Nasehat Bijak Tentang Mendengarkan dari Tokoh Terkenal

By | February 13, 2017

Banyak orang tak perduli betapa pentingnya kita menyimak dengan seksama ketika sedang berbicara dengan lawan bicara kita baik itu dengan teman, orang yang lebih tua atau orang yang kita hormati termasuk juga orang yang lebih muda dari kita. Meskipun kelihatannya sepele, mendengarkan ketika sedang berbicara dapat memberikan kebaikan serta keuntungan terutama agar orang atau lawan bicara kita dapat merasakan empati kita dan kita dapat memahami apa yang diutarakan orang lain.

 

nasehat bijak mendengarkan

 

Kamu harus bisa membedakan mengenai “mendengarkan” dengan “mendengar”. Sebab, keduanya sangatlah berbeda meskipun sekilas hampir sama. Mendengar merupakan istilah di mana manusia menangkap bunyi, kemudian diteruskan ke otak. Kegiatan ini dilakukan tanpa adanya kesengajaan. Berbeda dengan mendengarkan, yang mana manusia berusaha mendapatkan informasi dari apa yang didengar dengan sengaja.

Nah, jika kamu mampu menjadi pribadi yang memiliki empati dengan cara mau mendengarkan seseorang ketika mereka perlu didengar, dapat dikatakan kamu telah memenuhi kriteria sebagai pendengar yang baik. Di dalam banyak kesempatan, kamu sebaiknya berusaha untuk menjadi pendengar yang baik agar kamu dapat merasakan serta mengerti permasalahan yang ada dan agar kamu juga suatu saat didengar orang lain. Tak hanya di lingkungan keluarga, namun kamu juga perlu menjadi pendengar yang baik dalam berbagai aspek kehidupan seperti pada lingkungan masyarakat dan lingkungan pekerjaan. Tentu ada proses yang harus dilalui apabila ingin menjadi pendengar yang baik. Kurangi intensitas berbicara. Sedikitlah berbicara, dan perbanyaklah mendengarkan. Hal tersebut juga harus dibarengi dengan memiliki sikap rendah hati, lebih berkonsentrasi dan memiliki sikap objektif.

Meskipun terlihat sederhana, ternyata banyak orang yang gagal menjadi pendengar yang baik. Permasalahannya sebenarnya ada pada diri mereka sendiri. Misalnya karena memiliki ego yang tidak mau dikalahkan. Banyak orang lebih suka didengar dengan banyak bicara dibandingkan mendengarkan lawan bicaranya. Padahal, menjadi pendengar yang baik akan memberikan banyak kebaikan serta keuntungan bagi diri sendiri dan orang lain. Misalnya saja menjadi pribadi yang lebih bijaksana, dapat mengerti apa yang diutarakan orang lain lebih baik, disenangi dan lain sebagainya.

Berikut ini ada beberapa ulasan mengenai kata bijak tentang mendengarkan dari tokoh terkenal. Marilah kita simak satu per satu sehingga kita semua mendapatkan hikmah dan informasi yang menarik sekaligus bermanfaat.

Meskipun tidak bisa banyak menolong, aku akan mendengarkanmu dengan baik

“Aku hanya ingin kau tahu bahwa kalau kau butuh seseorang untuk diajak bicara, aku ada di sini. Aku mungkin tidak bisa banyak membantu, tapi aku bisa mendengarkan.” – Ilana Tan

Ada rasa lega ketika seseorang bercerita atau berkeluh kesah tentang permasalahan yang sedang dihadapi. Terkadang, tak masuk akal sebab bercerita tentang suatu masalah kepada seseorang tidak akan menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Namun nyatanya, beban pikiran akan sedikit berkurang ketika bercerita kepada seseorang, lalu dia mendengarkanmu dengan sangat antusias. Oleh sebab itu, berusalahan menjadi pendengar yang baik saat ada seseorang yang membutuhkanmu untuk mendengarkan apa yang telah dia alami. Kekuatan dari mendengarkan memang sangat luar biasa.

Tak perlu bicara pada orang yang tak mau mendengarkan

“Kita tidak perlu menjelaskan hal-hal kepada orang yang tidak mau mendengarkan penjelasan. Jangan menghabiskan waktu.” – Tere Liye

Dalam bergaul, kita akan menemukan banyak orang yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Misalnya saja ada seseorang yang rela dan ikhlas menjadi pendengar yang baik. Sementara itu, ada juga orang yang tak ingin menjadi pendengar yang baik. Kalau kamu bertemu dengan seseorang yang tidak mau mendengarkan apa yang kamu katakan, berhentilah berbicara. Tak perlu kamu menjelaskan akan suatu hal panjang lebar karena hal tersebut merupakan perbuatan yang sia-sia.

Bijaksanalah dalam mendengarkan

“Setiap orang hidup dalam nasibnya sendiri-sendiri. Lalu mengapakah kita harus mendengarkan orang yang tidak suka melihat kita sukses?” – Mario Teguh

Meskipun menjadi pendengar yang baik sangat penting, bukan berarti kita harus mendengarkan setiap apa yang datang kepada kita. Misalnya saja, ketika ada sesuatu yang buruk datang menghampirimu, abaikan saja. Tak perlu kamu mendengarkannya kalau hal itu hanya akan membuat kehidupanmu makin memburuk. Saat kita sukses, tentu banyak orang yang tak suka dengan kesuksesan yang kita miliki. Saatnya kamu tak perlu mempedulikan mereka yang tidak suka atas apa yang kamu raih.

Perbanyak mendengarkan daripada berbicara

“Kita memiliki dua telinga dan satu mulut, karena itu kita bisa mendengarkan dua kali lebih banyak daripada berbicara.” – Epictetus

Tahukah kamu apa maksud Tuhan menciptakan manusia dengan 2 telinga dan 1 mulut? Itu artinya Tuhan menginginkan manusia untuk selalu menjaga lisannya. Tuhan lebih senang dengan hambaNya yang tidak banyak berbicara. Mulai sekarang, kurangi berbicara dan perbanyaklah untuk mendengarkan. Kamu akan menjadi pribadi yang lebih bijaksana ketika mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain. Menjadi pendengar yang baik merupakan satu cara untuk menolong mereka yang sedang mendapatkan permasalahan hidup. Kamu bisa sedikit mengurangi beban kesedihan yang telah dirasakan oleh seseorang dengan cara ini.

Tak perlu dengarkan tentang hal buruk

Tutuplah telinga kamu saat mendengarkan hal-hal buruk tentang kamu, tapi bukalah telinga kamu saat kamu mendengarkan kabar baik tentang kamu.” – Agnes Davonar

Kehidupan ini memang keras. Kehidupan tak akan berjalan mulus. Tentu saja karena pasti akan ada cobaan dan rintangan yang mengiringi langkah kehidupan ini. Untuk menjadi lebih tegar dalam mencapai tujuan hidup, berusahalah untuk tidak mendengarkan hal-hal buruk tentangmu. Sebagai contohnya, ketika kamu memiliki suatu usaha, pasti akan ada beberapa orang yang tidak menyukai usahamu kemudian mencemooh. Kalau kamu ingin sukses, abaikan saja mereka. Anggap ini merupakan suatu ujian yang harus dihadapi. Memang memiliki mental baja sangat penting karena akan membuat seseorang melalui lika liku kehidupan ini dengan mudah. Hal yang perlu dilakukan ialah memilah-milah mana yang perlu didengarkan dan mana yang tak perlu didengarkan.

Salah satu kunci kesuksesan ialah dengan mendengarkan

“Sukses saya tercapai berkat kesediaan mendengarkan nasihat-nasihat terbaik dan menjalankannya secara berlawanan.” – Gilbert Keith Chesterton

Ini merupakan langkah penting yang harus kamu lakukan ketika ingin menjadi orang sukses. Ya, hal terpenting ialah bersedia mendengarkan. Dengan mendengarkan, kamu akan mendapatkan berbagai macam informasi penting untuk meningkatkan bisnis yang kamu jalankan. Kalau kamu tidak mau mendengarkan, kamu tak akan mendapatkan informasi mengenai hal-hal baru. Jangan biarkan dirimu memiliki benteng yang kokoh dari adanya nasihat-nasihat orang terdekat yang sebenarnya akan sangat bermanfaat bagi dirimu sendiri.

Komunikasi sangat penting

“Yang paling penting dalam semua hubungan manusia adalah percakapan, tapi orang tidak bicara lagi, mereka tidak duduk untuk berbicara dan mendengarkan. Mereka pergi ke teater, bioskop, menonton televisi, mendengarkan radio, membaca buku, tetapi mereka hampir tidak pernah bicara. Jika kita ingin mengubah dunia, kita harus kembali ke waktu ketika prajurit akan berkumpul di sekitar api dan bercerita.” – Paulo Coelho

Komunikasi sangat diperlukan dalam menjalin hubungan antara sesama manusia. Berbicara dan mendengarkan merupakan dua aspek penting dalam menjalin hubungan baik. Namun, untuk bisa menjadi sahabat yang baik, kamu harus menjadi pendengar yang baik. Banyak orang yang suka berhubungan dengan seseorang yang mampu menjadi pendengar yang baik. Begitu juga dirimu kan? Jika kedua belah pihak mampu mengadakan komunikasi lebih baik. Jangan biarkan dirimu menjadi korban kemajuan bidang teknologi sehingga kamu akan kehilangan kesempatan emas menjalin komunikasi dengan sesama.

Seorang pemberani ialah dia yang mau duduk dan mendengarkan

“Keberanian adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk berjuang dan bersuara; keberanian juga berarti duduk dan mendengarkan.” – Winston Chruchill

Tak mudah menjadi pendengar yang baik. Karena sulitnya menjadi pendengar yang baik, banyak orang menyebutnya sebagai pemberani. Sebab, pada saat mendengarkan, kamu harus menjadi seseorang yang peduli dan respect. Tentu saja terkadang ada rasa bosan dan jenuh menghampiri. Ketika kamu menjadi pendengar yang baik, kamu harus mau meluangkan waktumu. Namun, ternyata aktivitas mendengarkan ini secara tidak langsung berdampak pada kehidupanmu karena memiliki banyak manfaat. Salah satu menfaat yang bisa kamu dapatkan ialah kamu menjadi sesorang yang lebih bijaksana.

Imbalan dari pendengar yang baik ialah kebijaksanaan

“Kebijaksanaan adalah imbalan yang Anda peroleh dari seberapa lama Anda menjadi orang yang mendengarkan pada saat Anda merasa lebih suka untuk berbicara.” – Doug Larson

Banyak orang yang mendapatkan kebijaksanaan dari menjadi pendengar yang baik. Kamu bisa mengontrol diri sendiri untuk tidak banyak berbicara padahal kamu ingin. Banyak orang lebih suka mencerikan tentang apa yang telah dialaminya dibandingkan mendengarkan apa yang telah dialami oleh orang lain. Akan tetapi, saat kamu bisa benar-benar mengontrol untuk tetap setia mendengarkan daripada berbicara, saat itulah kamu menjadi seseorang yang bijaksana.

Dengarkan suara hati perlu, tapi tak cukup hanya itu

“Orang yg hanya mendengarkan suaranya sendiri, apa bedanya dengan orang tuli?”–  Achmad Mustafa Bisri

Banyak orang menganjurkan untuk mendengarkan suara hati sendiri ketika menghadapi suatu masalah atau ketika akan memutuskan suatu hal. Namun, sebagai pribadi yang bagus, kamu tak bolah hanya berpegang teguh pada suara hatimu. Kamu perlu mendengarkan suara banyak pihak. Kemudian, kamu memiliki hak untuk menyaring atas apa yang kamu dapatkan. Saat itulah kamu berkesempatan memilih keputusan mana yang paling baik menurut pendapatmu setelah mempertimbangkan banyak masukan dari orang-orang di sekelilingmu. Cara ini akan lebih efektif.

Cara belajar yang benar ialah dengan selalu mendengarkan

“Aku suka mendengarkan. Aku belajar hal-hal besar dengan mendengarkan dengan seksama.” – Ernest Hemingway

Ibarat gelas kosong, kamu harus siap mendengarkan segala hal agar gelas kosongmu terisi penuh. Kalau kamu menutup diri, mana mungkin kamu akan mendapatkan isi untuk gelas tersebut. Selalu menerima akan adanya informasi baru sangat penting dilakukan. Kamu harus tahu bahwa yang namanya ilmu atau informasi dapat datang dari mana saja. Bahkan, orang yang kamu anggap statusnya ada di bawahmu karena latar belakang pendidikan, bukan berarti kamu lebih pandai atau dia lebih bodoh. Kamu bisa mendapatkan ilmu atau informasi baru darinya karena bisa saja dia memiliki pengalaman hidup yang lebih banyak dibandingkan dirimu.

Cobalah untuk mendengarkan suara hati

“Anda harus mendengarkan suara hati. Ia bersifat pribadi, ia unik, ia milik Anda. Suara hati adalah otentik.” – Meredith Vieira

Saat kamu bimbang untuk menentukan langkah apa yang ingin kamu lakukan, sebaiknya dengarkan suara hati. Suara hati tak akan membohongimu. Dia menjadi patokan yang baik saat kamu akan mengambil suatu keputusan.

Jangan habiskan waktu untuk mendengar komentar yang tak penting

“Inilah hidupku, dan aku tidak peduli apa pun penilaian kalian. Toh, aku hidup bukan untuk membahagiakan orang lain, apalagi menghabiskan waktu mendengar komentar mereka.” – Tere Liye

Kamu berhak atas hidupmu dan kamu layak untuk bahagia. Bahagia bisa tercipta dari dirimu sendiri. Ya, kamulah yang bisa menciptakannya karena sebenarnya untuk bahagia sangat simpel. Kamu hanya perlu menutup telinga dari hal-hal yang tak perlu kamu dengarkan. Jangan gunakan waktumu untuk mendengarkan ocehan orang-orang yang tidak menyukaimu. Kalau kamu bisa bersikap acuh dengan mereka, kamu akan mampu merasa bahagia dan merasakan indahnya kehidupan.

Betapa lebih berharganya mendengarkan dibandingkan berbicara

“Ketika kau berbicara, kau mengulangi apa yang telah kau ketahui. Ketika kau mendengarkan, kau banyak belajar hal yang baru.” – Jared Sparks

Kalau kamu ingin menambah wawasan, berusahalah menjadi pendengar yang baik. Tahukah kamu saat kamu banyak bicara, kamu tak akan mendapatkan wawasan baru sebab kamu mengulangi apa yang telah kamu ketahui. Lain hal jika kamu lebih memilih untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain, dibalik itu semua kamu akan mendapatkan hal baru yang belum kamu ketahui sebalumnya.

Betapa pentingnya mendengarkan

“Mendengarkan Adalah Sikap Hati Seorang pendengar yang baik, bukan mendengarkan karena tidak memiliki sesuatu yang bisa dikatakan. Dia mendengarkan, karena dia berencana untuk berbicara lebih baik setelah mendengar. Itulah sebabnya kita diminta mengerti bahwa berbicara adalah wilayah kepandaian, sedang mendengarkan adalah wilayah kebijakan. Dan, jika cara-cara membaca yang baik belum ramah kepada diri ini; maka gunakanlah cara termudah untuk belajar, yaitu mendengarkan.” – Mario Teguh

Lebih mudah manakan antara mendengarkan dan berbicara? Jawabannya ialah berbicara. Meskipun banyak orang yang tak menyadarinya, ternyata mendengarkan jauh lebih sulit dilakukan. Tak banyak orang mampu mengendalikan keinginannya untuk mendengar dibandingkan dengan berbicara. Jika seseorang mampu memilih mendengar dibandingkan berbicara, dialah seseorang yang bijaksana. Jadi, berbicara dan mendengar merupakan 2 hal yang berbeda. Berbicara masalah kecerdasan, sedangkan mendengarkan merupakan kebijaksanaan.

Lebih banyak mendengar merupakan ciri orang sukses

“Orang-orang sukses yang saya kenal adalah mereka yang lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.” – Bernard Baruch

Salah satu ciri orang sukses ialah lebih banyak mendengarkan dibandingkan berbicara. Mereka memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk terus menggali berbagai informasi dan wawasan. Nah, segala hal tersebut bisa didapatkan jika berusaha menjadi pendengar yang baik.

Dengarkan orang lain dengan tulus

“Salah satu dari bentuk penghormatan yang paling tulus adalah mendengarkan apa yang harus dikatakan oleh orang lain.” – Bryant H. McGill

Jika kamu ingin dihormati, maka hormatilah orang lain. Cara yang bisa kamu lakukan untuk menghormati orang lain ialah dengan tulus mendengarkan apa yang dia katakan. Entah hal apapun, berusahalah untuk mendengarkan mereka.

Seorang pria butuh wanita yang mau mendengarkan

“Seorang pria sudah setengah jatuh cinta kepada wanita yang mau mendengarkan omongannya dengan penuh perhatian.” – Brenden Francis

Seorang pria akan jatuh cinta kepada wanita yang mau mendengarkannya dengan baik. Saat itulah, pria merasa bahwa dia mendapatkan perhatian yang luar biasa dari pasangannya. Nah, jika kamu ingin memiliki hubungan yang baik, berusahalah menjadi pendengar yang baik. Jika keduanya mampu melakukan hal tersebut, toleransi dan saling menghargai akan tercipta sehingga hubungan akan selalu harmonis.

Demikianlah kumpulan nasehat bijak tentang mendengarkan dari tokoh terkenal. Bagaimana? Apakah kamu lebih memilih banyak berbicara ataupun mendengarkan? Kedua-duanya tidak salah. Namun ketika seseorang memerlukan empati kita, lebih banyak mendengarkan merupakan kegiatan yang membawa dampak lebih positif bagi kedua belah pihak.

(Ika Pratiwi)

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *