Awasi Penggunaan Gadget Pada Anak Agar Tidak Kecanduan

By | July 16, 2017

Gadget merupakan peralatan komunikasi yang sudah menjadi kebutuhan sehari hari. Fungsi gadget saat ini sudah berkembang jauh dari kebutuhan dasarnya, tidak saja sebagai alat komunikasi dengan bertelepon atau sms, namun juga media untuk saling berbagi melalui internet seperti medsos, email, browsing, mencatat, menjalankan aplikasi seperti layaknya komputer termasuk media hiburan seperti game, dll. Tanpa kita sadari terkadang atau mungkin sering kita menggunakan gadget saat sedang di tempat tidur, saat berkumpul bersama keluarga, saat sedang menunggu dan bahkan bisa jadi sampai ke toilet pun gadget masih kita gunakan. Namun, saat Anda asik menggunakan gadget untuk bermain game misalnya, biasanya anak Anda akan memperhatikan serta mempertanyakan apa yang Anda mainkan. Sering juga malah orangtua yang memperkenalkan apa yang menarik di handphone langsung kepada anak mereka. Biasanya itu dimulai dari permainan edukasi, kemudian game untuk anak, sampai si anak dipinjamkan langsung gadget  ayah / ibunya untuk melakukan eksplorasinya sendiri. Juga sering agar si anak tidak rewel orangtua memberi mereka hiburan dari gadget. Selain dari orangtua, lingkungan sekitar seperti teman atau saudara dekat yang seumuran anak kita juga biasanya memiliki peranan dalam memperkenalkan gadget kepada Anak.

 

Mengenalkan Gadget Pada Anak

 

Orangtua adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam masa perkembangan seorang anak, sehingga penting bagi Anda untuk memahami apa yang mereka lakukan sehari-hari termasuk apa yang mereka lakukan dengan tablet atau gadget mereka.

Selain menjadikan gadget sebagai media hiburan, pada anak yang lebih dewasa gadget juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi bertelepon atau sms, serta media sosial dan sarana untuk mendapatkan informasi melalui internet. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa era anak sekarang berbeda dengan zaman 10 tahun kebelakang. Era saat ini adalah era di mana anak-anak kita bahkan sejak masa balita sudah diperkenalkan atau melihat penggunaan teknologi dalam kegiatan sehari-hari mereka. Tidak terkecuali gadget sebagai benda hasil perkembangan teknologi yang paling pesat.

Menurut hasil survey tahun 2014 yang dilakukan the Asianparent insight bekerjasama dengan Samsung KidsTime terdapat 98 persen orangtua di Asia Tenggara yang memperbolehkan anaknya bermain gadget atau tablet. Dari hasil survey tersebut kebanyakan orangtua memperbolehkan anaknya bermain gadget untuk tujuan edukasi. Namun kenyataannya menurut hasil survey sebagian besar putra-putri mereka menggunakan gadget / tablet untuk tujuan hiburan seperti game.

Saat ini desain serta aplikasi yang ditawarkan gadget juga banyak menyasar pasar anak-anak. Sebagai contoh Apple dengan produknya ipad. Selain desain aplikasi dan warnanya yang user friendly dengan warna cerah, juga sangat simple dan mudah digunakan. Aplikasi tablet berbasis os ios ini pun banyak yang ditujukan untuk usia balita sampai usia remaja. Lalu bagaimana sebenarnya cara terbaik memperkenalkan gadget kepada anak agar anak kita tidak sekedar terbawa arus teknologi, yang jika tidak disikapi secara bijak dapat berdampak negatif, serta dapat menggunakan gadget secara lebih positif ? Berikut ulasannya dari pertamakali.com.

Sebelum kita membahas peran orang tua untuk memperkenalkan gadget, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa dampak positif dan negatif yang dapat ditimbulkan oleh gadget jika digunakan oleh anak kita.

 

Mengenal hal positif gadget jika diberikan pada anak :

  • Dapat digunakan untuk belajar secara online

  • Dapat digunakan untuk mendapat informasi berguna di internet

  • Dapat digunakan berbagi pengetahuan melalui media sosial

  • Dapat digunakan untuk berkomunikasi secara mobile dari mana saja melalui telepon, sms serta media sosial

  • Produktifitas sehari-hari seperti : mencatat, melihat peta, kirim email, melakukan perhitungan, menerjemahkan kata, dll.

 

Mengenal hal negatif gadget jika diberikan pada anak :

  • Digunakan untuk bermain game secara berlebihan

  • Digunakan untuk mengakses konten porno dan kekerasan di internet

  • Bahaya jangka panjang radiasi

  • Mudah terjadi kerusakan jika dipegang anak-anak

  • Mudah menjadi target tindak kejahatan pencurian atau pemerasan karena anak-anak belum dapat melawan

  • Digunakan untuk ngobrol / chat yang lama

  • Melakukan bullying melalui media sosial.

Dengan mengetahui dampak positif dan negatif di atas maka sudah sepatutnya kita dapat mengambil langkah-langkah yang bijaksana dan tepat untuk mengawasi serta mengoptimalkan penggunaan gadget bagi anak kita.

Berikut tips mengenalkan gadget pada anak dari pertamakali.com :

 

  • Perhatikan Usia anak. Menurut Jovita, seorang psikolog dari RS Royal Taruma, gadget sebaik tidak diperkenalkan pada anak kita sebelum usia mereka mencapai 4-5 tahun. Alasannya adalah karena sebelum usia 4 tahun, fungsi neuron pada anak sedang mengalami perkembangan dan dikhawatirkan radiasi pada gadget dapat menghambat perkembangan neuron ini. Pada usia sebelum 5 tahun sebaiknya gadget hanya diperkenalkan pada anak untuk membantu memperkenalkan apa yang dia lihat di dunia nyata, seperti pengenalan warna, suara serta bentuk benda-benda.

  • Hindari Radiasi. Selalu gunakan mode air plane ketika anak anda sedang menggunakan gadget untuk menghilangkan sinyal handphone yang dapat menyebabkan radiasi. Hindari penggunaan gadget pada anak Anda yang masih usia balita untuk bertelepon. Jika terpaksa perlu berkomunikasi, gunakan hands free atau gunakan headset sehingga tidak terlalu dekat dengan gadget yang sedang digunakan.

  • Batasi Akses hanya pada aplikasi tertentu, yang sesuai dengan usia anak Anda. Biasanya pada gadget yang sudah modern terdapat mode atau setingan yang dapat digunakan untuk membatasi aplikasi tertentu, sehingga anak Anda tidak dapat mengakses aplikasi lain atau konten lain yang tidak sesuai dengan usianya.

  • Dampingi anak Anda. Jadilah orangtua yang paham teknologi, setidaknya mengetahui apa yang sedang dipelajari atau dimainkan anak. Beri penjelasan tentang apa yang sedang dipelajari. Ketika anak tertarik pada hal atau konten yang menurut Anda kurang sesuai, beritahu mereka mengapa ini baik atau mengapa yang lainnya tidak baik.

  • Batasi waktu penggunaan. Misalkan seminggu sekali untuk anak usia balita dengan batasan waktu setengah sampai satu jam setiap menggunakan gadget. Sedangkan untuk anak usia 6 sampai dengan 10 tahun durasi penggunaan gadget dapat ditambah menjadi 2 kali seminggu dengan durasi waktu 2 jam setiap penggunaan. Selama 2 jam tersebut, Anda dapat memberikan kebebasan mereka untuk melakukan browsing, berinteraksi melalui media sosial atau bermain game yang sesuai dengan usia mereka. Terapkan disiplin dan aturan agar anak Anda terbiasa menggunakan gadget secara efektif dan bertanggung jawab.

  • Hindari bermain gadget secara kontinyu dan durasi waktu yang panjang. Jika anak Anda terbiasa bermain gadget dalam durasi yang panjang dan secara terus menerus setiap hari, maka mereka akan cenderung menjadi antisosial. Jangan sampai anak Anda menjadi kecanduan terhadap gadget. Perhatikan juga tingkah lakunya, apakah ia mengabaikan orang-orang disekitarnya dengan tidak mengindahkan teguran atau sapaan orang lain. Karena jika ini sampai terjadi kemungkinan anak Anda sudah kecanduan gadget dan jika tidak segera diantisipasi maka sampai dewasa akan sulit mengubah kebiasaannya dan dapat merugikan dirinya sendiri. Bandingkan misalkan 2 orang anak yang sedang menunggu keberangkatan kereta. Satu orang anak yang sedang bermain gadget menghabiskan waktunya untuk menyelesaikan game yang dia sukai. Sedangkan seorang lagi menghabiskan waktunya dengan mengobrol dan berkenalan dengan anak lain yang sebaya. Maka anak yang tidak bermain gadget ini telah mendapatkan pembelajaran serta pengalaman yang lebih bermanfaat secara konkret dari lingkungan di sekitarnya.

Demikian tips bagaimana mengenalkan gadget pada anak, semoga dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi penulis dan pembaca tentunya.

 

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *