Bagaimana Cara Kerja Air Conditioner (AC)?

Dengan kondisi cuaca Indonesia yang beriklim khatulistiwa, tidak heran jika banyak penduduk Indonesia yang menggunakan AC untuk mendinginkan ruangan.

Pada tahun 2017, ada 21.25% orang di Indonesia yang menggunakan AC untuk mendinginkan udara di rumah masing-masing.

Meskipun sering digunakan, sebagian orang tidak memahami mengenai bagaimana cara kerja air conditioner.

Sebagian orang mungkin merasa tidak perlu mengetahui cara kerja air conditioner. Namun, tidak adalah salahnya mempelajari prosesnya, sehingga ketika terjadi kerusakan, para pengguna dapat mencari dan mengetahui penyebabnya.

Komponen Utama Dalam AC

Cara kerja AC
Source: Carrier

Sebelum mengetahui lebih detail mengenai bagaimana cara kerja air conditioner, ada baiknya para pengguna mengetahui 4 komponen utama yang membuat AC mengeluarkan udara yang dingin.

Yang pertama adalah kondensator. Fungsi dari komponen ini adalah mengonvesikan wujud refrigerant dari yang semula bentuk gas menjadi cair dengan temperatur refrigeran.

Komponen utama kedua yang ada pada AC dan memiliki peran yang cukup penting adalah kondensor. Pada AC, komponen ini berfungsi untuk mendinginkan cairan refrigerant jika sudah mulai panas. Bentuknya sendiri seperti  jalur pipa dengan bentuk dipipihkan dan berkelok-kelok.

Selanjutnya ada komponen evaporator dan pipa kapiler. Evaporator pada AC berfungsi untuk mengalirkan panas dari udara menuju ke refrigeran. Nantinya refrigerant akan mengubah zat cair menjadi uap air.

Terakhir, pipa kapiler memiliki fungsi untuk menurunkan tekanan dan aliran dari refrigeran menuju ke evaporator.

Proses Kerja AC

Setelah memahami komponen utama pada AC, saatnya mengetahui bagaimana cara kerja air conditioner.

Kerja AC sebenarnya dimulai sejak pengguna menyalakan AC tersebut. Untuk lebih detailnya berikut adalah penjelasan singkat mengenai proses kerja AC:

1. Menyalakan AC & Pengiriman Sinyal Thermostat

Thermostat AC
Sumber : Denso

Cara kerja air conditioner yang pertama dimulai dengan menyalakan AC terlebih dahulu. Ketika orang menyalakan AC, suhu terakhir yang digunakan akan muncul pada layar.

Pengaturan suhu ini sebenarnya dilakukan melalui sebuah komponen bernama thermostat. Selanjutnya, thermostat akan mengirimkan sinyal atau sensor untuk memulai proses pendinginan.

Selanjutnya, kompresor akan mulai menyala, agar refrigeran dalam sistem AC akan mulai melakukan fungsinya.

Pada saat menyala, semua sistem di dalam AC juga akan mulai menyala termasuk kipasnya.

Baca juga: 5 Brand AC Hemat Listrik untuk Rumah Anda.

2. Refrigeran Menyerap Udara Panas Ruangan

EVAPORATOR

Selanjutnya refrigerant dingin akan terhenti di bagian komponen evaporator. Di komponen ini, udara dingin akan bertemu langsung dengan udara panas, dengan menyerap udara panas dalam prosesnya.

Nantinya, udara akan menjadi lebih dingin, sedangkan refrigerant berubah menjadi hangat. Apabila udaranya terlalu lembab, maka udara tersebut akan berubah menjadi air.

Jadi, tanpa disadari oleh banyak orang, selain sebagai pendingin ruangan, AC uga bekerja sebagai dehumidifier. Nantinya air tersebut akan dibuang melalui ke luar ruangan melalui pipa yang sudah tersambung dengan AC. Dengan begitu, air tersebut tidak akan merusak AC atau menyebabkan ruangan menjadi basah.

3. Mengirimkan Udara Dingin Kembali ke Dalam Rumah

AC Refrigerant

Jika sudah melalui proses diatas, maka proses selanjutnya adalah mengirimkan udara dingin kembali ke dalam ruangan. Kipas yang ada di dalam AC akan mengirimkan kembali udara dingin yang berada di sekitar evaporator untuk kembali ke dalam ruangan.

Bagi yang menggunakan Ac sentral, maka udara akan mengalir melalui setiap saluran yang ada agar semua ruangan bisa tampak dingin secara seragam.

Sebaliknya, bagi yang menggunakan split system, maka tingkat kedinginan yang masuk ke dalam ruangan akan terbagi sesuai dengan pengaturan suhu.

Jadi, satu ruangan dengan ruangan yang lain bisa memiliki suhu yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan.

4. Refrigeran Melepaskan Panas ke Luar Ruangan

AC-AIR-OUT

Nah, pasti banyak yang bertanya, apakah yang terjadi dengan suhu udara yang diserap oleh refrigeran?

Jawabannya adalah akan dilepas keluar ruangan melalui koil kondensor di bagian unit luar. Pada prinsipnya, sistem kerja refrigerant sama seperti spon.

Ketika refrigeran telah menyerap panas dalam jumlah yang banyak dan mencapai batasnya, maka refrigeran akan melepaskannya ke luar ruangan.

Hal ini akan terus terjadi selama udaranya lebih panas dari suhu udara luar. Namun, hal ini akan terhenti ketika keseimbangan telah terjadi antara suhu yang ada di refrigeran dan suhu udara sama.

5. Peniupan Udara Panas ke Luar Ruangan

Kipas di dalam sistem AC juga akan membantu mempercepat proses pengeluaran udara panas dari refrigerant. Dengan mesin yang kuat, kipas tersebut akan meniupkan udara panas agar lebih cepat ke luar ruangan.

Namun, selain itu kipas di dalam sistem juga berfungsi untuk meniup udara agar melalui koil kondensor dan menjaga ruangan agar tetap dingin.

Bagi yang pernah merasakan AC luar atau kipas AC bisa merasakan secara langsung udara panas yang keluar dari mesin tersebut. Hal ini membuktikan bahwa udara panas yang terserap oleh refrigeran terlepas ke luar ruangan.

Nah, agar udara panas tersebut tidak terkumpul di area rumah atau perkantoran tersebut, kipas di bagian mesin ini akan meniupkannya agar segera tersebar dan tidak membuat area tersebut panas.

6. Refrigeran Dingin Akan Masuk Kembali ke Dalam Ruangan

Ketika refrigerant sudah seimbang, maka kompresor akan memompa udara tersebut kembali ke dalam ruangan. Proses ini akan terjadi berulang hingga mencapai suhu ruangan yang diinginkan.

Jika sudah mencapai suhu yang diinginkan, maka sistem akan beristirahat hingga suhu di dalam ruangan naik kembali lagi.

Cara Memastikan Agar AC Selalu Dingin

Setelah memahami bagaimana cara kerja air conditioner, saatnya memastikan semua proses dan komponen dapat bekerja dengan baik.

Jika tidak, maka udara yang dihasilkan biasanya tidak dingin dan membuat AC tidak bekerja secara optimal.

Salah satu penyebab yang sering terjadi dan membuat AC tidak dingin adalah mesin AC yang kotor. Apabila ada bagian-bagian yang kotor, maka AC tidak akan bisa bekerja dengan optimal hingga membuatnya mengeluarkan udara yang panas.

Dari semua komponen di dalam AC, salah satu komponen yang paling kotor adalah penyaring kotoran. Untuk menghindari hal ini, maka pastikan untuk membersihkan AC secara rutin.

Penyebab berikutnya yang biasanya menyebabkan Ac tidak dingin adalah adanya kebocoran pada pipa atau gas pendingin.

Apabila terjadi kebocoran, maka sudah bisa dipastikan bahwa udara yang keluar dari AC tidak akan dingin. Oleh karena itu, ketika memasan AC, pastikan untuk menaruh selang saluran pada tempat yang aman agar tidak gampang dimakan oleh hewan.

Terakhir, biasanya AC tidak terlalu dingin karena situasi di luar rumah yang terlalu panas. Jika kondisi di rumah seperti ini, maka cobalah taruhlah mesin outdoor di tempat yang lembab dan dan tidak terkena matahari langsung.

Meskipun tidak menjamin bahwa AC akan langsung mengeluarkan udara dingin, namun hal ini bisa mencegah udara dalam menjadi panas juga.

Dengan memahami bagaimana cara kerja air conditioner, maka para pemilik AC bisa mengetahui penyebab ketika AC rusak atau tidak dingin.

Jadi, jika saat ini AC di rumah tidak dingin, cobalah cek dahulu komponennya dan pastikan semuanya bekerja dengan baik.

Sumber:

  1. https://www.bps.go.id/statictable/2019/03/24/2053/persentase-rumah-tangga-yang-memiliki-ac-menurut-provinsi-dan-perilaku-menyalakan-ac-dibawah-25-c-2013-dan-2017.html
  2. https://www.tevisenergy.com/how-does-an-air-conditioner-work/
  3. https://howardair.com/how-does-air-conditioning-work/
  4. https://www.trane.com/residential/en/resources/hvac-basics/how-does-an-air-conditioner-work/

Leave a Reply

Your email address will not be published.