Tips Berteman atau Menjalin Persahabatan Menurut Islam

By | January 16, 2017

Dalam Islam kita dianjurkan untuk memiliki hubungan persahabatan yang baik dengan sesama makhluk Allah yang lain serta dalam hubungan dengan makhluk lainnya diminta untuk menghindari semua hal atau tindakan yang mangarah kepada ingkar atau melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh Nya. Setiap orang yang mempunyai hubungan yang baik secara lahiriah dengan makhluk Allah juga pasti memiliki sikap yang tulus serta rendah hati terhadap Allah dalam jiwanya (yang paling dalam) sebagai pencipta semua makhluk di muka bumi ini.

 

 

 

Setiap umat Islam diminta untuk memiliki serta mempertahankan persahabatan dengan orang-orang lain demi Allah dan dilarang untuk berteman atau berkawan semata-mata demi keuntungan sendiri dalam masalah-masalah duniawi, terutama untuk mencari kedudukan, untuk pamer atau untuk mencari nama baik. Berteman baiklah dengan semua orang, namun perlu diingat bahwa dalam berkawan jangan sampai melampaui batas-batas syariah demi mempertahankan hubungan social, misalnya tidak pernah mau kalah dari orang lain atau mencari nama baik, sebab semua ini tidak akan memberi manfaat kepada kita, dan dampak nya kita akan kehilangan ridha dari Allah SWT sehingga di akhirat kelak kita akan kehilangan kebahagiaan tanpa ada yang bisa menolong kita.

Dalam berhubungan sosial, perlakukanlah orang yang lebih tua dari kita sebagaimana kita memperlakukan ayah dan ibu kita serta orang yang lebih muda sebagaimana kita memperlakukan seorang anak. Kepada kawan atau teman kita dituntut untuk memperlakukan mereka seperti kita memperlakukan saudara kita. Namun selain itu syariah juga perlu dijaga, jangan tinggalkan apa yang telah kita ketahui dengan pasti dalam hati hanya demi sesuatu yang kita dengar dari orang lain yang belum tentu kebenarannya atau masih diragukan. Hal ini juga erat kaitannya dengan persoalan atau permasalahan yang akhir-akhir ini sering menjadi bahan perbincangan yaitu Hoax. Hoax ini merupakan berita yang masih diragukan kebenarannya yang disebarkan di media sosial sehingga hampir semua orang akan mengetahui berita yang disebarkan yang belum tentu kebenarannya. Setiap umat Muslim sangat dilarang untuk menyebarkan berita yang masih meragukan terutama yang menyangkut nama baik seseorang karena dapat menjurus kepada fitnah. Jika berita mengenai keburukan seseorang ini pun benar adanya, tata cara penyampaiannya pun ada aturannya. Dalam Islam sangat dilarang menyebarkannya hanya untuk menebar kebencian atau untuk mencapai keuntungan duniawi semata. Bersikaplah lemah lembut ketika kita menganjurkan kebaikan, dan berkasih sayanglah ketika melarang kejahatan. Jangan sekali-sekali mengabaikan nasihat yang baik dari teman kita dalam setiap kesempatan.

Allah berfirman :

Berbicaralah kepada orang-orang dengan kata-kata yang baik. (QS Al-Baqarah [2]:83)

Dalam berteman kita perlu menghindarkan diri dari hal atau segala sesuatu yang membuat lupa untuk mengingat Allah. Jangan biarkan pandangan kita terhadap makhluk Allah mendorong kita untuk menyembunyikan kebenaran, sebab hal ini merupakan suatu kerugian yang besar. Selalu mintalah perlindungan kepada Allah Tuhan yang Masa Kuasa.

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *