Cara Transaksi Bisnis dan Jual Beli dalam Islam

  • Whatsapp

Islam merupakan agama yang sempurna. Kesempurnaan islam terlihat dari syariatnya yang penuh dengan hikmah dan sesuai dengan fitrah manusia. Salah satunya adalah bimbingan islam dalam berbisnis dan berjual beli.

Terkait dengan bisnis dan jual beli, Allah Azza Wajalla berfirman :

Tips-Bisnis-Nabi-1

Ayat di atas memberikan sebuah ketentuan bahwa dalam urusan muamalah, termasuk dalam urusan jual beli, asalnya adalah halal karena Allah telah menghalalkannya, sampai datang dalil yang menunjukkan haramnya sebuah jual beli tertentu.

Sebagai contoh jual beli barang-barang kuno untuk dikoleksi. Selama benda-benda tersebut tidak bercampur dzatnya dengan yang haram dan jual belinya memenuhi aturan jual beli yang ditetapkan di dalam syariat, maka hukumnya halal.

Apa dalil akan kehalalannya? Dalilnya adalah ayat di atas yang menunjukkan asal jual beli adalah halal, sampai ada dalil yang menunjukkan haramnya jual beli tertentu.

Contoh yang lain adalah jual beli anjing. Apa hukum jual beli anjing? Ingat, asal jual beli adalah halal.

Oleh karena itu, jika kita mengatakan kalau hukum jual beli anjing adalah haram, maka kita harus mendatangkan dalilnya.

Tentu saja tidak ada keraguan kalau hukum jual beli anjing adalah haram. Kita memiliki dalil akan haramnya.

Diantara dalilnya adalah apa yang disampaikan oleh sahabat Abu Mas’ud Al Anshori radhiyallahu ‘anhu:

Tips-Bisnis-menurut-Nabi-2

Detail Penjelasan Bisnis dan Jual Beli dalam Islam

Sungguh pada diri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam terdapat teladan yang terbaik bagi manusia secara umum dan bagi kaum muslimin secara khusus. Allah Azza Wajalla berfirman :

Tips-Bisnis-3

Teladan pada diri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bagi kita dalam berbagai hal. Salah satunya dalam masalah jual beli dan berbisnis.

Jika kita ingin meraih keuntungan dan keberkahan dalam jual beli dan bisnis yang dijalankan, mau tidak mau kita harus mengikuti tips jual beli dan bisnis yang telah dibimbingkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Adapun detail penjelasannya adalah sebagai berikut :

1.Mempermudah dan tidak mempersulit dalam jual beli

Salah satu bimbingan dan tips jual beli dan bisnis menurut Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam adalah memberikan kemudahan dan transaksi jual beli dan bisnis, serta tidak mempersulit.

Selama transaksi bisa berjalan sesuai syariat dan tidak menimbulkan kerugian kepada salah satu dari dua pihak, maka berikan kemudahan.

Disebut dalam sebuah hadits, dari sahabat Jabir Radhiallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

Menjalankan-Bisnis-dalam-Islam-4

Al-Imam ibnu Baththol Rahimahullah berkata tentang hadits di atas :

Syariat-Islam-dalam-jual-beli-5

“Di dalam hadits tersebut terdapat anjuran untuk bersikap tasaamuh (memberikan kemudahan dan tidak mempersulit), bermuamalah dengan baik, menggunakan akhlak-akhlak yang tinggi dan mulia, serta meninggalkan sikap kikir dan pelit dalam jual beli. Sebab hal itu merupakan sebab keberkahan dalam jual beli, karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidaklah memberikan anjuran kepada ummatnya kecuali kepada hal-hal yang bermanfaat bagi mereka dalam kehidupan dunia dan akhirat.” (Syarh Shohih Al-Bukhori 6/210).

2.Bersikap jujur dalam menjalankan bisnis dan jual beli

Salah satu sebab kesuksesan seseorang dalam bisnis dan jual beli yang dijalankannya adalah ketika dia bersikap jujur dan tidak suka berdusta terkait bisnis dan jual beli tersebut.

Tatkala orang-orang mengetahui kejujurannya, para calon konsumen tidak akan ragu untuk menjalin kerjasama dengannya karena mereka sudah menaruh kepercayaan besar terhadapnya.

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri telah jauh-jauh hari sudah memberikan bimbingan dalam hal ini. Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا ، فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا ، وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

“Jual beli itu dengan cara Al-Khiyaar, selama keduanya (penjual dan pembeli) belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menjelaskan (kekurangan yang terdapat pada barang jualannya) maka akan diberkahi pada jual beli keduanya. Jika keduanya saling menyembunyikan dan berdusta, maka akan dihapus berkah jual beli keduanya.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhori no.1973 dan Muslim no.1532).

Makna Al-Khiyaar adalah pembeli dan penjual diberikan hak di dalam syariat islam untuk membatalkan transaksinya selama keduanya belum berpisah.

Ini termasuk kasih sayang di dalam islam. Sebab, terkadang penjual atau pembeli tiba-tiba merasa menyesal setelah menjual atau membeli sebuah produk tertentu, atau tiba-tiba kebutuhan mereka untuk menjual atau membeli tiba-tiba hilang sebelum keduanya berpisah.

Dengan adanya hak khiyar, orang-orang betul-betul merasakan kelapangan dalam transaksi bisnis dan jual beli yang dijalaninya.

3.Memberikan nilai yang sesuai untuk barang yang akan dibeli

Salah satu bimbingan dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam terkait jual beli adalah bersikap Al-Musaawamah.

Maknanya, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam terbiasa melihat sebuah barang yang diperdagangkan lalu memberikannya harga yang sesuai.

Hal ini tentu saja sangat menguntungkan kedua pihak.

Pihak penjual diuntungkan karena dia mendapat nilai yang sesuai, sedangkan pihak penbeli diuntungkan karena mendapatkan harga barang yang sesuai dengan kualitas yang akan dinikmatinya nanti.

Bisnis-dalam-Islam-6

“Dari Suwaid bin Qais, dia berkata “Saya dan Makhromah Al-‘Abady membawa pakaian dari daerah Hajar (sebuah kota di Yaman). Lalu kami membawa pakaian tersebut ke Kota Mekkah. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam  mendatangi kami berjalan kaki lalu menawar untuk membeli sirwal dengan harga yang sesuai. Maka kamipun menjualnya kepada beliau. Di sana ada seorang lelaki yang menimbang harga pakaian (dengan nilai emas dan perak) lalu meminta upah atas menimbang tersebut. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda “Timbanglah dan tambahkanlah.” (Diriwayatkan oleh Abu Daud dan dishohihkan Al-Albani).

Maksud kalimat  “Timbanglah dan tambahkanlah.” adalah Timbanglah harga barang tersebut sehingga terpenuhi haknya dan tambahkanlah.”

4.Menjauhi jenis bisnis dan jual beli yang diharamkan

Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

Oleh karena itu, sepantasnya bagi seorang muslim dan muslimah untuk senantiasa menjadikan keberkahan dalam bisnis dan jual beli yang dijalankannya sebagai tujuan utama yang ingin dicapai.

Sebab keuntungan yang didapatkan meskipun sedikit nilainya akan menjadi besar juga disebabkan keberkahan yang didapatkan.

Wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk menjauhi seluruh bentuk transaksi bisnis dan jual beli yang diharamkan.

Sebesar apapun potensi keuntungan yang akan didapatkan dari sebuah transaksi, jika dzat benda dan jasa yang akan ditransaksi atau jenis dan model transaksinya diharamkan, maka hendaknya hal tersebut dijauhi dan jangan diambil.

Sebab, disamping mendapatkan dosa karena terjatuh ke dalam transaksi yang haram, hal tersebut juga mengakibatkan hilangnya keberkahan.

Jika keberkahan hilang, sebanyak apapun hasilnya tidak akan memberikan kepuasan dan ketenangan.

Demikianlah informasi seputar bimbingan dan tips binis dan jual beli menurut Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Semoga uraian yang kami sampaikan di atas bisa menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat bagi kaum muslimin dan muslimat. Amiin.

Edwin
  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *