Hilangnya Masa Kanak-Kanak Sebagai Dampak Negatif Internet

By |

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan jaman semakin lama makin pesat. Teknologi Informasi termasuk internet semakin pesat perkembangannya. Perkembangan teknologi di era globalisasi ini secara langsung maupun tidak langsung, mau atau tidak mau, siap atau tidak siap akan mempengaruhi hampir seluruh kehidupan di sekitar kita, dari mulai budaya kita, cara hidup kita sehari-hari. Bahkan jika kita bicara tentang cara kita berkomunikasi dan interaksi dengan sesama (teman atau kerabat)  sudah jauh berbeda dengan jaman dahulu ketika masih kecil.

 

 

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini dapat membawa dampak yang positif maupun negatif. Dampak positif yang bisa secara langsung kita rasakan adalah dapat mempermudah aktifitas kita dan pekerjaan kita. Teknologi komunikasi yang semakin pesat memang secara total mempermudah kita dalam berinteraksi sekaligus mengubah cara kita berkomunikasi dengan orang lain. Ketika teknologi komunikasi nirkabel belum berkembang sepesat sekarang, mungkin kita hanya bisa sebatas mengirim dan menerima pesan text (SMS) dan telepon. Tetapi seiring semakin pesatnya perkembangan dan penelitian tentang teknologi komunikasi nirkabel ini kita menjadi lebih dekat dengan rekan kita dalam berkomunikasi, termasuk dengan adanya fitur Video Call, pesan suara, menambahkan gambar, dan lainnya.

Bahkan sekarang kita tidak memerlukan banyak biaya untuk dapat berkomunikasi jarak jauh. Jika dulu harus mengeluarkan uang lebih untuk biaya pulsa agar lancar dalam mengirim SMS atau telepon, sekarang kita hanya membutuhkan kuota internet untuk dapat mengirim pesan text, telepon bahkan menggunakan fitur video call sekaligus. Tetapi dampak positif dan negatif seperti 2 sisi mata uang, dimana ada dampak positif tentu ada dampak negatif juga. Teknologi komunikasi yang berkembang secanggih sekarang secara tidak sadar kadang malah menjauhkan kita dari yang dekat dan mendekatkan dengan yang jauh. Karena terkadang banyak dari kita yang lebih akrab dengan orang lain yang berlokasi jauh dari kita daripada dengan orang-orang di kehidupan kita sehari-hari. Bahkan ada juga yang lebih akrab dengan orang yang bahkan belum pernah kita temui sebelumnya.

Itu sebagian kecil dampak positif dan negatif dari perkembangan teknologi komunikasi.

Nah selanjutnya bagaimana dampak perkembangan teknologi komunikasi terhadap anak-anak (usia dibawah umur 12 tahun)? Dampak positif memang komunikasi dengan orang tua dan orang-orang terdekat jadi lebih mudah dan semakin lancar. Tetapi juga ada dampak negatif nya seperti misal, karena aplikasi pengiriman pesan sekarang menyediakan fitur gambar dan video, ketika orang tua lengah atau kurang memberi pengarahan atau pendampingan pada anak maka bukan tidak mungkin terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Banyak berita cukup viral mengenai percakapan layaknya orang dewasa yang dilakukan oleh anak usia SD dan SMP. Hal ini menjadi kekhawatiran sebagian besar orang tua karena dapat berpengaruh pada mental dan moral anak mereka.

Disinilah peran orangtua semakin dibutuhkan seiring berkembangnya teknologi. Terjadi perubahan dunia anak yang dulunya mereka hidup sesuai dengan naluri mereka, bermain, menonton tayangan anak-anak, berkumpul dengan teman sekarang menjadi lebih banyak aktifitas dengan gadget mereka yang secara otomatis semakin sulit bagi orang tua untuk mengawasi anaknya. Karena tak mungkin setiap menit orang tua mengecek posel anaknya, terlebih sekarang ponsel sudah dilengkapi pengaman/kunci layar yang hanya bisa dibuka oleh pemilik atau orang yang mengetahui kode khusus untuk masuk ke menu ponsel.

Selain itu jika kita bicara tentang teknologi informasi yang juga semakin berkembang dari waktu ke waktu, maka dapat di katakan miris juga dampaknya terhadap anak-anak. Teknologi informasi sejatinya memang mempermudah bagi banyak orang untuk mendapat berbagai informasi tentang apapun yang mereka butuhkan. Dan juga informasi bisa diperoleh dengan cepat kapanpun dan dimanapun kita berada. Hal ini bisa dikatakan berdampak sangat positif untuk orang-orang yang memanfaatkan perkembangan teknologi ini dengan baik dan sesuai kebutuhan.

Yang menjadi permasalahan adalah karena teknologi informasi dapat diakses kapanpun, dimanapun dan oleh siapapun, maka berarti anak-anakpun dapat mengaksesnya dengan mudah pula. Namun tidak semua informasi atau konten yang ada diinternet sesuai dengan konsumsi anak-anak, malah banyak pula konten yang tidak pantas dilihat oleh anak-anak. Namun, selama mereka mempunyai gadget dan kuota internet, maka segala informasi dapat mereka dapatkan dengan mudah. Sering pula anak usia pelajar membutuhkan internet untuk memenuhi tugas dari sekolah yang mengharuskan mereka mencari informasi tambahan tentang tugas sekolahnya. Dalam hal ini memang internet berguna bagi mereka secara akademik. Tetapi siapa yang dapat mengawasi mereka, agar hanya menggunakan internet untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah dan sebagai sarana belajar mereka? Tidak ada, kecuali kedua orangtuanya.

Selain itu, di internet terdapat banyak iklan yang muncul secara tiba-tiba ketika kita sedang mengakses sesuatu. Iklan tersebut bisa tentang berbagai macam produk bahkan iklan dewasa. Ketika anak kita mengakses internet dan iklan dengan konten dewasa itu muncul, kemungkinan naluri keingintahuan mereka muncul. Dan secara otomatis mereka akan mencari tahu lebih lanjut tentang apapun yang mereka lihat di internet.

Belum lagi acara di televisi yang juga sudah dinilai kurang menayangkan acara-acara untuk anak-anak. Bagi pembaca yang lahir pada tahun 90-an atau lebih lama, pasti merasakan bahwa acara anak-anak lebih banyak daripada sekarang. Pada hari minggu bahkan acara anak-anak dari pagi hari ketika bangun tidur sampai sore. Pada hari – hari biasa, sore hari pasti juga ditayangkan lagi acara khusus anak entah itu musik ataupun kartun. Sedangkan saat ini, TV swasta juga kurang memperhatikan dunia anak-anak. Mereka lebih mengejar rating agar mereka mendapat pendapatan dari iklan yang mereka tayangkan. Karena semakin tinggi rating suatu acara maka semakin banyak juga iklan dari berbagai produk yang ingin ditampilkan pada selingan suatu acara.

Pemerintah sebenarnya sudah memberi solusi tentang hal ini. Seperti misal pemblokiran situs-situs dewasa di internet, kampanye internet sehaat yang bekerjasama dengan provider/operator komunikasi. Tetapi lagi-lagi ulah oknum yang tidak berpikir panjang membuat program pemerintah ini tidak berjalan mulus. Masih banyak situs yang sudah diblokir, ternyata bisa diakses kembali melalui alamat IP atau kode akses tertentu. Ibaratnya, seketat apapun peraturan dan hukuman serta sekuat apapun penegak hukum, maling selalu lebih pandai.

Solusi yang bisa dilakukan orang tua adalah memberi pengertian tentang hal apa saja yang belum boleh mereka lakukan, lihat dan pelajari sebelum menginjak usia tertentu. Dan atau memberi pelajaran mengenai anggota tubuh yang boleh dilihat dan tidak tentunya dengan bahasa anak-anak dan tidak dengan cara yang vulgar. Selain itu mendekatkan anak dengan Tuhan nya melalui ajaran agama. Bekali mereka dengan ketakutan terhadap Tuhan nya. Kemudian cara selanjutnya adalah menginstal aplikasi pembatasan akses untuk situs-situs tertentu.

Untuk menghindarkan anak-anak dari acara televisi yang kurang mendidik atau belum pantas ditonton anak-anak, maka bisa memasang TV berlangganan yang bisa kita tentukan channel dan tayangan agar cocok untuk anak-anak. Tarif bulanan TV berbayar ini juga tidak terlalu mahal dan ada yang sangat terjangkau juga. Mengeluarkan biaya lebih tetapi anak kita bisa tetap “hidup” di dunia kanak-kanak nya tidak masalah bukan? Menghindarkan mereka dari pengaruh buruk juga termasuk kewajiban kita dalam mendidik mereka.

Selain itu mungkin kita bisa berharap juga pada pemerintah seperti misal mewajibkan stasiun TV untuk menayangkan acara anak-anak di waktu-waktu tertentu. Mungkin juga bisa bekerjasama dengan banyak musisi agar lebih memperhatikan dunia anak-anak dengan menciptakan lagu anak-anak yang sifatnya mendidik. Karena tanpa kita sadari musik juga punya banyak peran dalam perkembangan anak-anak. Jika musiknya baik maka perkembangan anak bisa ke arah yang positif, tetapi jika musiknya berisi lirik kekerasan dan tema-tema dewasa maka dapat menjadikan anak-anak berwatak keras dan menjadi “dewasa” sebelum waktunya.

Kesimpulannya, pendidikan anak tidak hanya di sekolahan. Kegiatan pendidikan yang luas dan berjangka panjang adalah di rumah. Peran orang tua lebih besar ketimbang para guru di sekolah untuk menentukan karakter anak-anak di masa mendatang. Jangan biarkan anak-anak kita menjadi objek atau sarana eksploitasi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab di Internet yang hanya memikirkan keuntungan semata.

(Rio Dewangga)

Share

One thought on “Hilangnya Masa Kanak-Kanak Sebagai Dampak Negatif Internet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *