8 Tips Mengatasi Tantrum Pada Anak

By | November 8, 2017

Tantrum merupakan salah satu jenis problem yang sering terjadi pada anak-anak.  Temper Tantrum sering pula disebut dengan emosi yang meledak-ledak. Emosi yang meledak-ledak memang seringkali terjadi pada anak-anak karena berbagai hal yang tidak menentu. Terkadang, anak bisa sampai berguling-guling bahkan menjerit-jerit pada saat ngambek. Mereka akan meluapkan rasa emosinya dengan cara yang berbeda-beda.

 

 

Sebenarnya, apa yang menyebabkan terjadinya tantrum pada anak? Tantrum merupakan salah satu hal yang sering terjadi pada anak yang berusia 1 tahun hingga 4 tahun. Namun demikian, tantrum yang terjadi tidak akan terjadi dalam waktu yang sangat lama. Tantrum hanya berlangsung dalam waktu selama kurang lebih 2 menit.

Ketika anak semakin tumbuh besar dan sudah semakin baik dalam mengontrol emosinya, maka anak pun akan lebih mudah dalam mengendalikan emosinya. Dengan demikian, kondisi tantrum memang sering terjadi pada anak-anak yang masih kecil saja. Sebagai orang tua yang baik, orang tua harus dapat membina anak-anak baik secara sabar agar emosi anak dapat stabil. Jika tantrum sering terjadi pada anak namun orang tua hanya membiarkan saja, maka hal tersebut akan berlarut hingga anak tumbuh besar.

Penyebab Tantrum Pada Anak

Ada banyak hal yang menyebabkan tantrum pada anak. Untuk dapat mengatasi tantrum pada anak, kamu harus mengetahui terlebih dahulu apa penyebab dari tantrum. Inilah beberapa hal yang sering menyebabkan anak merasa emosi hingga menangis sampai berguling-guling.

  1. Anak merasa bosan

Ketika anak merasa bosan, maka ia bisa saja langsung meluapkan kebosanannya tersebut dengan menangis tanpa alasan yang jelas. Bahkan, ketika anak sedang merasa sangat bosan di perjalanan, ia bisa saja langsung berguling-guling di jalanan tanpa alasan yang jelas. Padahal penyebabnya hanya sepele, ia merasa bosan. Oleh karena itu, orang tua memang harus selalu tanggap dengan kondisi psikologis anak.

  1. Anak merasa mengantuk

Selain merasa bosan, anak juga akan meluapkan emosinya dengan cara mengentakkan kaki dan bahkan melemparkan barang-barang ketika ia merasa ngantuk. Jadi, jika hal tersebut terjadi pada anak, coba amati apakah anak merasa ngantuk atau tidak.

  1. Keterbatasan bahasa yang dimiliki

Cara untuk meluapkan perasaan karena tidak bisa mengatakan apa yang ingin anak sampaikan memang sangat sering terjadi. Tantrum pada hal ini seringkali terjadi pada anak berusia 1 atau 2 tahun. Anak usia 1 hingga 2 tahun memiliki keterbatasan bahasa sehingga tidak dapat menyampaikan apa yang sebenarnya ingin ia sampaikan. Cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah dengan menangis.

  1. Anak merasa lapar

Hal selanjutnya yang menjadi penyebab dari tantrum adalah karena anak merasa lapar. Terdapat beberpa jenis anak yang susah sekali makan. Anak-anak tersebut bahkan jarang sekali minta makan pada orang tua. Jadi, ketika perut benar-benar merasa lapar dan ia malas untuk meminta makan pada orang tuanya, maka ia akan berguling-guling menangis tanpa alasan yang jelas.

  1. Ketika anak merasa tidak diperhatikan

Ketika anak merasa tidak diperhatikan, maka bisa saja anak meluapkan emosinya dengan cara berguling-guling. Ketika anak berguling-guling dan menangis tidak karuan, maka tinggalkanlah pekerjaan anak sejenak dan perhatikan.

  1. Ketika anak sangat aktif dan orang tua berusaha menertibkannya

Alasan berikutnya yang menyebabkan terjadinya tantrum pada anak adalah karena anak sedang berusaha aktif-aktifnya bermain sesuatu, namun orang tua menertibkannya.

Keenam hal tersebut merupakan penyebab tantrum yang terjadi pada anak-anak. Oleh karena itu, sebagai orang tua yang baik harus mencari penyebab terjadinya tantrum tersebut. Jadi,  kamu pun bisa dengan mudah untuk mengatasi tantrum. Lalu, apa saja hal yang harus dilakukan untuk mengatasi tantrum pada anak? Berikut beberapa hal yang penting untuk kamu perhatikan dalam mengatasi tantrum pada anak!

  1. Cari tahu penyebab tantrum

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, maka kamu harus mencari penyebab tantrum. Dengan mengetahui penyebab tantrum yang terjadi, maka kamu akan lebih mudah untuk mengetahui apa yang anak mau. Misalnya saja anak minta diperhatikan, maka kamu bisa meninggalkan pekerjaanmu sejenak dan mulai untuk memperhatikan anak.

Atau ketika kamu tahu anak sedang bosan, maka bisa segera kamu ajak anak-anak untuk sekedar jalan-jalan keluar sebentar untuk membuat anak menjadi riang kembali. Bagaimana? Apakah kamu pernah melihat anak terkena tantrum? Jangan segan-segan untuk langsung memperhatikan supaya tantrum tidak terjadi berlanjut-lanjut.

  1. Mencoba mengalihkan perhatian anak

Hal berikutnya yang bisa kamu perhatikan untuk menghentikan tantrum yang terjadi pada anak adalah dengan cara mengalihkan perhatian anak. Dengan mengalihkan perhatian anak, anak akan melupakan sejenak alasan yang membuatnya tantrum. Sebagai orang tua yang bijak, mengalihkan perhatian adalah salah satu kreativitas yang harus bisa dilakukan oleh setiap orang tua.

Bacakan cerita, nyanyikanlah sebuah lagu, atau ajaklah anak untuk melakukan beberapa permainan untuk mengatasi kebosanannya. Jadi, sudahkah kamu mencoba melakukan hal ini untu mengatasi tantrum?

  1. Jangan selalu menanggapi keinginan anak

Hal yang paling penting untuk diperhatikan setiap orang tua adalah untuk tidak selalu menanggapi apa yang anak mau. Contohnya saja misalnya anak berguling-guling marah karena meminta sesuatu.

Cobalah diam sejenak, dan tataplah wajahnya. Bukan hal yang tidak mungkin jika kemudian anak akan datang dan memeluk. Jika hal tersebut sudah terjadi, maka keluarkanlah jurus andalan. Tanyakan apa yang mereka mau. Terlebih lagi jika hal tersebut terjadi di tempat umum.

Jangan selalu menuruti apa kata anak jika tantrum sedang terjadi pada anak. Katakan bahwa sebagai orang tua, kamu akan menuruti apa kata anak jika mereka bisa meminta dengan baik. Dengan demikian, orang tua akan tetap memegang kendali. Karena hal yang memang seharusnya terjadi adalah orang tua yang mengendalikan anak, bukan anak yang mengendalikan orang tua.

  1. Jangan tertawakan anak

Ketika anak sedang mengalami tantrum, orang tua tidak boleh menertawakannya. Kadang, ada orang tua yang beranggapan bahwa marah anak kecil yang sampai berguling-guling lucu. Tantrum yang terjadi pada anak secara tidak langsung memang akan membuat anak menjadi lucu dengan bibirnya yang menyungging.

Namun, jangan sampai memberikan anggapan kepada anak bahwa tantrum adalah hal yang lucu dan pantas untuk ditertawakan. Jika anak sampai beranggapan demikian, bukan hal yang tidak mungkin jika tantrumnya justru akan semakin menjadi-jadi.

Terlebih lagi jika anak merasa tantrumnya menjadi pusat perhatian. Maka hal ini dapat dijadikan senjata bagi anak untuk menari perhatian banyak orang.

  1. Pindah anak ke tempat atau lokasi yang lebih aman

Ketika anak-anak sedang tantrum, maka sebisa mungkin ajaklah atau bawalah anak ke tempat atau lokasi yang lebih aman. Jangan sampai ketika ia berguling-guling justru akan membuat barang-barang yang ada di sekitarnya rusak. Hal ini dikarenakan terdapat salah satu jenis tantrum yang akan membuat beberapa jenis anak untuk membanting barang-barang yang ada di sekitarnya.

Bagaimana jika hal tersebut sampai terjadi, bisa-bisa barang yang ada di tempat tersebut menjadi tidak karuan. Hal yang paling aman jika anak-anak mengalami tantrum di luar rumah adalah pelukan oleh seorang ibu.

Ketika tantrum terjadi pada anak di tempat umum, mungkin orang-orang yang berada di lingkungan sekitar akan merasa  risih dan bahkan sedikit terganggu. Namun tenang saja. Tantrum merupakan salah satu hal yang wajar terjadi pada anak dan orang tua tidak perlu mengambil pusing karena hal tersebut terjadi.

Hal yang sangat tidak wajar adalah jika orang tua menuruti semua kehendak anak. Ini akan menjadikan anak menjadi kebiasaan melakukan tantrum ketika apa yang mereka minta tidak didapatkan.

  1. Amati gejala awal terjadinya tantrum pada anak

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap anak yang tantrum memiliki gejala dan alasan yang berbeda-beda. Jika kebetulan sedang berada bersama anak-anak, perhatikan dengan baik tingkah laku anak. Ketika anak akan tantrum, biasanya terdapat gejala awal yang akan terjadi.

Jika orang tua sudah melihat gejala akan terjadinya tantrum, maka segeralah datang kepada anak dan berikan pertolongan. Dengan memberikan pertolongan dengan segera kepada anak, maka tantrum yang seharusnya terjadi kemudian tidak akan terjadi. Ini adalah berkat pertolongan tulus dan perhatian yang diberikan oleh orang tua.

  1. Berikan pelukan kepada anak dan ajaklah anak untuk berbincang

Tips mengatasi tantrum selanjutnya yang dapat dicoba adalah dengan memberikan pelukan yang hangat untuk anak. Dengan memberikan pelukan yang hangat untuk anak, maka perasaan marah yang menggebu-gebu pada anak akan terasa sedikit mereda.

Setelah rasa marah yang luar biasa tersebut hilang, maka ajaklah anak untuk berbicara. Tanyakan kepada mereka tentang apa penyebab dari kemarahan yang mereka lakukan. Setelah mengetahui penyebab dari tantrum yang terjadi, berikanlah nasihat kepada anak dan berikanlah solusi terbaik tentang bagaimana cara mengatasi masalah mereka.

Setelah mengetahui cara mengatasi masalah sendiri, lain waktu ketika mendapatkan masalah kembali tidak akan menyelesaikan masalah tersebut dengan cara tantrum. Berikan pengertian kepada anak tentang mana yang baik dan mana yang buruk sehingga anak tidak akan terbiasa melakukan tantrum ketika apa yang mereka inginkan tidak dituruti.

  1. Usahakan untuk tidak memukul anak

Salah satu hal yang sering salah dilakukan orang tua adalah memukul anak atau mencubit anak. Mungkin tantrum yang terjadi pada anak-anak sudah sangat keterlaluan dan hal tersebut membuat orang tua menjadi sangat kesal. Karena kekesalannya tersebut, maka secara tidak sadar orang tua kemudian memukul anak.

Sebagai orang tua yang baik, maka hal ini tidak boleh dilakukan. Ketika anak berteriak, jangan balas teriakan mereka dengan menggunakan teriakan. Tunggulah sejenak dan berikanlah perhatian. Ketika tantrum mereka telah mereda, maka mereka pun dengan sendirinya akan menyampaikan alasan mengapa mereka melakukan tantrum tersebut.

Semakin anak tumbuh besar maka mereka akan semakin mampu untuk menyerap apa yang dinasihatkan oleh orang tua. Oleh karena itu, orang tua bisa membimbing pelan-pelan atau sedikit demi sedikit memberikan pengertian kepada anak. Dengan demikian, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang semakin jarang melakukan tantrum.

Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan oleh setiap orang tua ketika tantrum terjadi pada anak-anak. Kini, orang tua juga dapat belajar tentang bagaimana cara mencegah tantrum pada anak. Tantrum bisa dicegah dan ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi setiap orang tua yang sering mendapati anaknya tantrum. Lalu, bagaimana cara mencegah terjadinya tantrum?

Cara Mencegah Tantrum

  1. Tegas dan konsisten

Sebagai orang tua yang baik, sikap tegas dan konsisten memang senantiasa harus dimiliki. Ini adalah kunci utama bagi setiap orang tua untuk dapat mengatasi tantrum pada anak-anak. Berikan ketegasan bahwa orang tua memang tidak bisa mentolelir kelakuan buruk dari tantrum yang dilakukan anak.

Dengan demikian, seiring berjalannya waktu anak pun akan sadar bahwa tindakan tantrum seperti menjerit, menendang, berguling-guling memang hal buruk yang tidak boleh dilakukan. Dengan demikian, mereka akan belajar tentang bagaimana cara yang lebih baik untuk meminta sesuatu.

  1. Jelaskan aturan kepada anak

Untuk mencegah tantrum kepada anak, orang tua bisa memberikan aturan yang dapat dilakukan oleh anak. Hal ini dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya rengekan, teriakan, ataupun kemarahan anak di tempat umum.

Contohnya saja ketika ingin pergi ke suatu tempat misalnya supermarket, jelaskan kepada anak bahwa ketika sudah selesai berbelanja akan langsung pulan ke rumah dan tidak ada mainan baru. Dengan demikian, anak akan mengingat aturan yang sebelumnya telah disampaikan kepada orang tua.

Contoh lainnya lagi ketika orang tua ingin mengajak anak untuk berbelanja di supermarket. Orang tua bisa membuat daftar belanja yang menarik yang nantinya akan dipegang oleh anak. Berbelanja di supermarket pasti membutuhkan waktu yang lama. Dan bukan tidak mungkin selama waktu tersebut anak bisa tantrum.

Dengan adanya daftar belanja menarik yang dipegang oleh anak, maka perhatian mereka akan lebih pada hal tersebut. Belanja akan lebih mengasyikkan bagi anak dan bagi orang tua. Jika orang tua mampu bersikap yang sangat manis kepada anak, maka anak pun akan membalasnya dengan sikap yang manis. Oleh karena itu, jadilah orang tua yang manis agar anak-anak  terhindar dari tantrum.

  1. Gunakanlah kereta dorong atau stroller

Salah satu hal yang menyebabkan tantrum terjadi pada anak adalah ketika anak merasa kelelahan. Dengan demikian, orang tua dapat mengatasinya dengan menggunakan kereta dorong. Jika berat badan anak sudah cukup berat, tidak mungkin bagi orang tua untuk terus menggendong ketika anak berada di tempat umum.

Jika anak sudah merasa sangat lelah dan orang tua memaksa untuk berjalan, maka ia pun bisa tantrum. Jadi, solusi terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan kereta dorong. Stroller menjadi salah satu solusi yang paling tepat untuk mencegah tantrum pada anak, terutama di tempat umum.

Sebagai orang tua yang baik, maka orang tua bisa mempelajari apa penyebab dari tantrum, bagaimana cara mengatasi tantrum, dan juga bagaimana cara mencegah terjadinya tantrum. Jika tantrum sudah menjadi kebiasaan bagi seorang anak, maka ia pun akan terus mengulanginya kapan pun mereka inginkan. Itu akan menjadi kebiasaan yang tidak baik untuk anak.

Berikanlah contoh yang baik kepada anak dan jangan sampai tantrum dibalas dengan kekerasan serta marah-marah. Jika hal tersebut terjadi, ini akan menjadi kebiasaan yang tidak baik dan akan terus diingat-ingat oleh anak sampai masa dewasa. Berteriak atau pun marah hanyalah sebuah cara mengungkapkan kekecewaan oleh anak. Maka, atasi hal tersebut dengan penuh kelembutan.

(Ika Pratiwi)

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *