Tips Mengelola Keuangan Keluarga dan Disiplin Menabung

By | April 25, 2017

Manusia tentu memiliki banyak keinginan untuk memenuhi segala apa yang di inginkan atau memiliki segala sesuatu yang di inginkan. Namun kita juga harus sadar bahwa hidup ini memiliki keterbatasan. Dan kita harus tau batasan kemampuan kita adalah kunci penting untuk bersyukur dan merasa cukup atas apa yang sudah di miliki. Oleh karena itu  orang yang merasa apa yang telah dimiliki telah tercukupi, orang tersebut akan menabung uangnya untuk masa depannya. Tetapi ada orang yang merasa belum cukup , dia akan selalu mengikuti segala keinginannya walaupun dia sadar bahwa itu di luar batas kemampuannya. Apapun yang Anda inginkan, kita harus berpikir positif, kita harus berusaha mencapai kehidupan yang sejahtera tetapi kita juga harus berusaha, pasrah dan bersyukur apapun hasil yang telah di berikan oleh Tuhan, kalau pun hasilnya masih belum sesuai dengan harapan, kita tetap jangan berhenti untuk berusaha.

Salah satu hal yang dapat kita usahakan untuk meningkatkan kesejahteraan kita adalah dengan melakukan pengelolaan keuangan keluarga yang baik serta disiplin dalam menabung untuk investasi masa depan. Kali ini pertamakali.com akan berbagi tips bagaimana mengelola keuangan keluarga yang baik dan dapat mendisiplinkan diri untuk dapat menyimpan sebagian penghasilan untuk diinvestasikan di masa depan.

 

 

Berikut Tips Pengelolaan Uang dan Disiplin dalam Menabung

  1. Sesuaikan standar hidup dengan anggaran yang tentunya lebih realistis , misalnya : Anda pergi berlibur atau kesalon setiap minggu, padahal realitanya Anda hanya mampu pergi berlibur atau kesalon satu kali sebulan .
  2. Menabung dengan cara debit otomatis saat anda gajian , saat ini hampir semua bank memiliki produk / layanan debit otomatis , ini baik bagi Anda yang ingin di siplin menabung .
  3. Menabung untuk masa depan anak , saat ini banyak bank – bank yang memiliki fasilitas layanan agar customer dapat membuka rek atas nama anaknya , dengan demikian kita akan merasa lebih memiliki tanggungjawab moril / memiliki perasaan bersalah ketika kita akan menarik dana dari rek atas nama anak kita daripada menarik dana dari rek kita sendiri .
  4. Untuk kebutuhan rutin bulanan , kita dapat menyiapkan beberapa amplop seperti untuk gaji Baby sitter , Assistent Rumah tangga , Sopir , Zakat/ sedekah , listrik , telp rumah , air PAM, Gas, Internet, TV kabel, Pulsa HP, Bensin, salon, parkir atau Tol , dll . Sehingga kita sadar , berapa uang yang sudah di tabung & berapa uang yang telah di keluarkan untuk kebutuhan rutin , sehingga ketika kita mendapatkan tawaran promo berlibur atau berbelanja , kita tidak mudah tergiur dan menarik kembali uang yang sudah kita tabung . Karena saat ini banyak sekali orang yang berniat menabung tapi dengan mudah menarik kembali tabungannya untuk keperluan yang tidak terlalu urgent , karena berfikir bahwa uang yang di miliki akan cukup sampai akhir bulan dan nanti akan menerima gaji di bulan berikutnya .
  5. Disiplin & realistis dalam melakukan pengeluaran uang. Kita harus sadar bahwa musuh utama kebocoran anggaran rumah tangga adalah belanja secara impulsif. Ketika keinginan untuk berbelanja tidak dapat terbendung maka bahaya keuangan dapat terjadi. Untuk meminimalisir keinginan anda untuk komsumtif , kita coba ketahui berapa gaji kita per hari. Katakanlah kita bekerja selama 22 hari dalam sebulan ( bekerja 5 hari dalam seminggu ). Misalnya : Gaji kita 8jt / bulan , maka gaji kita / hari adalah Rp . 363.636 . Apakah anda rela membeli tas / sepatu dengan harga yg bayaran beberapa hari dari waktu kerja Anda yang telah Anda tukarkan atau korbankan dengan waktu kebersamaan untuk keluarga Anda .

Kadang masyarakat awam sering salah, orang yang kaya (dapat menjadi kaya) secara materi adalah orang yang berpenghasilan tinggi. Jika seseorang berpenghasilan tinggi tetapi memiliki gaya hidup yang komsumtif / mempunyai pengeluaran yang sama besar dengan gajinya atau lebih, tentu orang itu tidak dapat di katakan orang itu kaya. Tetapi jika seseorang yang memiliki penghasilan biasa saja tapi dia memiliki sistem pengelolaan dan perencanaan keuangan yang baik serta memiliki keuangan yang sehat dan memiliki aset, itulah yang dapat di katakan orang tersebut kaya (secara materi).

Demikianlah tips agar kita dapat lebih disiplin dalam menabung. Semoga tips di atas dapat bermanfaat bagi pembaca semua.

(Lisnawati)

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *