Ingin Menghemat Listrik ? Cari Tahu Terlebih dulu Penyebab Borosnya Biaya Listrik Anda !

By |

Banyak ibu-ibu rumah tangga yang mengeluh kenapa pengeluaran listriknya membengkak. Ingin menghemat listrik, namun tidak mengetahui pos-pos mana saja yang menyebabkan bengkaknya biaya listrik bulanan. Menghitung perkiraan biaya listrik tidaklah sulit asalkan Anda tahu daya peralatan listrik yang digunakan serta lama pemakaian listrik selama sebulan (berdasarkan perkiraan).

Berikut tabel biaya listrik per kwh (per Desember 2017) serta cara menghitung biaya pengeluaran listrik berdasarkan tarif dasar listrik yang berlaku :

 

Biaya tarif dasar listrik (TDL) non subsidi pemerintah saat ini adalah Rp.1467.28 per kwh.

Setelah mengetahui TDL maka selanjutnya Anda perlu tahu berapa daya yang tertera pada peralatan rumah tangga yang biasa Anda gunakan.

Misalkan untuk lampu LED  merk Philips saat Anda beli tertera daya yang digunakan 5 watt.

Jika dalam sehari Anda menyalakan lampu tersebut selama 12 jam, maka biaya per lampu selama sebulan adalah :

5 watt × Rp. 1467.28 / 1000 watt jam × 10 jam × 30 (hari) = Rp. 2.200.92

Nah setelah Anda tahu cara menghitung biaya pengeluaran alat listrik Anda, saat nya Anda melakukan pengecekan alat-alat mana saja yang memiliki kontribusi biaya cukup besar pada pengeluaran bulanan Anda.

Berikut ini merupakan contoh perhitungan pemakaian alat-alat listrik yang ada di rumah saya :

Kulkas (Lemari pendingin) 2 pintu :

Kulkas 2 pintu dengan daya  308 watt (1 buah). Menyala selama 24 jam sehari.

Biaya dalam sebulan : 308 watt x Rp.1467.28/1000 watt jam x 24 jam x 30 (hari) = Rp. 325.400 (pembulatan).

Kulkas 2 pintu dengan daya 286 watt (1 buah). Menyala selama 24 jam sehari.

Biaya dalam sebulan : 286 watt x Rp.1467.28/1000 watt jam x 24 jam x 30 (hari) = Rp. 302.142 (pembulatan).

Pendingin ruangan (AC) :

Pada AC perhitungan dayanya tidak langsung dikalikan seperti peralatan listrik lainnya. Karena kondisi nyala mesin AC yang hidup dan standby disesuaikan dengan pencapaian kondisi suhu yang telah ditetapkan (pada remote AC). Setelah suhu AC kita tetapkan, maka AC akan menyala kurang lebih 15 menit di awal untuk mencapai keadaan suhu yang sudah ditetapkan. Jika suhu yang ditetapkan (misal 25 derajat C) sudah tercapai maka mesin AC secara otomatis berubah menjadi dalam kondisi standby (sekitar 5 menit). Jika suhu naik, maka mesin AC akan nyala kembali (selama 10 menit) untuk menurunkan suhu kembali ke 25 derajat, lalu kembali lagi dalam kondisi standby selama 5 menit. Begitu seterusnya.

Berikut ini perhitungannya :

Pendingin ruangan dengan daya 860 watt (1 buah). Nyala sekitar 10 jam dalam sehari, selama 30 hari.

Biaya penggunaan listrik dalam sebulan : 860 watt x Rp.1467.28/1000 watt jam x 10 jam x (405/600) x 30 (hari) = Rp. 255.500 (pembulatan).

Pendingin ruangan dengan daya 390 watt (2 buah). 2 Nyala sekitar 10 jam dalam sehari, selama 30 hari.

Biaya penggunaan listrik dalam sebulan : 390 watt x Rp.1467.28/1000 watt jam x 10 jam x (405/600) x 30 (hari) x 2 unit = Rp. 232.000 (pembulatan).

Pendingin ruangan dengan daya 390 watt (1 buah). 1 Nyala sekitar 12 jam 8 hari dalam sebulan.

Biaya penggunaan listrik dalam sebulan : 390 watt x Rp.1467.28/1000 watt jam x 12 jam x (405/600) x 8 (hari) x 2 unit = Rp. 116.000(pembulatan).

Televisi (TV) : 

Televisi dengan daya 120 watt. Nyala sekitar 10 jam dalam 1 hari.

Biaya penggunaan listrik dalam sebulan : 120 watt x Rp.1467.28/1000 watt jam x 10 jam x 30 (hari) = Rp. 53.000 (pembulatan).

Televisi dengan daya 80 watt. Nyala sekitar 14 jam dalam 1 hari (kamar pekerja/pembantu).

Biaya penggunaan listrik dalam sebulan : 80 watt x Rp.1467.28/1000 watt jam x 14 jam x 30 (hari) = Rp. 49.300 (pembulatan).

Televisi dengan daya 85 watt. Nyala sekitar 6 jam dalam 1 hari.

Biaya penggunaan listrik dalam sebulan : 85 watt x Rp.1467.28/1000 watt jam x 6 jam x 30 (hari) = Rp. 22.450 (pembulatan).

Setrika :

Cara kerja seterika kebanyakan dewasa ini (otomatis) akan sama dengan cara kerja AC. Jika suhu panas tertentu sudah tercapai maka mesin setrika secara otomatis akan berada dalam kondisi standby (untuk beberapa menit). Kemudian jika panas sudah mulai berkurang maka mesin setrika akan nyala kembali untuk mencapai suhu panas tertentu. Begitu seterusnya sehingga perhitungannya kira-kira menjadi :

Setrika dengan kondisi daya 350 watt dan siklus hidup 2 menit – standby 2 menit. Jika dalam sehari penggunaan setrika selama 4 jam maka perhitungannya :

Biaya penggunaan listrik dalam sebulan : 350 watt x (2/4) x Rp.1467.28/1000 watt jam x 3 jam x 30 (hari) = Rp. 30.800 (pembulatan).

Perlu diperhatikan adalah bahwa lama waktu nyala dan waktu standby pada setiap jenis setrika bisa berbeda-beda. Jadi belum tentu setrika dengan watt yang lebih tinggi menjadi lebih boros daya secara keseluruhan. Hal ini ditentukan oleh kecepatan panas setrika tersebut sehingga waktu aktif nya juga bisa lebih cepat.

Charger  HP (12 buah) :

Perkiraan daya per adaptor charger 220Vx0.25 A = 44 watt. Lama penggunaan per hari 4 jam.

Maka dalam sebulan penggunaan biaya yang dikeluarkan : 44 watt x (12) x Rp.1467.28/1000 watt jam x 4 jam x 30 (hari) = Rp. 93.000 (pembulatan).

Modem Internet (1 buah) :

Lama penggunaan per hari 24 jam dengan daya 24 watt.

Maka dalam sebulan penggunaan biaya yang dikeluarkan :  24 watt  x Rp.1467.28/1000 watt jam x 24 jam x 30 (hari) = Rp. 25.000 (pembulatan).

Modem TV :

Lama penggunaan per hari 24 jam dengan daya 25 watt (1 buah).

Maka dalam sebulan penggunaan biaya yang dikeluarkan :  25 watt  x Rp.1467.28/1000 watt jam x 24 jam x 30 (hari) = Rp. 26.000 (pembulatan).

Lama penggunaan per hari 24 jam dengan daya 7.2 watt (1 buah).

Maka dalam sebulan penggunaan biaya yang dikeluarkan :  7.2 watt  x Rp.1467.28/1000 watt jam x 24 jam x 30 (hari) = Rp. 7.600 (pembulatan).

Lampu (20 buah) :

Lampu 5 watt (20 buah). Nyala sekitar 12 jam dalam 1 hari.

Biaya penggunaan listrik dalam sebulan : 5 watt x 20 x Rp.1467.28/1000 watt jam x 12 jam x 30 (hari) = Rp. 53.000 (pembulatan).

PC atau Laptop (1 buah) :  

Laptop dengan daya 65 watt (1 unit). Nyala sekitar 4 jam sehari.

Biaya penggunaan listrik dalam sebulan : 65 watt x Rp.1467.28/1000 watt jam x 4 jam x 30 (hari) = Rp. 11.400 (pembulatan).

Rice cooker (1 buah) :

Penggunaan daya 530 watt selama 1 jam dalam 1 hari selama 30 hari.

Biaya penggunaan listrik dalam sebulan : 530 watt x Rp.1467.28/1000 watt jam x 1 jam x 30 (hari) = Rp. 23.300 (pembulatan).

Jet pump (pompa sumur) :

Berdasarkan hitungan kebutuhan per orang membutuhkan 233 liter perhari daya yang digunakan untuk pompa berkapasita 350VA adalah 0.0308 kWh.

Jadi jika dalam satu rumah ada 12 orang maka kebutuhan perbulan biaya daya listrik pompa adalah :

0.0308 x Rp.1467.28 x 12 x 30 = Rp. 16.270

Jadi perkiraan total pengeluaran biaya listrik dalam sebulan adalah :

Kulkas (Rp.627.542) + AC (Rp.603.500) + TV (Rp.124.750) + Setrika (Rp.30.800) + Charger HP (Rp.93000) + Modem Internet (Rp.25.000) + Modem TV (Rp.23.600) + Lampu (Rp.53.000) + Rice cooker (Rp.23.300) +Jet Pump (Rp.16.270) = Rp.1.620.762 per bulan.

Catatan : Beberapa komponen lain yang belum saya masukkan (saya tidak tahu speknya) adalah TV lainnya di kamar pekerja, lampu kamar mandi, panggangan listrik (pemakaian 1-2 kali seminggu), pemanas air (untuk keperluan mandi), kemungkinan penggunaan hair dryer.

Secara aktual pembayaran listrik ke PLN untuk penggunaan listrik di rumah kami adalah sebesar Rp.1.8 jutaan yang jumlahnya mendekati hasil perhitungan.

Demikian cara menghitung pengeluaran listrik dalam sebulan yang disesuaikan dengan kondisi peralatan masing-masing rumah tangga.

Semoga bermanfaat !

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *