Ingin Jadi Pedagang atau Pengusaha ? Ketahui Perbedaannya

By |

Dari headline artikel ini pasti banyak pembaca yang bingung. Karena sebagian dari kita pasti menganggap bahwa ketika orang itu berdagang apalagi laris, sudah bisa disebut usahawan atau pebisnis.

 

 

Mari kita coba kupas satu persatu tentang pengertian 2 kata yang sekilas adalah kegiatan yang sama.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Dagang atau berdagang adalah semua kegiatan yang melibatkan aktifitas jual beli untuk mendapatkan keuntungan/laba. Sedangkan pedagang adalah orang yang mencari nafkah dengan berdagang atau yang melakukan kegiatan menjual barang untuk mendapat keuntungan.

Kemudian, definisi Bisnis menurut KBBI adalah usaha komersial dalam dunia perdagangan,bidang usaha. Sedangkan Pebisnis adalah orang yang melakukan kegiatan bisnis.

Lho? Ternyata serupa tapi tak sama ya sobat? Memang dari segi verbal atau kata antara pedagang dan pengusaha atau pebisnis itu hampir sama. Keduanya bertujuan untuk memperoleh laba atau keuntungan, keduanya sama-sama melakukan kegiatan dagang dan jual beli, entah itu berupa barang atau bisa juga jasa.

Lalu kalau begitu letak perbedaannya yang mendasar apa? Letak perbedaan yang mendasar ada pada cara mereka mendapatkan keuntungan dan pola pikir keduanya.

Bukankah cara keduanya mendapat laba adalah sama-sama menjual barang ataupun jasa? Ya, memang benar. Tetapi pengusaha atau pebisnis itu lebih mungkin berpotensi mendapat laba atau keuntungan yang lebih banyak dibandingkan dengan yang pedagang lakukan.

Karena kebanyakan pengusaha mempunyai dasar ilmu dan rencana yang lebih matang dibanding pedagang. Mereka mempunyai strategi dan langkah-langkah yang lebih sistematis.

Kemudian perbedaan mendasar yang kedua adalah pada pola pikir. Pola pikir atau mindset itu bisa disebut penting karena pola pikir ibarat sebagai koridor kita untuk berjalan ke suatu tujuan. Atau bisa disebut juga langkah nyata dari visi kita. Nah pertanyaan berikutnya, pola pikir yang berbeda itu seperti bagaimana? Pola pikir mayoritas pedagang adalah hanya berjualan mendapat laba untuk memenuhi kebutuhan dan tabungan. Sedikit pedagang yang memikirkan bagaimana usahanya bisa berkembang. Faktornya banyak, mungkin dari sisi modal, ekonomi, keterbatasan ilmu (maaf seperti misal tingkat pendidikan). Walau sebenarnya tentang pendidikan seseorang tidak lantas menentukan bisa menjadi usahawan atau tidak.

Sedangkan pola pikir yang dimiliki seorang usahawan atau pebisnis lebih ke laba atau keuntungan yang bertahan jangka panjang. Tujuan dari pedagang dan pebisnis pun juga sudah berbeda. Pedagang hanya bertujuan bagaimana balik modal cepat. Kalau bisa malah dalam waktu singkat. Sedangkan pebisnis lebih memikirkan bagaimana membangun sebuah sistem dari kegiatan berdagang yang telah ia lakukan. Sistem untuk apa? Agar di masa mendatang, dia tidak harus melakukan kegiatan berdagang lagi untuk mendapat pemasukan. Karena dengan mempunyai sistem, dia cukup hanya memonitor saja agar sistem atau standar operasional yang sudah dia bangun berjalan dengan seharusnya. Lalu dia merekrut tenaga pemasar ahli, staf pelaporan dan pencatatan dan lainnya untuk menunjang sistem yang dia rancang. Dengan begitu semakin lama, pekerjaan dia semakin ringan tetapi penghasilan semakin naik jika dalam grafik.

Jadi pada intinya, pebisnis adalah pedagang besar? Iya pada akhirnya.

Lebih tepatnya adalah, pebisnis itu level selanjutnya yang dicapai oleh pedagang. Tetapi tentunya bukan dicapai dengan mudah. Jika mudah, mungkin tidak akan ada pedagang kecil. Pedagang yang bisa mengembangkan usahanya menjadi beranak cabang banyak itu juga sudah bisa disebut Pebisnis. Karena dia mempunyai pola pikir yang sama dengan pebisnis.

Lalu apa saja hal yang harus diperhatikan agar naik kelas menjadi pebisnis?

 

Berikut beberapa hal menurut penulis :

 

Tips agar Naik Kelas Menjadi Pebisnis atau Pengusaha (Sukses)

 

* Jangan terlalu berfokus pada jangka pendek

Memang tujuan berdagang adalah mendapat keuntungan, apalagi jika modal yang kita keluarkan tidak sedikit. Tetapi kita juga harus berfikiran realistis bahwa merintis usaha bukan semudah membalikkan telapak tangan. Merintis usaha memerlukan proses dan waktu, tidak ada yang instan. Termasuk dalam hal mendapat laba. Pikirkan juga tentang keberlangsungan usaha di masa mendatang.

* Pikirkan tentang pengembangan usaha

Dalam berdagang, sebaiknya juga milikilah keinginan untuk berkembang. Rencanakan tentang mempunyai cabang jika usaha yang anda rintis sudah mulai banyak peminat.

* Miliki kegigihan

Didunia berdagang atau jual beli entah itu barang ataupun jasa, pasti memiliki tantangan didalam perjalanannya. Tidak ada usaha yang tanpa resiko atau kendala. Tetapi jangan pula ketika kita menemui kendala lalu langsung berputus asa dan menyerah. Kendala itu untuk kita atasi, dan resiko itu ada untuk kita antisipasi. Lebih baik tetap berusaha mencaro solusi agar usaha dagang anda tetap berjalan.

* Selalu belajar

Yang dimaksud belajar disini salah satunya adalah memperdalam tentang produk yang anda jual sendiri. Penguasaan terhadap produk sangat penting ketika seorang pedagang ingin naik kelas menjadi pebisnis sukses. Dengan begitu anda bisa paham bagaimana melakukan inovasi agar pembeli tidak jenuh atau untuk menghadapi kompetitor atau persaingan.

Kedua adalah jangan lelah untuk belajar dari usahawan yang lebih sukses dari anda, ambil ilmunya dan coba terapkan.

Lalu, apa harus juga berpendidikan tinggi untuk menjadi pebisnis?  Tidak. Bukankah sudah banyak contoh pebisnis yang tingkat pendidikannya tidak tinggi bahkan hanya sampai sekolah dasar? Bob Sadino, Sukiyat, Dan masih banyak lainnya, lihat di Google.

* Andalkan Tuhan

Sebagai manusia kita hanya bisa sebatas berusaha semaksimal dan semampu kita untuk mencapai apapun yang kita inginkan. Namun pemegang keputusan tertinggi tetap Tuhan yang menciptakan kita. Jadi libatkan Tuhan dalam setiap usaha dan tindakan kita sekecil apapun. Tanpa bantuan-Nya mustahil kita akan mencapai apapun yang kita inginkan.

Nah itu adalah beberapa hal yang menurut saya penting untuk dimililki setiap pedagang yang memang memiliki tujuan jangka panjang dan ingin naik kelas menjadi pebisnis.

Tetapi jika pedagang hanya memikirkan keuntungan jangka pendek dan enggan keluar dari zona nyaman untuk bisa berkembang, maka dia harus terus berdagang jika ingin mendapat penghasilan. Karena dia belum sadar hebatnya sistem. Dengan sistem maka akan lebih mudah untuk berkembang.

Mengenai sistem, tidak ada patokan tentang menilai bagaimana suatu sistem itu dikatakan baik dan bagaimana yang buruk atau salah. Menurut saya, karena sistem itu kita sendiri yang merancang, maka sistem yang baik itu adalah sistem yang selalu di kawal perjalanannya. Sebagai pebisnis, pekerjaan utamanya hanya mengontrol dan memastikan bahwa sistem atau yang biasa disebut SOP (Standar operasional dan Prosesur) yang dia rancang berjalan dengan semestinya.

Mulai dari keuangan, kinerja karyawan terutama yang berkaitan dengan pemasaran itu dapat terkontrol dengan baik.

Nah, dari sini kita juga dapat menarik kesimpulan bahwa perbedaan pedagang dengan pebisnia walaupun sama-sama berdagang adalah jika pebisnis lebih berperan menjadi pengawas. Jika didalam perusahaan, dia ada pada jajaran manajemen, meskipun dia sebenarnya sebagai owner.

Karena Secara logika jika anda seorang pemilik usaha dan telah mempunyai banyak cabang maka secara otomatis akan selalu memastikan bahwa usaha anda berjalan sama seperti ketika masih anda kelola sendiri. Segala sesuatunya harus sesuai dengan prosedur yang anda terapkan sebelumnya.

Jadi janganlah berkecil hati jika saat ini usaha anda masih kecil dan anda masih sebagai seorang pedagang. Masih banyak jalan menuju roma, banyak jalan asalkan anda mempunyai tekad yang kuat untuk menemukan jalan dan belajar.

Semoga sedikit tulisan ini dapat bermanfaat untuk anda. Semoga juga saya selalu diberi semangat untuk selalu berbagi ilmu sederhana dari pengalaman saya maupun orang terdekat saya pada anda.

Salam hangat, salam semangat berbisnis !

(Rio Dewangga)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *