berasal dari bahasa Arab berarti berdiri lama, taat, khusu’, doa atau tunduk.

Asal mula doa qunut itu sendiri berawal dari adanya pembantaian (di Bi’r Ma’unah) 70 sahabat Rasulullah SAW yang merupakan ahli dalam membaca Alqur’an, yang kemudian hanya menyisakan satu saja yang hidup.

Saat itu Rasulullah merasa sedih yg mendalam, sehingga mendoakan (dalam doa qunut selama sebulan) agar yang membunuh para sahabatnya mendapat balasan dari Allah SWT.

Menurut riwayat hadist, Rasulullah pernah melaksanakan doa qunut (nazilah) selama satu bulan lamanya pada 5 waktu sholat (subuh, zuhur, ashar, maghrib, isya) lalu meninggalkannya (tidak lagi melakukan doa qunut saat itu).

Sedangkan doa qunut pada sholat subuh ada sebagian ulama yang mengatakan Rasulullah SAW tetap melakukan (meneruskan) sampai wafatnya dan sebagian mengatakan tidak dilakukan.

Perbedaan Pendapat tentang Hukum Doa Qunut Subuh

Ada beberapa perbedaaan mendasar yang terdapat di antara para ulama mengenai hukum doa qunut pada sholat subuh ini.

Pertama adalah bahwa ada ulama yang mendukung pelaksanaan doa qunut subuh yang terbagi lagi menjadi beberapa pendapat yaitu mustahab, muakkadah dan wajib.

Sedangkan diantara kalangan yang menolak hukumnya terbagi menjadi bid’ah dan makruh. Dalil yang digunakan oleh ulama yang menolak sama, namun perbedaan terletak pada kesimpulan akhir.

Pendapat yang Menolak Doa Qunut Subuh

Dalil-dalil yang dijadikan dasar ulama yang mengatakan qunut pernah disyariatkan kemudian di-nasakh (dihapus) adalah sebagai berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ حَدَّثَهُ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ  قَنَتَ شَهْرًا فِي صَلاةِ الصُّبْحِ

Dari Anas bin Malik diceritakan kepadanya bahwa Nabiyullah SAW melakukan doa qunut pada shalat shubuh selama sebulan. (HR. Al-Bukhari)

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ  قَنَتَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ ثُمَّ تَرَكَهُ

Sesungguhnya Rasulullah SAW melakukan doa qunut mendoakan kebinasaan penduduk suatu dusun orang Arab selama sebulan lalu meninggalkannya (HR. Muslim)

Selain itu ada juga hadits lain yang menguatkan tentang sahabat utama Rasulullah SAW yang  tidak memanjatkan doa qunut ketika sholat subuh.

عَنْ أَبِي مَالِكٍ سَعْدِ بْنِ طَارِقٍ الأْشْجَعِيِّ قَال : قُلْتُ لأِبِي : يَا أَبَتِ إِنَّكَ قَدْ صَلَّيْتَ خَلْفَ رَسُول اللَّهِ  وَأَبِي بَكْرٍ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ هَاهُنَا بِالْكُوفَةِ نَحْوًا مِنْ خَمْسِ سِنِينَ أَكَانُوا يَقْنُتُونَ ؟ قَال : أَيْ بُنَيَّ مُحْدَثٌ . وَفِي لَفْظٍ : يَا بُنَيَّ إِنَّهَا بِدْعَةٌ

Dari Abi Malik Saad bin Thariq Al-Asyja’ie berkata,

“Aku tanya kepada Ayahku : Wahai Ayahanda, Anda pernah shalat di belakang Rasulullah SAW, Abu Bakar, Utsman dan Ali disini di Kufah, selama lima tahun, apakah mereka membaca doa qunut?”

Ayahku menjawab,”Wahai anakku, muhdats (hal baru yang diada-adakan)”.

Dalam lain riwayat : wahai anakku, qunut itu bid’ah”. (HR. At-Tirmizy dan An-Nasa’i)

Hukum Bid’ah Doa Qunut Subuh

Kalangan ulama yang menganggap doa qunut Bid’ah adalah mazab Al-Hanafiyah (terdapat pada Majma’ Al-Anhar jilid 2 hal. 129).

Hukum Makruh Doa Qunut Subuh

Mazhab lain ada yang menganggap doa qunut subuh hukumnya makruh yaitu mazhab Al-Hanabilah (terdapat pada Syarah Muntaha Al-Iradat jilid 1 hal. 228, Kasysyaf Al-Qina jilid 1 hal. 493)

Pendapat yang Mendukung Doa Qunut Subuh

Kalangan yang mendukung adanya qunut subuh menggunakan dalil yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan doa qunut pada 5 waktu sholat kemudian beliau meninggalkannya kecuali pada sholat subuh.

Ulama yang mendukung menggunakan dalil yang sama, namun perbedaan diantara kalangan yang mendukung adalah terletak pada kesimpulan akhirnya.

Dalil dalilnya :

مَا زَال رَسُول اللَّهِ يَقْنُتُ فِي الْفَجْرِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا

Rasulullah SAW tetap melakukan qunut pada shalat fajr (shubuh) hingga beliau meninggal dunia. (HR. Ahmad).

(Ditulis oleh Al-Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab Musnad Imam Ahmad, jilid 2 hal. 215)

عَنْ أنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ  قَنَتَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَيْهِمْ ثُمَّ تَرَكَهَ فَأَمَّا فِي الصُّبْحِ فَلَمْ يَزَلْ يَقْنُتُ حَتىَّ فَارَقَ الدُّنْيَا

Dari Anas bin Malik radhiyallahuanhu bahwa Nabi SAW melakukan doa qunut selama sebulan mendoakan keburukan untuk mereka, kemudian meninggalkannya. Sedangkan pada waktu shubuh, beliau tetap melakukan doa qunut hingga meninggal dunia. (HR. Al-Baihaqi)

Hukum Mustahab Doa Qunut Subuh

Pendapat bahwa doa qunut subuh hukumnya mustahab (dicintai) diutarakan oleh mazhab Al-Malikiyah (terdapat pada Al-Qawanin Al-Fiqhiyah hal. 66, Mawahibul Jalil jilid 1 hal. 539)

Hukum Sunnah Muakkadah Doa Qunut Subuh

Mengenai hukum Sunnah Muakkadah pada doa qunut subuh diutarakan oleh mazhab Asy-Syafi’iyah (terdapat pada Al-Imam An-Nawawi, Al-Adzkar hal. 86).

Sunnah muakkadah merupakan amalan yang sangat dianjurkan (mendekati wajib).  Jika meninggalkan maka hukumnya dianjurkan melakukan sujud syahwi (sunnah ab’adh).

Hukum Wajib Doa Qunut Subuh

Pendapat yang menyatakan bahwa doa qunut subuh hukumnya wajib diutarakan oleh Ali bin Ziyad.

Pendapat ini menyatakan bahwa orang yang tidak menyertakan doa qunut dalam sholat subuhnya maka sholatnya tidak sah (terdapat pada Hasyiyatu Al-Banani ‘ala Az-Zarqani jilid 1 hal. 212).

Namun pendapat ini tidak mewakili pendapat mayoritas ulama (muktamad).

Bacaan dan Tata Cara Melakukan Doa Qunut

Doa Qunut Subuh

Mayoritas ulama yang mendukung qunut subuh sepakat bahwa doa qunut subuh ini dilakukan pada saat rakaat kedua setelah rukuk atau saat berdiri (setelah membaca I’tidal).

Adapun bacaan nya bagi yang sholat sendiri sebagai berikut :

Bagi imam bacaan doa qunut hampir sama, namun ada pengubahan ihdini (berilah aku petunjuk) menjadi ihdina (berilah kami petunjuk):

Bacaan Doa Qunut Untuk Yang Sholat Sendiri

“Allah hummah dinii fii man hadait.
Wa’aa finii fii man ‘aafaiit.
Watawallanii fii man tawallaiit.
Wabaarik lii fiimaa a’thaiit.
Waqinii birahmatika syarramaa qadthaiit.
Fainnaka taqdthii walaa yuqthdaa ‘alaiik.

Wainnahu laa yadzillu man wãlaiit.
Walaa ya’izzu man ‘aadaiit.
Tabaa rakta rabbanaa wata ’aalait
Falakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit

Astaghfiruka wa‘atuubu ilaiik,
Washallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadinin-nabiyyil ummiyyi. Wa’alaa aalihii wa shahbihii Wasallam”.

Artinya :
” Ya Allah tunjukkanlah saya sebagaimana mereka yang sudah Engkau berikan petunjuk.Dan kasihkanlah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau sudah kasih kesehatan.

Dan peliharalah aku sebagaimana orang yang telah Engkau pelihara.
Dan berilah keberkahan bagiku pada segala apa yang Engkau sudah karuniakan.

Dan lindungi aku dari segala bahaya kejahatan yang Engkau sudah pastikan.
Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum.
Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin.

Dan tidak mulia orang yang mana Engkau memusuhinya.
Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau
Maha bagi Engkau seluruh pujian di atas yang Engkau hukumkan

Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau
(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi kami Muhammad, keluarga dan sahabatnya. ”

Bacaan Doa Qunut Bagi Imam Sholat

Doa qunut pada saat sholat sendiri maupun bertindak sebagai imam sebenarnya hampir sama. Perbedaannya hanya terletak pada “naa” yang harus dilafalkan oleh imam.

Berikut perubahan bacaan saat menjadi Imam sholat:

Allah humahdinii diubah menjadi Allah humah dinaa

Wa’aafini diubah menjadi Wa’aafina

Watawallani diubah menjadi Watawallana

Wabarikli diubah menjadi Wabariklana

Waqinii diubah menjadi Waqinaa

Artinya hampir sama dengan doa qunut sendiri, bedanya kata “aku” menjadi “kami”.

Doa Qunut Nazilah

Doa qunut Nazilah pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW untuk permohonan menolak bencana dan permohonan atas keburukan kaum yang memerangi umat muslim.

Qunut Nazilah ini dilakukan pada setiap waktu sholat (Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib, Isya) dan dilakukan pada rakaat terakhir setelah rukuk saat berdiri I’tidal.

Jadi setelah membaca I’tidal doa qunut nazilah dipanjatkan.

Dianjurkan agar Imam mengeraskan suara dan makmum mengamini (pada sholat Zuhur dan Ashar terjadi beda pendapat).

Walaupun doa qunut Nazilah tidak ditentukan doanya, namun sebaiknya membaca doa yang telah ada riwayatnya.

Berikut doa-doa qunut nazilah yang pernah ada riwayatnya dan disesuaikan dengan kondisi saat dibacakan:

Doa Qunut Witir

Mengenai doa qunut witir ini ada beberapa pendapat dari para ulama tentang hukum pelaksanaannya. Ada ulama yang mengatakan bahwa sunnah melakukan Qunut Witir sepanjang tahun, ada pula yang mengatakan makruh melaksanakannya dan sebagian lagi sunnah melakukannya di paruh akhir bulan Ramadhan.

Pendapat Mazhab Hanafi

Kalangan Hanafiyah berpendapat bahwa doa qunut pada sholat witir dapat dilakukan sepanjang tahun. Tidak khusus di satu bulan saja.

Tata cara doa qunut pada sholat witir dilakukan pada raka’at ketiga sebelum rukuk yaitu setelah bacaan ayat terakhir dengan mengangkat kedua tangan (sikap berdoa pada umumnya) sambil membaca takbir.

Pendapat Mazhab Maliki

Kalangan ulama dari mazhab Maliki ini berpendapat bahwa melaksanakan doa qunut witir tidak disyariatkan atau makruh hukumnya.

Pendapat Mazhab Syafi’i

Ulama Asy-Syafi’i berpendapat bahwa doa qunut witir sunah dilakukan pada paruh akhir bulan Ramadhan, namun makruh jika dilakukan sebelum akhir Ramadhan (sebelum paruh Ramadhan).

Doa qunut witir menurut mazhab Syafi’i dilakukan sama dengan pada sholat subub yaitu pada rakaat terakhir setelah rukuk (saat berdiri I’tidal).

Mazhab Hambali

Para ulama Mazhab Habali berpendapat bahwa qunut pada witir dilakukan sepanjang tahun (tidak khusus di bulan tertentu saja).

Namun tata cara melakukannya hampir sama dengan mazhab Asy-Syafi’i yaitu pada rakaat terakhir setelah rukuk.

Bacaan Doa Qunut Sholat Witir

Saat melakukan doa qunut (berjamaah), imam dianjurkan mengeraskan suara sedangkan makmum mengamininya. Selain itu dianjurkan juga untuk mengangkat kedua tangan seperti melakukan doa pada umumnya.

Baca juga: Kata kata tentang Ramadhan

Manfaat Dan Keutamaan Bacaan Doa Qunut

Bagi yang rajin membaca doa qunut pada sholat subuh maupun witir akan mendapatkan beberapa manfaat. Berikut ini manfaat bagi seseorang yang membacanya :

Memberikan Petunjuk Kepada Semua Umat Manusia

Membaca doa qunut secara rutin dalam setiap subuh maupun witir insya allah akan Allah swt anugerahkan petunjuk kepada hambaNya ke jalan yang lurus. Allah swt memberikan petunjuk kepadaa hambaNya dalam bentuk ilmu yang bermanfaat atau amal sholeh. Pada doa qunut terdapat kata-kata tawasul yang berarti kata-kata yang menerangkan adanya suatu nikmat hidayah dari Allah swt.

Mendapatkan Perlindungan

Allah akan senantiasa memberikan perlindungan bagi hambaNya yang rutin membaca bacaan doa qunut. Allah swt memberikan perlindungan baik berupa perlindungan dunia dan akhirat. Melalui bacaan doa qunut, Allah senantiasa memberikan perlindungan kepada manusia dari musibah yang sedang dilewati. Dengan begitu mereka akan senantiasa selalu berada di jalan yang lurus dan benar.

Menghindarkan Dari Berbagai Penyakit

Selain perlindungan, Allah juga akan memberikan keselamatan kepada hambaNya yang rajin melafalkan doa ini. Keselamatan bisa berupa mencegah hambaNya dari setiap jenis penyakit baik penyakit hati maupun penyakit badan. Dengan rajin membaca qunut mampu senantiasa memjaga manusia untuk berada di jalan yang lurus dan tidak melanggar hal yang bertentangan. Seseorang juga akan lebih kuat dan sehat serta tidak mufah terkena penyakit fisik.

Memberikan Berkah Terhadap Nikmat Yang Diberikan

Manfaat lainnya pada bacaan doa qunut adalah bahwa Allah swt akan selalu menganugerahkan kebaikan berbentuk berkah untuk setiap hambaNya. Baik itu sedikit maupun banyak nikmat yang telah Allah swt berikan pasti ada berkah di dalam nikmat tersebut. Dengan keberkahan yang diberikan oleh Allah swt segala sesuatunya akan jauh lebih bermakna.

Makna Bacaan Doa Qunut Saat Sholat Subuh Menurut Bahasa

Kata qunut memiliki beberapa makna apabila ditelaah secara bahasa. Berikut ini beberapa makna bacaan doa qunut saat sholat subuh, antara lain :

Sikap Tunduk Dan Taat Kepada Allah Swt

Makna sikap tanduk dan taat bisa ditemukan pada salah satu ayat di surat Al-Baqarah yaitu pada ayat 116 pada alquran. Di sana terdapat penggalan kata dengan kata dasar qunut yang diartikan tanduk.

“ Hanya milik Allah segala yang ada di langit dan di bumi, semuanya kunut (tunduk) kepada Allah. “ ( QS. Al-Baqarah : 116 ).

Perintah Untuk Mengerjakan Sholat

Makna qunut yang berarti perintah untuk sholat bisa terdapat pada Alquran surat Ali Imran ayat 43. Pada surat Ali Imran tersebut, qunut berarti perintah untuk mengerjakan sholat.

“ Hai Maryam, lakukanlah kunut (shalatlah), sujudlah, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk. “ (QS. Ali Imran : 43 ).

Sikap Tenang

Makna sikap tenang tercermin pada surat Al-Baqarah ayat 238 dimana kata qunut diartikan dengan sikap tenang. Berikut ini arti dari surat Al-Baqarah ayat 238 yang merujuk pada makna kata qunut.

“ Berdirilah menghadap Allah ( shalat ) dengan tenang. “ ( QS. Al- Baqarah : 238 )

Selain pada salah satu surat di Alquran, juga terdapat hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang menjelaskan hal serupa. Zaid bin Arqam yang merupakan salah satu sahabat Nabi Saw mengatakan bahwa ketika ayat ini turun para sahabat yang sebelum mengobrol ketika shalat lalu diam.

Zaid bin Arqam mengatakan, “Dulu kamu mengobrol ketika shalat, sampai turun ayat ini, dan kami diperintahkan untuk diam, dan kami dilarang bicara.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Berdiri Cukup Lama Ketika Sholat

Makna lainnya dari qunut menurut bahasa adalah berdiri cukup lama ketika melaksanakan sholat. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dimana kata qunut tersebut diartikan dengan berdiri dalam sebuah hadits. Doa qunut difungsikan untuk memanjangkan bacaan sholat agar berdiri lebih lama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

” Shalat yang paling utama adalah yang panjang qunutnya (berdirinya). ” (HR. Muslim).

Makna Bacaan Doa Qunut Ditinjau Dari Terjemahan

Selain dari segi bahasa, ada beberapa makna dari bacaan doa qunut ditinjau dari terjemahannya. Berikut ini beberapa makna doa qunut ditinjau dari terjemahannya, antara lain :

Meminta Ke Jalan Yang Diridhoi Allah

Allahummah-dinii fii-man hadaiit

” Ya Allah berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk.”

Setiap orang pasti selalu mengharapkan petunjuk yang benar dari Allah dan itu tercermin dalam bacaana awal. Seseorang meminta petunjuk agar mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Sehingga bisa terhindar dari kesesatan serta bisa istiqamah di dalam kebaikan dan terus beramal baik.

Selalu Meminta Keselamatan Di Dunia Dan Akhirat

wa’aafinii fii man’aafaiit

“ Berilah aku keselamatan, sebagaimana orang yang telah Engkau beri keselamatan.”

Semua umat manusia selalu menginginkan keselamatan baik dunia maupun akhirat kepada Allah swt dengan selalu menyertakan doa di setiap langkah. Untuk itulah manusia meminta keselamatan dari hal-hal buruk seperti penyakit hati, penyakit fisik dan keselamatan diri di akhirat. Qunut dimaknai sebagai doa untuk memohon keselamatan kepada Allah swt.

Permohonan Agar Allah Berkenan Menjadi Wali

Doa qunut bisa dimaknai juga sebagai permohonan agar Allah swt berkenan menjadi wali pada hambaNya jika ditinjau dari terjemahannya. Jika Allah menjadi wali setiap manusia maka seseorang akan dikasihi dan diperhatikan oleh Allah swt. Allah akan senantiasa mrnunjukkan jalan yang lurus agar tidak salah melangkah.

wa tawalla-nii fii man tawallaiit

” Jadilah wali bagiku, sebagaimana Engkau telah menjadi wali bagi hamba-Mu yang Engkau kehendaki. ”

Memohon Keberkahan Atas Karunia Yang Telah Diberikan

Melalui doa qunut, seseorang minta keberkahan atas segala sesuatu yang telah diberikan Allah swt. Keberkahan adalah sangat penting dalam hidup karena merupakan kebaikan yang melimpah dan mengalir terus menerus kepada manusia. Segala sesuatu yang tidak diberkahi oleh Allah swt maka tidak akan ada gunanya. Jika segala sesuatu diberkahi seperti harta, pekerjaan, jabatan, atau ilmu yang dimiliki pasti akan senantiasa membawa kebaikan.

wa baarik lii fii maa a’thaiit

“Berkahilah untukku terhadap apa yang telah Engkau berikan kepadaku.”

Nah itulah penjelasan lengkap mengenai bacaan doa qunut, hukum, manfaat hingga maknanya. Setiap muslim tentu mengharapkan kebaikan dan keselamatan di dalam hidupnya untuk itulah dengan mengamalkan doa qunut insya Allah akan selalu diberikan apa yang diharapkan selama ini sehingga hidup selalu berada dalam kebaikan.

Dengan mengerjakan doa wunut secara rutin insya Allah, Allah akan selalu memberikan keselamatan, keberkahan dan perlindungan di dalam hidup. Sehingga setiap manusia akan lebih mudah merasa bersyukur atas segala sesuatu yang telah dimiliki (Wallahu a’lam).

Share

One thought on “Makna Bacaan Doa Qunut, Manfaat dan Hukum Bacaannya

  1. Pingback: Kutipan Kata Islam yang Berkah Sebagai Peneduh Hati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *