Tips Menjadi Orangtua yang Menyenangkan Bagi Anak

By | April 26, 2017

Setiap Orang tua punya segudang rencana untuk menjadikan anaknya menjadi anak yang sesuai dambaannya atau mungkin ada orang tua yang terinspirasi ingin anaknya menjadi seperti seseorang yang menjadi panutan sang orangtua (pemimpin terkenal, pemain bola terkenal, bintang film atau pemuka agama). Kadang sebagai orang tua, kita tidak sadar bahwa kita telah memaksakan kehendak kita pada anak dengan memperlakukannya layaknya sebagai alat sesuai dengan obsesi orang tuanya. Sehingga terkadang anak kita menjadi seperti robot, anak mengikuti dan menurut sesuai keinginan orangtuanya dan mungkin sesungguhnya anak merasa terpaksa dan tidak merasa bahagia. Nah lalu bagaimanakah caranya agar kita bisa menjadi orangtua yang menyenangkan, menjadikan anak-anak kita menjadi anak yang mandiri, anak-anak yang memiliki kepribadian yang matang, mampu mengambil keputusan untuk diri sendiri dan bertanggungjawab atas keputusan yang di ambilnya .

 

 

Yuk ikuti tipsnya dari pertamakali.com berikut ini.

 

Tips Menjadi Orangtua yang Menyenangkan Bagi Anak

 

  1. Ketika menonton acara siaran channel TV kabel , kadang orangtua memaksakan anak untuk tidak menonton acara siaran televisi yang bukan seusiannya dan anak akan marah ketika dilarang , atau dia akan menonton kembali ketika kita tidak tempat , berhentilah untuk beragumentasi dengan anak , yang dapat kita lakukan adalah meminimalisir peluangnya dengan cara , mintalah provider TV kabel untuk memasang TV kabel paralel dan mem-block beberapa channel dewasa dan khusus membayar additional channel-channel yang menyiarkan acara anak-anak saja, dengan memasangnya khusus di kamarnya atau di ruang keluarga , dengan begitu Anda tidak perlu repot-repot mengawasinya, dan perlu juga anda jelaskan pada anak , alasan anda melakukan itu, sehingga anak mengerti dan mau menerima penjelasan Anda .
  2. Ketika anak sedang bermain, kemudian tiba-tiba orangtua memanggilnya dan menyuruhnya belajar, kita perlu memahami bahwa anak kita juga manusia yang memiliki mood. Saat anak exited dengan permainannya dan tiba-tiba orangtua menyuruhnya untuk berhenti bermain, maka muncullah bad mood , si anak tidak akan fokus dengan pelajarannya tetapi dia akan fokus dengan kekesalah hatinya , seolah-olah ibunya tidak mengerti dan memahaminya. Sebaiknya tanyakan pada si anak , kapan ia akan berhenti bermain 10 menit lagi – atau 20menit lagi atau sebelum bermain kita bisa buat agreement dengan anak, “Adik nanti main 30 menit saja setelah itu adik belajar ya “. Biasanya anak akan tawar menawar “Ya mama masa aku main hanya 30 menit sih, aku kan dari sekolah uda belajar terus sampe capek, aku pengen main 45 menit deh Ma“. Anda bisa jelaskan alasan kenapa anda menyuruhnya bermain hanya 30 menit, karena jika belajar terlalu larut nanti adik mengantuk atau jam tidur akan berkurang karena adik tidur terlalu malam .
  3. Ketika anak sulit makan sayuran dan buah-buahan, kadang orangtua akan merasa kesal dan marah, sehingga mengeluarkan kata-kata negatif. Sebaiknya kita tanyakan pada anak, apa alasan dia tidak mau makan sayur dan buah-buahan , apakah karena sakit gigi ,sariawan ,bosan atau sayurannya tidak enak ? Kita perlu jelaskan pada anak akan pentingnya sayuran dan buah-buahan untuk tubuh kita dan kesehatan serta dampak dari kekurangan makan sayuran dan buah-buahan, dan tanyakan pada anak buah-buahan apa yang di sukainya dan sayuran apa yang di sukainya, mau di masak seperti apa sayurannya .
  4. Ketika kita akan memasukkan anak sekolah ke todler, pre-school dan TK dan bermacam les, orangtua biasanya langsung mendaftarkan anaknya tanpa trial / menanyakan anak apakah anaknya berminat atau tidak. Cobalah untuk selalu melibatkan anak dalam memilih sekolah atau extrakulikuler, bujuk anak untuk mengikuti trial 1 hari agar dia merasakan atmosfer kelasnya. Apakah lingkungan sekolah atau kelasnya membuatnya nyaman, apakah kegiatan extrakulikulernya cukup menyenangkan atau membuatnya lelah dan bosan ? Jangan hanya tergiur oleh janji-janji yg diberikan atau fasilitas yang di tawarkan serta gengsi , ajaklah anak kita untuk memutuskan akan sekolah / extrakulikuler yang dipilihnya .
  5. Ketika anak malas dan tidak mau sekolah , hal seperti ini biasa terjadi pada anak-anak yang mengalami masa jenuh, ada rasa kekecewaan, malu yang ia dapatkan di lingkungan sekolah bisa dari guru atau salah seorang temannya , atau merasa dirinya terancam karena memiliki teman yang membuatnya merasa tidak nyaman , atau anak bolos sekolah karena salah bergaul. Beberapa orangtua mungkin akan memarahi anaknya atau menghakimi anaknya, karena merasa sudah susah payah bekerja keras , mencari nafkah tetapi apa yang dilakukan anak kita di belakang kita justru tidak sesuai harapan atau mengecewakan. Sebaiknya ajaklah anak untuk duduk bersama , berbicaralah dari hati ke hati , dan tanyakan dengan jujur, alasan dan pemicu ia tidak mau sekolah, carilah solusinya bersama-sama atau jika orangtua merasa kesulitan untuk mengendalikan anaknya, jangan segan untuk mengunjungi / mendatangkan psikolog anak. Hilangkan persepsi bahwa orang yang berhubungan dengan psikolog anak adalah orang yang memiliki masalah dengan anaknya atau memiliki anak yang bermasalah, itu persepsi yang salah. Sebagai orang tua kadang kita membutuhkan seorang psikolog sebagai mediator, mungkin terhadap orangtuanya anak akan enggan terbuka tapi ketika dengan psikolog anak anak justru akan terbuka, psikolog dapat menyimpulkan benang merah atas sgala pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban yang di berikan. Anak akan diajak duduk secara empat mata dan psikolog akan membantu anda untuk memecahkan masalah dan mencari solusinya. Kita sebagai orangtua terkadang merasa mampu mengendalikan anak kita dengan segala cara kita , namun kita tidak sadar apakah cara kita tersebut akan menyakiti hati si anak atau tidak, hati seorang anak ibarat dinding yang jika ditancapkan paku dan walaupun kita mencabutnya, lubang pakunya akan tetap ada , seperti itulah gambaran perasaan seorang anak .

Ingatlah anak adalah amanah. Kita sebagai orangtua adalah madrasah terbaik baginya , perjuangan sebagai orangtua masih panjang dan berliku, tantangan dan persoalan mungkin akan silih berganti, tetapi jika kita berpegang pada Allah SWT dan senantiasa berdoa, Insya Allah segala niat akan di mudahkan dan di lancarkan oleh Alloh SWT.  Aamiin. Semoga bermanfaat..

(Lisnawati)

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *