Pelajaran Tentang Pentingnya Diplomasi dari Kehidupan Liar di Taman Safari Afrika

By | June 21, 2018
Siang itu terik matahari menyinari zona padang pasir yang sebagian terdiri dari padang pasir dan rumput. Sekawanan kerbau liar afrika sedang asik merumput namun terlihat mereka sesekali memperhatikan sekawanan singa yang dari tadi mengincar mereka untuk dimangsa. Sesekali singa-singa itu berusaha mendekat, namun dengan cepat anggota kawanan kerbau afrika yang memiliki tanduk seperti banteng tersebut berusaha mengusir mereka dengan mengarahkan kepalanya kepada satu atau dua singa yang berusaha mendekat.
Cuplikan di atas merupakan tayangan Nat Geo Wild yang sempat saya tonton saat mengambil cuti lebaran tahun ini. Saya terkesan dengan tayangan tersebut karena saya tidak mengira bahwa binatang seperti Singa memiliki kebutuhan untuk dihormati dan rasa kesetiakawanan dan keinginan untuk mempertahankan teritorinya seperti apa yang saya rasa juga terjadi pada manusia.
Melanjutnya kisah nyata tayangan tadi, Kawanan singa yang datang dari arah barat ini ternyata merupakan singa pendatang yang berusaha memangsa kerbau di area yang baru mereka temui. Permasalahan terjadi karena ternyata area atau tempat kelompok kerbau ini merumput, merupakan teritori di mana terdapat kawanan singa lama yang sebelumnya sudah menetap di sana yang menjadikan zona tersebut sebagai lahan berburu mereka. Zona ini termasuk meliputi kerbau liar yang sedang merumput yang sedang diincar singa pendatang. Akhirnya terjadilah perebutan mangsa pada area ini. Pertempuran terjadi diawali oleh provokasi singa pendatang yang langsung mengincar kerbau-kerbau di zona tersebut.
Tak berapa lama pemimpin dari kelompok singa lama maju diikuti oleh singa-singa lainnya. Perkelahian ini mengakibatkan seekor singa dari kelompok pendatang terluka parah dan singa pendatang lainnya berbalik arah. Singa yang terluka ini tidak dapat melarikan diri sehingga akhirnya ditawan serta disiksa (dicabik-cabik dan digigit) oleh kawanan singa lama yang mempertahankan teritorinya.  Sebelum singa yang ditawan ini mati (dalam keadaan sekarat), singa-singa pendatang yang sebelumnya hendak kabur karena kalah dengan singa lawan, berbalik arah untuk menolong kawan mereka. Mereka mencoba membantu dengan menyerang singa lawan yang saat itu sedang mencabik-cabik serta menggigit tubuh kawan mereka. Namun usaha penyelamatan ini sudah terlambat. Meskipun teman mereka berhasil diselamatkan dari penyerangan lebih lanjut namun karena diterpa panasnya padang pasir dan kondisi badannya yang banyak luka cakaran dan gigitan, singa yang awalnya melakukan provokasi ini tidak dapat bertahan lama dan mati terkulai lemah.
Akhirnya para singa pendatang itu pun pergi berbalik arah, meninggalkan teman mereka dan daerah buruan mereka.
Pada kesempatan lainnya pada daerah yang berbeda masih di taman Safari Afrika, seekor kuda nil asing mencoba untuk mendekati kubangan yang merupakan area tempat berendam sekelompok kuda nil dari kelompok yang berbeda. Kuda nil pendatang ini berusaha ikut berendam bergabung dengan sekelompok kuda Nil lain dari kelompok yang berbeda seakan-akan mereka satu kelompok. Ternyata ketua kelompok kuda nil ini tidak senang jika ada pendatang yang ikut bergabung tanpa adanya “pendekatan” terlebih dulu atau basa basi dengan sang pemimpin. Menurut komentator acara Net Geo Wild jika kuda nil ini melakukan pendekatan terlebih dulu dengan sang pemimpin (saya sendiri tidak tahu bentuk pendekatannya seperti apa), maka kuda nil tersebut akan diterima untuk bergabung bersama kuda nil yang lain. Tapi karena si kuda nil ini langsung saja bergabung akhirnya sang pemimpin mendekati kuda nil asing dan mengaum seperti marah dan sepertinya akan berlanjut ke perkelahian.
Kejadian di atas telah mengajarkan dan mengingatkan saya dan mungkin juga pembaca sebagai manusia bahwa, keinginan untuk dihormati dan dihargai merupakan keinginan mendasar (insting) yang tidak hanya ada pada diri manusia. Namun juga ada pada hewan atau binatang atau bahkan makhlup hidup lainnya. Penting kiranya bagi kita untuk selalu mengedepankan dialog, komunikasi, tata krama pada saat kita ingin menyampaikan maksud atau tujuan kita terutama saat kita memiliki kepentingan dengan orang lain, agar maksud kita tersebut dapat dikomunikasikan secara baik dan  akhirnya diterima orang lain. Dialog dan komunikasi ini menurut saya bisa dilakukan secara non formal atau bisa juga secara formal kepada pemimpin suatu daerah atau kelompok atau bisa juga perusahaan. Dengan adanya dialog, banyak perselisihan dapat diatasi dan yang paling penting adalah tujuan kita akan lebih mudah untuk dikomunikasikan dan dicapai.

 

Ketika diplomasi berakhir, Perang dimulai – Adolf Hitler

 

Salah satu fungsi diplomasi adalah untuk menutupi kenyataan dalam bentuk moralitas – Will dan Ariel Durant
Demikian opini saya mengenai pentingnya diplomasi, karena hewan saja mengerti akan pentingnya diplomasi apalagi manusia. Semoga artikel di atas bermanfaat bagi saya dan bagi pembaca.

 

Gambar :
– bookmundi.com
– sa-venues.com
 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *