Tips Menyelesaikan Masalah dalam Rumah Tangga dengan Indah dan Islami

By | April 27, 2017

Dalam Rumah tangga kerap terjadi perselisihan antar suami istri , dan tentu ini adalah hal yang biasa terjadi, hampir setiap pasangan suami istri mengalaminya. Orang awam menyebutnya pertengkaran adalah bumbu dalam rumah tangga , tapi kalau bumbu itu terlalu banyak, rasa masakan pun akan complicated yang terjadi malah pisah ranjang atau bahkan perpisahan. Perselisihan biasanya terjadi karena masing-masing sama-sama mempertahankan ego masing-masing dan dan sama-sama melihat masalah dari sudut pandang nya sendiri tanpa berusaha memahami sudut pandang pasangannya . Tidak ada salahnya jika kita menggeser pola pandang kita , selain menghargai pasangan tapi bisa lebih objective dalam memandang masalah dan menyelesaikan dengan cara yang indah.

 

Cara Menyelesaikan Masalah Dalam Rumah Tangga

 

Masalah-masalah yang biasanya terjadi seperti :

  1. Urusan mendaftarkan anak ke sekolah baru , saat istrinya membicarakan keinginannya untuk memasukkan anak ke sekolah terbaik demi tumbuh kembang buah hati tercintanya , tanpa di duga respon suami marah dan berkata “Kemampuanku untuk menyekolahkan anak bukan di sekolah seperti itu dan rejeki ku juga hanya segitu “. Lalu sang istri pun tersinggung, padahal sesungguhnya sang istri tidak bermaksud untuk menyinggung rejeki yang di berikan oleh suami . Agama telah mengajarkan kita untuk tetap Qona’ah, mensyukuri rejeki yang di berikan oleh suami berapa pun jumlahnya. Cobalah untuk menggeser pola pikir kita, coba tempatkan pola pikir Anda di pihak suami , mungkin suami juga sangat ingin membahagiakan anak dan istrinya, namun saat ini mungkin masih belum mampu mewujudkannya, janganlah memaksakan keinginan di luar batas kemampuan suami . Dengan begitu rasa sakit hati , marah , ego , dan rasa tersinggung yang di rasakan akan hilang dan berganti dengan rasa syukur memiliki suami yang bertanggungjawab .
  2. Saat ingin mengikuti anak dengan kegiatan di luar sekolah , mungkin sang suami akan melarang dengan alasan belum terlalu butuh dan masih terlalu dini, atau mungkin suami beranggapan bahwa masih banyak kebutuhan lain yang perlu di penuhi. Hal seperti ini juga tidak menutup kemungkinan terjadi percekcokan antara suami istri. Langkah yang perlu di lakukan adalah evaluasi positif dan negatifnya jika anak mengikuti kegiatan tersebut, cobalah menempatkan pola pikir di pihak suami , mungkin suami Anda benar dan tidak salah, suami hanya ingin berjaga-jaga jika ada kebutuhan mendadak , seperti anak sakit atau persiapan masuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, karena dia sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga, tapi jika Anda memiliki kebebasan finansial , misal working mom , Anda bisa menggunakan penghasilan Anda sendiri atau SAHM ( stay at home mom ) juga tetap bisa punya penghasilan dari bisnis rumahan atau bisnis on line , jika tetap ingin memasukkan anak dalam suatu kegiatan. Saling membantu dalam membangun rumah tangga akan berbuah manis dan tetap berharap ridho Alloh SWT semata, supaya kita selalu dibimbing di jalan-Nya .
  3. Ketika istri baru pulang bepergian / pulang kantor rasa lelah belum hilang , suami sudah menanyakan “Malam ini kita makan apa Ma?“ mendengar itu sang istri merasa mendapat respon negatif dan marah “Mama sudah sangat lelah dan bosan seharian di rumah untuk mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, mulai mengurus anak, mengurus rumah , mengurus keuangan rumah tangga , dari mulai bangun sampai mau tidur, tidak ada THR, tidak ada bonus, tidak ada Gaji dan tidak ada uang lembur, harus nya papa mengerti gimana lelahnya mama dengan semua ini “ Working mom pun mempunyai cerita yang sama “Mama baru saja sampai rumah, bukan hanya papa yang lelah tapi mama juga, seharian di kantor tugas-tugas bertumpuk, dikejar deadline , meeting , belum perintah bos ini itu , papa harus nya ngerti donk bahwa kita sama-sama kerja . Cobalah untuk menggeser pola pikir kita , mungkin suami Anda tipe yang ingin di perhatikan dan ingin di layani . Bukankah suami pun tidak pernah mengeluh bahwa dia sangat lelah mencari nafkah , di jatuhkan teman sekantor , mendapat teguran dari atasan , miss deadline , kalah tender , proyek bermasalah , tagihan macet , lelah di pekerjaan dan perjalanan. satu hal lagi suami tidak ber-ikrar bahwa kelak ia yang akan bertanggungjawab dan menanggung dosa atas apa yang terjadi pada istri dan anak-anaknya. Oleh karena itu mengapa laki-laki dalam Al Qur’an mendapat perlakuan lebih spesial karena laki-laki memiliki tanggungjawab yang berat sebagai kepala rumah tangga. Dan sebagai istri kita sebaiknya tetap bersikap Qona’ah , mendukung dan mendoakannya , bukankah di balik kesuksesan seorang suami ada wanita yang kuat bersamanya .
  4. Silent is gold. Pepatah seperti ini sudah tidak asing lagi , terkadang obrolan – obrolan kecil bisa menimbulkan adu argumentasi dan menyinggung perasaan satu sama lain , karena masing-masing merasa benar dan pintar . Jika sudah seperti ini , sebaiknya istri atau suami diam dulu , dan carilah waktu yang tepat dan diskusikan bahwa papa tidak salah , mama juga tidak salah , hanya sudut pandang kita saja yang berbeda .
  5. Istri yang terlalu aktif dengan kegiatan di luar rumah / suami yang terlalu aktif di luar rumah bisa memicu perselisihan antara suami istri, timbul kecurigaan-kecurigaan yang tidak beralasan antara keduanya, disinilah pentingnya saling membangun kepercayaan dan komunikasi yang baik antara suami istri. Selalu terbuka terhadap suami / istri kemanapun Anda pergi / apapun kegiatan yang Anda jalani . Jika ada pondasi rasa saling percaya satu sama lain, maka insya Allah tidak akan terjadi perselisihan dan kecurigaan yang tidak beralasan. Tetapi jika pasangan Anda , merasa keberatan dengan kegiatan Anda di luar, maka kurangilah kegiatan Anda, ingat bahwa Anda saat ini tidak sendiri, ada suami / istri yang sangat membutuhkan perhatian dan waktu kebersamaan dengan Anda .

Demikianlah tips menyelesaikan masalah dalam rumah tangga dari pertamakali.com. Marilah kita arungi biduk rumah tangga kita dengan pondasi agama dan nilai-nilai Islam yang dapat membawa kebaikan, kebahagiaan dan keselamatan agar sampai ke tujuan yaitu bahagia sampai ke jannah  – Nya dan selalu mendapat Ridho-Nya . Aamiin.

(Lisnawati)

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *