Pengalaman Memelihara Kura-kura Darat Sulcata dan Cara Merawatnya

By | November 20, 2017

Kura-kura merupakan salah satu hewan reptil yang memiliki umur yang bisa mencapai puluhan bahkan ratusan tahun. Saat ini banyak masyarakat di Indonesia dan dunia yang menjadikan kura-kura sebagai binatang kesayangannya (dalam keluarga) dengan ditandai oleh banyaknya forum-forum diskusi online mengenai kura-kura termasuk juga orang-orang yang memfilmkan kura-kura kesayangnnya yang dapat dilihat di Youtube.

 

 

Kura-kura ada yang bisa hidup di dua alam yaitu air tawar dan darat ( meskipun hidup di dua alam namun disebut juga kura-kura air) dan ada juga yang hanya dapat hidup di darat (disebut kura-kura darat). Awal ketertarikan saya terhadap kura-kura darat adalah, setelah saya mengintip hp teman saya yang sedang browsing mengenai hewan yang satu ini beberapa bulan yang lalu. Ketika itu saya melihat teman saya tersebut membuka gambar kura-kura darat yang berjenis sulcata di hapenya. Saya tanyakan kepadanya kura-kura jenis apa yang sedang dia lihat tersebut. Kemudian teman saya bercerita bahwa itu adalah jenis sulcata dan menurut ceritanya dia pernah memelihara kura-kura tersebut meski hanya beberapa bulan karena mati tanpa tahu sebabnya. Saya penasaran dan melakukan “eksplorasi” sendiri melalui internet mengenai sulkata ini. Ternyata kura-kura ini berasal dari afrika dan sudah banyak grup diskusi di fb maupun di kaskus yang topiknya berkisar mengenai sulcata. Saya mendapat informasi bahwa sulcata merupakan kura-kura darat terbesar ke tiga di dunia (setelah kura-kura jenis Galapagos dan Aldabra) dengan panjang yang bisa mencapai kisaran 70 cm. Melalui jendela mbah google saya juga mencari tahu mengenai jenis kura-kura darat lainnya sebagai perbandingan. Namun ketertarikan saya saat itu lebih condong ke jenis sulcata ini, karena ukuran dewasanya yang besar, pembawaannya yang jinak, tampilannya yang menurut saya cukup eksotis (terlihat purba namun memiliki warna menarik) serta memiliki harga yang masih “terjangkau” jika dibanding 2 kura-kura berbadan lebih besar lainnya.

Akhirnya setelah banyak browsing di internet mengenai sulcata dan meminta masukan dari teman saya, saya memutuskan untuk mengadopsi hewan ini dari salah satu petshop yang terletak di kawasan Mangga Besar Jakarta Utara. Saat itu saya memilih mengadopsi seekor sulcata seukuran kisaran 4,5-5 cm (menurut penjualnya, saya sendiri tidak mengukurnya langsung) yang menurut saya terlihat paling lincah di antara teman-temannya yang lain.

Tidak lupa juga saya membeli perlengkapan pendukung agar sulkata saya terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan nantinya, yaitu lampu UVB dan UVA yang katanya jika keduanya dinyalakan berbarengan selama 6 jam dapat berfungsi seperti layaknya sinar matahari selama 10 menit. Menurut yang jual sebaiknya kedua lampu tersebut dinyalakan minimal selama 12 jam dalam sehari.

Dengan sedikit berjuang karena saat itu saya mengendarai motor dan tiba-tiba hujan di tengah perjalanan, kura-kura mungil ini akhirnya tiba dengan selamat sampai tujuan yaitu rumah saya. Segera saya siapkan tempatnya beserta lampu penghangatnya. Awalnya saya mempersiapkan tempat untuk si kura-kura yang saya beri nama Milo berupa bekas tempat filing terbuat dari plastik seukuran sekitar 60cmx30cm an. Tidak lupa saya pasangkan lampu UVA dan UVB sebagai penghangat dan sebagai alternatif ultraviolet. Saat itu Milo yang baru saja saya pindahkan ke tempat yang baru, tampak diam dan sepertinya masih takut-takut untuk keluar dari tempurungnya mungkin karena kelelahan serta masih takut dengan keberadaan saya dan orang-orang rumah yang penasaran ingin melihatnya. Meski agak sedikit khawatir karena keadaannya yang sebelumnya aktif menjadi tidak banyak gerak (nyaris diam), akhirnya setelah sekitar 10 menit mengamati, saya membawa Milo serta meninggalkannya di sebuah ruangan kamar di lantai 2 (atas). Hari itu saya belum memberi Milo makan, karena sebelumnya saya lihat dia sudah cukup lahap memakan daun-daunan semacam sawi di tempat saya membelinya.

Hari ini nyaris 4 bulan semenjak saya membeli kura-kura kesayangan saya ini (tepatnya tanggal 22 Juli 2017 yang lalu), dan Alhamdulillah kura-kura saya ini terlihat sehat dan keberadaannya dapat membuat kami sekeluarga terhibur. Terutama dikarenakan di rumah kami banyak anak-anak dan balita. Panjang Milo saat ini telah mencapai kurang lebih 6.2 cm. Dari pengalaman saya membeli kura-kura dan memeliharanya hingga sekarang berikut ini tips-tips yang dapat saya berikan untuk pembaca, sebagai referensi dari seorang pemula dan juga saya sendiri telah melakukan eksplorasi dari para senior yang telah lama dan lebih dulu memelihara kura-kura jenis ini yang kemudian saya ikuti :

Tips Memilih Kura-Kura Jenis Sulcata :

  • Pilih yang Lincah (paling lincah diantara yang lainnya)
  • Pilihlah yang tidak takut-takut atau yang tidak mudah takut jika didekati. Jika kura-kura yang kita pilih memiliki sifat penakut maka akan lebih sulit untuk beradaptasi dan kemungkinan kura-kura tersebut mudah stress.
  • Pilih lah yang coraknya rapih dan jika memungkinkan pilih yang bersih coraknya
  • Pilihlah yang bentuknya proporsional dan bulat seperti telur (pilihan ini bisa disesuaikan dengan selera)

Tips Memelihara Kura-Kura Jenis Sulcata :

  • Tips ini berlaku bagi yang tinggal di wilayah Jakarta dan daerah yang cuaca atau iklim nya tidak jauh berbeda dengan kondisi di Jakarta
  • Berikan kandang yang cukup luas untuk kura-kura melakukan eksplorasi (minimal 100x60cm untuk kura-kura yang kecil di bawah 10 cm). Sebagai alasnya kandang kura-kura dapat diberi media cocopeat (fermentasi sabut kelapa). Jangan lupa juga sediakan air sebagai minuman nya.
  • Rajin merendam sulcata dengan air (agak hangat) minimal 2 hari sekali, saya sendiri merendam kura-kura setiap hari sebelum berangkat kantor selama 5 menit sekitar jam 06.20 pagi. Air rendaman tidak lebih tinggi dari mulut kura-kura. Perlu diperhatikan bahwa kura-kura yang masih baby (di bawah 10 cm) rentan terkena dehidrasi.
  • Jika memungkinkan jemur kura-kura setiap 2 hari sekali (masing-masing 10 menit) atau minimal 2 kali seminggu (masing-masing 30 menit sebelum jam 10). Usahakan saat menjemur atau sebelum selesai menjemur kura-kura direndam selama 5-10 menit.
  • Ketika Anda tidak sempat menjemur nyalakan lampu UVA dan UVB Anda secara berbarengan selama kurang lebih 12 jam untuk memberi alternatif sinar ultraviolet dan sebagai penghangat kura-kura Anda. Namun jika Anda sudah sempat menjemur paginya, Anda hanya perlu menyalakan lampu UVA sebagai penghangat kura-kura. Malam hari nya Anda dapat mematikan kedua lampu tersebut.
  • Sebaiknya beri pakan alami berupa : Siomak, fumak, pakchoy, kailan, kaktus centong dan kembang sepatu secara bergantian. Misalkan siomak 3 hari, kaktus centong 2 hari, kemudian kembang sepatu 2 hari, dst.
  • Jangan lupakan kebutuhan kalsiumnya (yang saya lakukan dengan memberikan tulang sotong sekali atau dua kali seminggu)
  • Sering meletakkan kura-kura di luar kandangnya (misal di rumput atau halaman yang banyak tanamannya). Jika Anda orang yang sibuk cukup selama 10 menit sebelum berangkat ke kantor atau sambil Anda berolahraga atau sarapan.
  • Biarkan kura-kura melakukan adaptasi dengan sendirinya tanpa Anda banyak mengintervensi sehingga kura-kura Anda tidak mudah sttres.

Hari sudah malam dan besok saya harus segera bangun pagi karena kondisi macet di Jakarta yang tidak dapat diprediksi. Saya sudahi dulu tips mengenai merawat kura-kura ini, semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin mengadopsi kura-kura darat khususnya jenis Sulcata.

 

 
Share

8 thoughts on “Pengalaman Memelihara Kura-kura Darat Sulcata dan Cara Merawatnya

  1. Budhi

    Apakah admin punya pengalaman mengenai cara merawat kura jika ada balita di lingkungan kita? Saya pribadi tertarik sekali ingin memelihara kura-kura darat (seperti pardalis dan cherry head) namun saya masih ragu karena ada beberapa artikel kesehatan yang tidak menyarankan pelihara kura-kura jika ada balita karena kura berpotensi besar membawa virus salmonella. Terima kasih untuk tipsnya, bermanfaat sekali.

     
    View Comment
    Reply
  2. Admin Post author

    Saya memelihara kura sulcata dari baby 4.5 cm sampai saat ini sudah 9 bulan dipelihara dan di rumah saya selalu saja kura-kura tersebut didekati anak saya yang masih balita dan keponakannya jika lagi main ke rumah (namun saya awasi agar tidak sering dipegang karena takut kura nya stres). Alhamdulillah tidak ada penyakit karena salmonela. Yang penting kebersihan kandang dan tempat makan dijaga mudah-mudahan aman.

     
    View Comment
    Reply
  3. Ferry

    Kok harganya nggak disebut?Sebut dong, pingin tahu siapa tahu nanti beli di Mangga dua nggak kemahalan he…he..he

     
    View Comment
    Reply
    1. Admin Post author

      Harga sulcata yang saya beli saat itu dengan ukuran 4.5-5 cm 1.5 juta (tergantung sulcata yang dipilih). Ada juga yang harganya 1.3 jt dengan ukuran 6 cm atau 1.7 juta dengan ukuran 4.5-5 cm yang coraknya lebih terang.

       
      View Comment
      Reply
  4. Alif daffa

    Soal lampu UVA & UVB apakah itu wajib.?? Klo kita taroh di luar saja lalu tinggal kasih minum ato makan saja,apa itu boleh?? . Makasih gan info ny menarik dan bermanfaat skali..

     
    View Comment
    Reply
    1. Admin Post author

      Lampu UVA dan UVB biasa nya saya nyalakan jika dalam kondisi hujan atau kura2 tidak mendapat cahaya matahari seharian. Namun yang paling bagus jika kura kura sudah mendapatkan cahaya matahari langsung (dijemur minimal 15-20 menit) setiap hari (sebelum jam 10). Biasanya kalau sudah ditaruh di luar kura-kura akan berjemur sendiri. Kalau ditaruh di luar perlu kura-kura diberi penghalang (sekeliling) agar tidak kabur / hilang dan ada tempat berteduh jika hujan. Lalu untuk kura-kura di bawah 10 cm sebaiknya malamnya dimasukkan ke tempat yang aman (kandangnya).

       
      View Comment
      Reply
  5. Marinus Gorter

    Apakah baby sulcata cocok diletakan di dalam aquarium kosong ukuran panjang 1 meter lebar 40 cm dan diberi lampu led ( lampu bekas aquascape )

     
    View Comment
    Reply
  6. Admin Post author

    Kalau pendapat saya jangan ditaruh di aquarium, karena sekeliling akuarium tidak ada celah sehingga udara kurang leluasa masuk. Dinding akuarium yang biasanya tinggi pun akan membatasi sirkulasi udara buat si kura2 (bisa jadi kura2nya jadi mudah stres) ..Sebaiknya di kandang yang berbahan kayu atau kalau memungkinkan di tempat setengah terbuka sehingga matahari masih bisa masuk

     
    View Comment
    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *