Ingin Belajar Tajwid? Berikut ini Aturan dan Manfaatnya

  • Whatsapp

Sebagai umat Islam tentu diwajibkan untuk mempelajari, membaca sekaligus mengamalkan Al Quran. Selain Al Quran, kita juga memiliki kitab tuntunan yaitu hadist dari Rasulullah Muhammad SAW.

Belajar-Tajwid

Adapun Al Quran dan hadist tersebut tersusun dari bahasa Arab yang sangat indah.

Untuk itu, umat muslim diwajibkan untuk mempelajari cara membaca Al Quran dan Hadist tersebut secara baik dan benar, agar saat membaca atau melantunkannya dapat terdengar dengan indah dan juga merdu.

Oleh sebab itu, belajar ilmu tajwid sangat penting bagi setiap umat Islam.

Hal terpenting dari mempelajari ilmu tajwid itu sendiri ialah agar setiap orang mampu membaca Al Quran dengan baik dan benar serta memahami isi di dalam Al Quran.

Ketika Anda telah mengenal dan mempelajari tajwid dengan baik maka Insya Allah bacaan Al Quran Anda juga akan baik dan bagus.

Ilmu Tajwid : Pengertian, Istilah, Hukum, Tujuan

Pengertian Tajwid

Kata tajwid berasal dari kata jawadda yang memiliki arti melakukan sesuatu secara indah, bagus dan membaguskan.

Kemudian, dalam ilmu Qiraah, tajwid memiliki arti mengeluarkan huruf-huruf dari tempatnya sesuai dengan sifat-sifat yang ada pada huruf-huruf tersebut.

Adapun pengertian tajwid dari segi istilah yaitu memperbagus atau memperindah bacaan pada kitab suci Al Quran yang disertai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid yang berlaku pada setiap huruf dalam Al Quran.

Imam Ali bin Abi Thalib juga menyatakan bila tajwid adalah mengeluarkan tiap huruf serta makhrojnya dengan memberikan hak kepada setiap huruf.

Hak huruf yang dimaksudkan di sini ialah sifat yang melekat pada tiap huruf seperti Iqlab, Qalqalah, dan lain-lainnya.

Begitu pula pada mustahaq huruf yang merupakan sifat huruf yang disebabkan oleh iqlab, izhar dan lain-lainnya.  

Istilah-Istilah Khusus Dalam Tajwid

Dalam tajwid juga terdapat beberapa istilah yang harus Anda pelajari dan pahami dengan baik agar saat membaca Al Quran maupun hadist maka bacaan Anda tidak berantakan dan tidak memiliki arti yang menyimpang dari Al Quran.

Berikut ini adalah beberapa pengelompokan ilmu tajwid yang harus Anda perhatikan dengan baik dan benar.

  • Makhrajul huruf, merupakan tempat keluar dan tempat masuknya huruf hijaiyah yang ada di dalam Al Quran.
  • Shifatul huruf, merupakan tata cara mengucapkan ataupun melafadzkan tiap-tiap huruf dalam Al Quran.
  • Akhamul huruf, merupakan ilmu tajwid yang membahas tentang hubungan antara satu huruf dengan huruf-huruf lainnya.
  • Ahkamul Maddi Wal Qasr, merupakan ilmu yang mempelajari tentang panjang pendeknya suatu bacaan saat melafadzkan setiap kata di dalam Al Quran.
  • Ahkamul Waqaf Wal Ibtida’, merupakan ilmu tajwid yang mempelajari tentang huruf di mana Anda bisa memulai bacaan atau kapan Anda bisa berhenti membaca pada tiap bacaan di dalam Al Quran.

Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid

Hukum dalam mempelajari ilmu tajwid dari segi kaedah-kaedah ilmiyyah maka hukumnya adalah fardhu kifayah ditinjau dari keumuman kaum muslimin.

Hukum fardhu kifayah yang di maksud di sini adalah jika di antara Anda sudah ada yang mempelajari teori dan istilah di dalam tajwid, maka kewajiban tersebut pun dinyatakan gugur untuk orang lain.

Adapun hukum membaca Al-Quran dengan tajwid maka yang paling kuat hukumnya adalah sunnah, bukan wajib.

Yang wajib adalah membaca Al-Quran sesuai dengan bahasa arab, yakni pengucapan huruf dan harokatnya sesuai dengan bahasa arab.

Asy-Syaikh bin Baz Rahimahullah berkata :

Hukum-Belajar-Tajwid

“Hukum-hukum tajwid hukumnya sunnah dan bukan wajib. Jika seseorang membaca Al-Quran dengan bahasa arab maka sudah mencukupi, Alhamdulillah. Akan tetapi disyariatkan baginya untuk membaca Al-Quran kepada orang yang lebih berilmu dari dia sehingga dia bisa membacanya dengan baik. Jika dia membacanya dengan tajwid kepada seseorang yang mengetahui hal tersebut (mengetahui ilmu tajwid) maka hal ini termasuk bab kesempurnaan, bab keutamaan, bab perhatian untuk itqan quran (Meluruskan bacaan Al-Quran), dan membacanya sesuatu dengan cara membaca yang diridhai. Kalau tidak demikian, maka hal tersebut bukanlah syarat, bukanlah kewajiban, dan tidak ada dalil akan hal tersebut (menunjukkan wajibnya). Jika dia membacanya dengan bahasa arab dan meluruskannya berdasarkan bahasa arab, meskipun dia tidak membaca dengan idgham (yang harusnya idgham), atau tidak menebalkan huruf ro’ dan semisalnya, atau menipiskan huruf ro’, atau membaca dengan izhar pada tempat idgham, atau membaca dengan idgham pada tempat izhar, maka hal tersebut tidak memudhorotkannya.” (lihat : bit.ly/hukum-tajwid).

Macam-Macam Hukum Tajwid

A.Hukum bacaan nun mati atau tanwin

  1. Izhar dan huruf izhar : Izhar dapat diartikan jelas atau terang. Jika terdapat nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ /نْ) yang bertemu dengan salah satu huruf halqi maka harus dibaca dengan jelas.
  2. Idgham dan huruf idgham : Idgham biggunah yaitu membaca huruf dengan cara dilebur dan disertai dengung. Adapun cara membacanya yaitu memasukkan atau meleburkan huruf nun atau tanwin ke dalam huruf setelahnya yang kemudian disertai dengan dengung.
  3. Iqlab dan huruf iqlab : Iqlab memiliki arti menukar atau menggantikan. Jika terdapat nun mati atau tanwin yang bertemu dengan huruf bam aka cara membacanya ialah dengan cara menyuarakan atau merubah bunyi نْ dengan bunyi (مْ). Adapun cara pengucapannya yaitu dengan merapatkan kedua bibir sambil mendengung.
  4. Ikhfa dan huruf ikhfa : Ikhfa dapat diartikan sebagai menyamarkan atau tidak jelas. Jika terdapat nun mati atau tanwin (ـًـٍـٌ /نْ) yang bertemu dengan salah satu huruf ikhfa maka huruf tersebut dibaca secara samar. Dalam pengertian hukum tajwid, ikhfa merupakan salah satu hukum yang disematkan pada bacaan nun mati ataupun tanwin (ـًـٍـٌ /نْ) saat bertemu dengan salah satu di antara 15 huruf hijaiyah di dalam Al Quran.

B.Hukum membaca Ra

Adapun hukum dalam membaca Ra terbagi dalam tiga bagian, yaitu:

1.Ra dibaca secara tebal apabila dalam keadaan:

  • Ra memiliki harkat fathah
  • Ra memiliki harkat dhummah
  • Ra diwakafkan sebelum huruf yang memiliki harkat fathah atau dhummah
  • Ra sukun sebelum huruf yang berbaris fathah atu dhummah
  • Ra sukun saat wakaf sebelumnya terdapat huruf alif atau wau yang mati
  • Bila Ra terletak setelah hamzah wazhal

2.Ra dibaca tipis jika dalam keadaan:

  • Ra memiliki harkat kasrah
  • Ra sukun sebelum huruf yang memiliki harkat kasrah dan sesudahnya bukanlah huruf ist’la
  • Ra sukun sebelum huruf yang memiliki harkat kasrah dan setelah huruf istl’a dalam kata yang terpisah
  • Ra sukun karena wakaf maka huruf sebelumnya berharkat kasrah atau ya sukun
  • Ra sukun karena wakaf sebelumnya bukan huruf isti’la serta sebelumnya telah didahului oleh huruf yang berbaris kasrah.

3.Ra bisa dibaca tafkhim maupun tarqiq jika :

  • Ra sukun sebelumnya yang memiliki harkat kasrah dan setelahnya huruf isti’la berharkat kasrah dan kasratain
  • Ra sukun karena wakaf. Sebelum huruf isti’la yang memiliki baris mati yang berawal huruf kasrah

C.Hukum bacaan maad

Adapun pengertian dari mad adalah memanjangkan suara suatu bacaan. Huruf mad sendiri terdiri dari tiga yaitu ا و ي. Jenis mad dibagi menjadi dua macam yaitu:

  1. Mad Ashli
  2. Mad Far’I

Tujuan  Mempelajari Ilmu Tajwid

Tujuan utama dalam mempelajari ilmu tajwid adalah agar Anda dapat membaca Al Quran dengan baik dan benar.

Selain itu, dengan mengetahui dan memahami ilmu tajwid, Anda juga akan lebih terjaga dari setiap kesalahan dalam pembacaan, pelafadzan, dan juga pengartian bacaan dalam Al Quran karena dalam setiap huruf serta kata  di dalam Al Quran memiliki makna tersendiri di dalam pembacaannya.

Tak hanya itu, dengan mempelajari ilmu tajwid sejak usia dini maka Anda akan lebih mudah dan cepat dalam mempelajari serta memahami isi Al Quran, baik itu dari segi bacaannya maupun dari segi arti Al Quran itu sendiri.

Dengan bersungguh-sungguh mempelajari ilmu tajwid maka Insya Allah Anda tidak akan menemui kesulitan lagi saat membaca Al Quran maupun Hadist.

  • Whatsapp

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *