8 Tips Membeli Motor Matic Bekas ( Second )

By | April 23, 2017

Motor merupakan sarana transportasi pribadi dalam kota yang sangat efektif dan cepat mencapai tujuan dalam situasi macet di jalan raya di perkotaan. Banyak pekerja kantoran yang lebih memilih menggunakan motor ketimbang menggunakan mobil pribadi karena mereka tidak ingin banyak kehilangan waktu di jalanan yang macet. Memiliki motor adalah salah satu kebutuhan yang cukup penting bagi warga Ibu kota yang sehari-harinya harus bergelut dengan kemacetan di jalan raya.  Dengan memiliki motor pribadi seseorang akan lebih leluasa dalam mencapai suatu tempat tujuan dibanding menggunakan mobil pribadi.

 

 

Meskipun motor sangat dibutuhkan dalam berkendara sehari-hari di wilayah perkotaan yang macet, namun tidak semua orang mau menyisihkan uang cashnya dalam jumlah yang dapat dikatakan besar bagi yang berpenghasilan pas-pasan untuk membeli motor baru. Apalagi harga motor baru dapat dikatakan cukup “mahal” bagi sebagian orang yang hanya menggunakan motor untuk pekerjaan sehari-hari saja (bukan untuk hobi atau gaya) dan berpenghasilan pas-pasan. Membeli motor bekas dapat menjadi pilihan bijak bagi yang memiliki tabungan yang pas-pasan dan ingin menghindari kredit motor. Beberapa keuntungan dan kekurangan dalam membeli motor bekas adalah:

  • Harga motor jauh lebih murah dibanding motor baru
  • Dapat langsung digunakan karena surat-suratnya sudah ada
  • Jika beruntung harga yang didapat dapat lebih murah daripada kondisi motor sebenarnya (kondisi motor yang terawat)

Sedangkan kekurangan dalam membeli motor bekas adalah kita tidak mengetahui secara pasti riwayat penggunaan motor sehingga harus hati-hati ketika akan membeli motor bekas ini.

Berikut ini adalah tips membeli motor bekas dari pertamakali.com yang mungkin dapat menjadi acuan bagi yang baru pertamakali membeli motor bekas, sehingga tidak tertipu dan tidak menyesal di kemudian hari setelah memilikinya.

 

Tips Membeli Motor Bekas (Second)

 

  1. Pilih Motor yang Memiliki nomor Plat Wilayah Propinsi yang sama dengan Alamat KTP Anda

Jika Anda memilih motor bekas yang nomor platnya masih dalam satu propinsi maka Anda tidak akan dikenai biaya cabut berkas di kemudian hari jika ingin balik nama. Hal ini berbeda jika motor yang Anda beli berbeda wilayah propinsi dengan alamat KTP Anda.

  1. Jangan melakukan Transfer (Down Payment) sebelum Anda bertemu langsung dengan Pemiliknya serta memastikan kondisi Motor Sebenarnya.

Banyak orang mencari motor bekas melalui internet dengan mesin pencarian atau situs jual beli barang-barang second seperti olx.co.id. Ketika Anda melakukan pencarian melalui internet biasanya ada nomor telepon si penjual motor tertera dan biasanya mereka minta dihubungi. Namun berhati-hatilah jika anda diminta untuk transfer sejumlah uang, biasanya diminta 500rb – 1 juta. Biasanya mereka akan menampilkan motor yang terlihat masih gress dengan harga yang terjangkau atau sangat murah sehingga membuat orang awam ngebet ingin membelinya dan takut kedahuluan orang. Banyak alasan dikemukakan si penjual gadungan ini yang biasanya adalah butuh dana cepat untuk berobat dan lain sebagainya. Anda disarankan tidak mentransfer uang sepeserpun sebelum Anda memastikan kondisi motor sampai dengan kelengkapan surat-suratnya.

  1. Buat Janji Segera dan di Rumah Pemilik Motor

Setelah Anda mendapatkan motor pilihan Anda di Internet yang sesuai dengan keinginan dan budget Anda segera buat janji ketemuan untuk mengecek kondisi motor di rumah pemilik motor tersebut. Buatlah janji ketemu ketika masih ada cahaya matahari sehingga Anda masih dapat melihat kondisi motor secara lebih jelas (jangan di malam hari). Jangan ragu untuk segera membuat janji dengan pemilik motor tersebut karena semakin Anda tunda semakin besar Anda keduhuluan dengan orang lain. Lakukan janji ketemuan di rumah pemilik / penjual motor, agar jika ada yang tidak sesuai dengan motor tersebut di kemudian hari, Anda masih dapat menghubungi si penjual motor.

  1. Cek Kelengkapan Surat Motor

Hal yang perlu Anda perhatikan dalam melakukan pengecekan surat-surat motor adalah : kelengkapan surat motor (BPKB, STNK, Faktur), kesesuaian nomor mesin rangka dan mesin dengan yang tertera di surat motor, tahun pembuatan motor sesuai dengan yang dikatakan penjual, serta pembayaran pajak terakhir. Jika ada penunggakan pajak, perlu Anda pertimbangkan juga berapa biaya yang harus Anda tanggung untuk menutupi tunggakan pajak tersebut di kemudian hari. Hal ini bisa menjadi pertimbangan negosiasi harga motor tersebut nantinya.

  1. Cek Bodi Motor Secara Keseluruhan

Pastikan bodi motor masih original dan belum dimodifikasi. Perhatikan juga bodi motor apakah banyak terdapat lecet-lecet atau goresan (bekas jatuh seperti bekas kecelakaan). Jangan tertipu dengan banyaknya stiker pada motor, karena bisa jadi itu untuk menutupi bekas goresan atau lecet pada motor. Perhatikan juga stang motor apakah masih lurus atau sudah bengkok. Selain bodi bagian atas perhatikan kondisi ban motor, apakah masih bagus atau sudah botak. Kondisi ban sudah botak dapat dijadikan sebagai alasan dalam negosiasi harga. Jangan lupa juga untuk melakukan pengecekan di bagian knalpot apakah terdapat banyak karat atau tidak. Sebenarnya kondisi knalpot berkarat ini biasa terjadi akibat pemakaian. Namun jika kondisinya parah, bisa jadi ini akibat motor sering dibawa ke tempat berlumpur atau tempat yang mempercepat terjadinya karat (seperti air asin). Jika memungkinkan cek juga kondisi oli motor apakah ada kebocoran, kering, kotor atau tidak. Jika kondisi oli sampai kering atau kotor maka ada kemungkinan ada kebocoran atau si pemilik kurang merawat motor sehingga Anda akan perlu melakukan banyak perbaikan di kemudian hari setelah membeli motor tersebut.

  1. Jangan mudah Percaya dengan Angka Speedometer yang Kecil

Biasanya semakin kecil angka speedometer menunjukkan bahwa motor yang ingin Anda beli tersebut jarang digunakan sehingga seharusnya kondisinya akan semakin baik. Hal ini benar jika tidak dilakukan kecurangan pada speedometer serta motor tetap dirawat selama jarang dipakai, minimal tetap dinyalakan dalam selang beberapa hari untuk pemanasan mesin serta oli mesin tidak sampai kering. Jika angka speedometer yang kecil tidak sesuai dengan kondisi motor bisa jadi speedometer telah dimanipulasi dan sebaiknya batalkan niat Anda untuk mengambil motor tersebut.

  1. Cek Panel dan kelistrikan Motor

Cek apakah speedometer, meteran bensin, saklar lampu berfungsi dengan baik. Pastikan motor dapat dinyalakan dengan stater maupun dengan engkol. Pastikan juga klakson dan lampu motor (depan, belakang, sein) dapat berfungsi dengan baik.

  1. Minta Penjual Motor Agar Motor dapat Ditest Terlebih dulu

Minta kepada penjual untuk melakukan uji coba motor terlebih dahulu. Ketika mesin dinyalakan perhatikan suara mesin apakah ada suara-suara yang mengganggu (berdengung dan kasar) ketika mesin dinyalakan atau tidak. Jika suara berdengung atau kasar bisa jadi itu pertanda ada bagian CVT yang perlu diservis. Coba kendarai motor sampai ke tempat pom bensin terdekat dengan alasan Anda akan mengisikan bensinnya sehingga pemilik motor akan dengan senang hati mengizinkan Anda mencoba motor yang akan Anda beli. Selain mesin, perhatikan juga suspensi apakah masih nyaman atau tidak sesuai dengan usia motor. Motor yang masih baik suspensinya biasanya masih nyaman ketika dikendarai dan dapat meredam getaran meski mungkin tidak senyaman ketika motor tersebut masih baru pertamakali digunakan.

Demikianlah beberapa tips dalam memilih motor bekas (second) khususnya untuk motor matic. Semoga poin-poin di atas dapat menjadi pertimbangan Anda dalam membeli motor bekas nantinya sehingga Anda dapat terhindar dari ulah para penipu dan dapat membeli motor sesuai dengan harapan dan perkiraan budget Anda.

 
Share

One thought on “8 Tips Membeli Motor Matic Bekas ( Second )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *