7 Cara Mendidik Anak Usia Remaja (12 – 20 Tahun)

By |

Ketika anak semakin tumbuh dewasa, terkadang ada rasa gelisah yang menyelimuti para orang tua. Sebab, dunia anak dianggap sudah berbeda. Ia sudah bisa mandiri dan tidak bergantung kepada orang tua.

Tapi orang tua tetaplah harus mengawasi dan menuntun anak, agar ia tidak salah arah. Anda harus bisa menyesuaikan cara mendidik anak remaja usia 12 – 20 tahun dengan semestinya. Jangan perlakukan dia seperti anak kecil yang membuatnya tak nyaman.

Apalagi di awal-awal usia belasan adalah momen penting dalam perkembangan fisik dan mental anak. Hal ini terkait dengan masa pubertas, yaitu masa peralihan dari anak-anak menuju remaja.

Pubertas ini adalah masa-masa yang krusial, dimana Anda harus memberikan penjelasan dan pengertian kepada anak tentang bagaimana menyikapinya.

7 Cara Mendidik Anak Remaja Usia 12 – 20 Tahun

Simaklah beberapa cara berikut ini yang berguna sebagai pembelajaran untuk mendidik anak di usia remaja :

Jalin Komunikasi Intens dengan Anak

psikologi anak usia remaja

Sebuah hubungan dapat berjalan dengan baik, ketika jalinan komunikasinya juga tak terhambat. Inilah mengapa komunikasi sangat penting dalam mendidik anak.

Seharusnya sejak ia masih kecil, Anda sudah membiasakan diri untuk melakukan komunikasi terbuka dengannya. Sehingga, ketika ia beranjak dewasa tak akan ada rasa canggung mengatakan semua hal yang dirasakannya.

Apalagi bila anak sedang memasuki masa pubertas, Anda harus tetap mendampinginya dan usahakan untuk tetap dekat dengan anak.

Sebab, anak akan butuh penjelasan tentang dirinya yang perlahan-lahan berubah. Terutama segi jasmani dari dalam maupun luar tubuh.

Bila anak Anda laki-laki, maka pada masa ini hubungan anak dengan Ayah sangatlah penting. Ayah bisa memberikan pengertian dan bagaimana tindakan yang harus dilakukan untuk menghadapi masa pubertas.

Sedangkan anak perempuan lebih disarankan untuk dekat dengan ibunya.

Berikan Pemahaman Tentang Agama

Agama merupakan salah satu unsur yang paling penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Apapun agamanya, masyarakat Indonesia bisa saling menghargai. Hal inilah yang juga bisa Anda terapkan kepada anak.

Berikan ilmu dan pengetahuan tentang agama untuknya, sebagai bekal masa depan. Sebab dengan adanya pendidikan agama, anak dapat tumbuh menjadi orang yang lebih jujur, sopan, dan berakhlak.

Ajari juga untuk menghormati kepercayaan orang lain. Jangan sampai anak terlibat konflik dengan orang lain karena masalah agama.

Tunjukkan Rasa Kepercayaan Anda Kepada Anak

Anak yang usianya semakin bertambah, ia mulai bisa melakukan aktivitas sendiri tanpa bantuan orang tua.

Contoh sepelenya adalah berangkat dan pulang sekolah. Mungkin sedari kecil Anda terbiasa mengantar jemput anak. Tapi lama kelamaan ia bisa melakukannya sendiri. Ia bisa berangkat dan pulang menggunakan transportasi umum.

Anda harus mulai menyadari bahwa mereka sudah bisa sendiri. Tak apa jika sesekali masih mengantar jemput. Tapi tunjukkan kepada anak bahwa Anda telah mempercayai mereka.

Tak hanya masalah antar jemput saja. Anak juga akan memiliki jadwal yang semakin padat di sekolah. Kegiatan organisasi maupun ekstrakurikuler pun diikuti demi meningkatkan kualitas diri.

Beri dukungan kepada anak untuk memilih kegiatan yang ia sukai, selama hal tersebut masih positif. Jangan menjadi orang tua yang terlalu mengekang.

Dengan kepercayaan dan dukungan tersebut, secara tak langsung akan menumbuhkan sikap tanggung jawab anak.

Biarkan Anak Bersosialisasi dengan Lingkungannya

Dunia anak akan semakin luas ketika ia mulai bersekolah. Di situ ia akan mengenal teman-teman sebaya maupun para tetangga di sekitar rumah.

Sebagai orang tua yang baik, Anda harus bisa membiarkan anak bersosialisai dengan lingkungan mereka di sekolah maupun di rumah. Hal ini dapat memacu perkembangan positif yang membuat anak mudah diterima dari kalangan manapun.

Tapi berilah mereka pengertian bahwa bersosialisasi tidak boleh berlebihan. Ingatkan tentang tanggung jawabnya sebagai seorang anak di rumah.

Berikan Perintah dan Larangan pada Kondisi yang Tepat

Terkadang perintah dan larangan dari orang tua kepada anak bisa menjadi bumerang tersendiri. Anda harus bisa menciptakan kondisi, dimana anak akan merasa nyaman dan ikhlas melakukan perintah serta menerima larangan Anda.

Ketika Anda butuh bantuannya, ucapkan dengan cara yang lembut. Jangan menggunakan teriakan yang mengintimidasi, karena ia tak akan menyukainya.

Lalu untuk masalah larangan, Anda bisa melarang anak melakukan sesuatu yang dirasa tidak akan bermanfaat untuknya.

Jangan sampai Anda melarang anak tanpa alasan yang jelas, karena ia pasti akan bertanya-tanya mengapa hal tersebut tak boleh dilakukan. Pada akhirnya anak bisa membangkang dan tetap melakukan larangan tersebut.

Baca juga: Mengenal perkembangan psikologi anak

Jadikanlah Diri Sebagai Teladan yang Baik untuk Anak

Orang tua dianggap sebagai pahlawan dan pelindung bagi anak. Mereka akan menirukan setiap perbuatan yang dilakukan oleh orang tua. Mulai dari kebiasaan, bagaimana cara bersikap, hingga ucapan yang digunakan.

Oleh karena itu, cobalah menjadi orang tua yang memberikan contoh baik.Hilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat ditiru oleh anak.Ajarkan pula bagaimana sikap dalam menghadapi suatu masalah. Jaga lisan Anda di rumah agar anak tidak mempraktekkannya kepada orang lain.

Dengarkan dan Hargai Pendapatnya

Ketika melakukan sebuah diskusi, ajaklah anak untuk menyampaikan apa yang dipikirkannya. Setelah itu dengarkan dengan baik dan tunjukkan perhatian Anda kepadanya. Hal ini akan membuat anak merasa dihargai.

Jangan sela pembicaraannya dan sampaikan terima kasih atas pendapatnya tersebut.Setelah itu Anda bisa mengutarakan respon atas pendapatnya.

Begitulah teknik-teknik cara mendidik remaja usia 12 – 20 tahun. Mendidik anak sesuai dengan usianya selalu mendatangkan tantangan tersendiri. Tapi janganlah menyerah untuk bisa menjadikannya sebagai manusia yang baik dan berkualitas.

(Ika Pratiwi)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *