Macam Cara Mengobati Batuk dengan Ramuan Tradisional Alami

By | January 10, 2017

Batuk merupakan gejala penyakit yang dapat disebabkan oleh berbagai gangguan dari dalam tubuh yang berhubungan dengan saluran pernafasan. Batuk dapat disebabkan oleh alergi, radang tenggorokan, gangguan saluran pernafasan oleh virus, dll. Ada kalanya batuk mudah disembuhkan (tanpa obat) hanya dengan mengubah pola hidup termasuk dengan istirahat yang cukup. Ada  kalanya pula batuk sulit disembuhkan tanpa bantuan obat karena tidak cukup nya daya penyembuhan tubuh terhadap gangguan virus atau kuman yang menyebabkan batuk ini.

 

 

Ramuan Tanaman Obat

 

Pada kesempatan kali ini pertamakali.com sudah merangkum macam-macam ramuan tradisional yang bermanfaat untuk mengobati batuk sebelum Anda memutuskan apakah perlu pergi ke ahli kesehatan atau dokter atau tidak. Ramuan ini sifatnya untuk membasmi gangguan batuk secara alami sesuai dengan ciri-ciri batuk yang Anda alami.

Selain sebagai ramuan alami yang tidak ada afek samping juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh Anda. Namun yang perlu diingat bahwa setelah batuk Anda sembuh Anda dapat segera menghentikan konsumsi ramuan atau sesuai anjuran resep ramuan tradisional yang diberikan. Sebaliknya jika batuk Anda masih belum sembuh segera konsultasikan dengan ahli kesehatan atau dokter di sekitar tempat tinggal Anda untuk berkonsultasi karena ramuan ini tidak untuk menggantikan resep dokter. Yuk kita ikuti ramuan apa yang cocok untuk mengobati batuk yang dialami !

 

Cara Alami Mengobati Batuk dengan Ramuan Tradisional

 

Bronkitis

Ramuan I :

Sediakan daun patikan kerbau secukupnya. Sedikit air matang dan sedikit madu murni. Caranya : tumbuklah patikan kerbau. Beri sedikit air matang. Kemudian peras dan ambil airnya. Tambahkan madu murni. Minum ramuan 3-4 kali sehari.

Ramuan II :

Sediakan daun kaki muda 20 gram, bidara upas 1 jari, daun sembung 15 gram. Cara membuat : semua bahan dipipis halus dan diberi air masak 2 cangkir. Peras dan saringlah. Minum sebanyak 2 kali sehari 1 cangkir.

Ramuan III :

Sediakan Bunga kembang Sepatu 2 kuntum. Cara meramu : bahan dicuci bersih dan ditumbuk halus. Bari air masak 1 gelas dan sedikit garam. Peras dan saring lalu minum 2 kali sehari sebanyak 2 sendok makan.

Ramuan IV :

Ambil daun poko 1/3 genggam, daun patikan kerbau 1/3 genggam dan 2 sendok makan minyak jeruk sitrun. Cara membuat : daun poko dan daun patikan dicuci bersih lalu digiling hingga halus. Remas-remaslah dengan minyak jeruk sitrun. Lumas pada leher dan balutlah. Lakukan 2 kali sehari.

Ramuan V :

Daun jambu Bol direbus, air rebusannya diminum.

Ramuan VI :

Rebusan 25 gram akar kompri/kompfrey segar. Tidak diminum secara berlebih karena dapat menyebabkan kerusakan hati.

Ramuan VII :

Sediakan seluruh bagian tanaman segar putri malu dan pegagan (masing-masing 30 gram) lalu dicuci sampai bersih. Tambahkan 3 gelas air, lalu rebus sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 3 kali masing-masing sebanyak 0.5 gelas.

Ramuan VIII :

Cuci 60 gram putri malu segar, lalu potong-potong seperlunya, rebus dalam 3 gelas air dengan api kecil sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum sebanyak 2 kali, pagi dan sore hari. Ramuan diminum untuk selama 10 hari.

Ramuan IX :

Daun Sirih Hijau sebanyak 7 lembar, gula batu satu potong direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa satu gelas. Minum 1/3 gelas dengan aturan 3 kali sehari.

TBC, TB Paru

Ramuan I :

Daun kering sambiloto digiling menjadi bubuk kemudian diaduk dengan madu dan dibuat pil dengan diameter 0.5 cm. Sehari diminum 2-3 kali dan sebanyak 15-30 pil setiap kali minum. Diminum dengan air matang.

Ramuan II :

Siapkan buah jamblang segar (30 gram, jika dipakai buah kering gunakan sebanyak 15 gram) dan daun sembung segar sebanyak 25 gram. Cuci semua bahan,  lalu potong-potong daun sembung seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan gula dan air secukupnya sampai seluruh bahan terendam. Tim sampai matang. Setelah dingin, minum airnya. Makan buahnya, tetapi bijinya dibuang. Lakukan setiap malam sebelum tidur.

Ramuan III :

Rebus Bunga Tanaman Wijayakusuma segar (3-5 kuntum), dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Tambahkan gula aren (15 gram). Setelah dingin, saring dan minum air nya sebanyak sehari dua kali, masing-masing setengah gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Batuk Rejan

Ramuan I :

Daun sambiloto segar sebanyak 5-7 lembar diseduh dengan ½ cangkir air panas. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk. Setelah dingin diminum sekaligus dan dilakukan 3 kali sehari.

Ramuan II :

Siapkan buah jamblang kering (15 gram), empedu ayam betina (1 buah) dan gula secukupnya. Masukkan ke dalam air sampai seluruh bagian terendam, lalu tim sampai matang. Minum airnya dan makan isinya. Lakukan sekali sehari sampai sembuh.

Ramuan III :

1 batang tanaman Lenglengan (Leucas lavanulifolia Smith) dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1,5 gelas. Setelah hasil rebusan dingin disaring, minum dengan air gula seperlunya. Sehari diminum sebanyak 3 x 0.5 gelas.

Ramuan IV :

Rimpang kering Pacing (Costus Speciosus) 3- 10 gram digodok lalu diminum.

Radang Paru

Bubuk kering herba sambiloto sebanyak 3-4.5 gram diseduh dengan air panas. Setelah dingin tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus.

Sakit Paru-paru

Seluruh bagian tanaman ciplukan yang sudah dicuci bersih, direbus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih kemudian disaring. Air hasil rebusan diminum 3 kali sehari sebanyak 1 gelas.

Batuk yang berlangsung lama

Ramuan I :

Ambil buah delima yang belum terlalu masak. Setiap malam sebelum tidur, kunyah buah tersebut. Buanglah bijinya.

Ramuan II :

20 gram daun lidah buaya dicuci besih lalu dikupas dan dipotong-potong. Beri 2 sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari dan diulangi selama 10 hari.

Batuk Kronis, Asma

Ramuan I :

Cuci buah jamblang segar sebanyak 15 gram sampai bersih, bung bijinya, lalu makan. Dilakukan sebanyak 3 kali sehari.

Ramuan II :

Sediakan buah jamblang kering sebanyak 15 gram. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkanlah air sampai seluruh buah terendam, lalu tim sampai matang. Setelah dingin, minum airnya dan makan buahnya sekaligus. Lakukan sebanyak 3 kali sehari.

Batuk Kering

Ramuan I :

10 gram mawar kering dicuci bersih. Campurkan dengan 30 gram gula batu kemudian ditim sampai setengah masak atau sampai keluar airnya. Air yang diperoleh disaring kemudian diminum saat masih hangat.

Ramuan II :

3 – 7 batang tanaman meniran lengkap dicuci bersih kemudian ditumbuk hingga halus. Bahan ini diberi 3 sendok air masak dan 1 sendok madu lalu dicampurkan hingga merata. Ramuan diminum sekaligus dan dilakukan sebanyak 2 kali sehari.

Ramuan III :

Daun seledri yang masih segar dan masih utuh lengkap dengan batang dan akarnya dipotong-potong secukupnya. Rebuslah seledri dengan 3 gelas air hingga mendidih lalu disaring. Biarkan air rebusan hingga dingin dan setelahnya tambahkan madu lebah secukupnya. Bagi dua bagian rebusan tersebut untuk diminum pada waktu pagi dan sore hari.

Ramuan IV :

Siapkan 600 gram segar Serai Wangi (Cymbopogon nardus L) dan keringkan. Setelah itu, rebuslah dengan air secukupnya, kemudian dapat diminum.

Ramuan V :

Rebus 15 lembar daun sirih hijau dengan 3 gelas air sampai tersisa 3/4 air. Minum air rebusan tersebut dengan menambahkan satu sendok madu. Lakukan hingga batuk hilang.

Batuk Bardahak

Cuci 15-30 gram seluruh bagian tanaman putri malu, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum waktu malam hari sebelum tidur.

Batuk pada Anak

Ramuan I :

Cuci bersih segenggam penuh daun saga termasuk tangkainya, sebutir bawang merah, 3 butir adas, sepotong kecil kayu pulosari, dan gula batu secukupnya. Tambahkan bahan dengan 2 gelas air, dan rebus selama 15 menit. Setelah dingin saring ramuan, dan minum airnya.

Ramuan II :

Air jeruk nipis (1.5 sendok makan), madu murni (4 sendok makan), air masak yang telah dingin (5 sendok makan). Cara membuat : Semua bahan dicampur jadi satu sampai benar-benar merata, kemudian dikukus.

Takaran :

Bayi 1-6 bulan : 4 kali sehari 0.5 sendok teh

Bayi 7-11 bulan : 4 kali sehari 1 sendok teh

Bayi 1-2 tahun : 4 kali sehari 1 sendok makan

Bayi 3-5 tahun :4 kali sehari 1.5 sendok makan

Batuk dan Panas

Cuci bersih 10-15 gram tanaman Sawi langit kering (setara 50 gram tanaman segar). Rebus tanaman dengan 4 gelas air sampai mendidih dan tersisa 2 gelas. Saring hasil rebusan setelah dingin. Minum ramuan sebanyak 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

Radang Tenggorokan

20 gram akar Sedap Malam, 25 gram sambiloto segar dan 600 cc air putih. Cara membuat ramuan : rebuslah bahan-bahan tersebut dengan air putih sampai tersisa setengahnya. Setelah itu, kemudian saring dan minumlah dua kali sehari sebanyak masing-masing 150 cc.

Terapi Matahari

Selain dengan ramuan tradisional di atas dilaporkan terapi matahari juga baik dalam pengobatan penyakit batuk ini. Menurut Putu Oka Sukanta, seorang pemerhati masalah pengobatan alternatif, terapi matahari adalah dengan cara membiarkan tubuh menerima rangsangan melalui kehangatan yang dipancarkan sinar matahari pagi pada waktu antara pukul 07.00-10.00.

Penderita penyakit infeksi seperti TBC atau pneumonia juga lazim dianjurkan untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi. Jauh sebelum ditemukannya penicilin, terapi pengobatan antibiotika untuk infeksi seperti TBC atau pneumonia adalah dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi. Menurut Dr. Amrullah H. Siregar, DIHom, DNMed, Msc, Ph.D ahli narupati dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi dianggap bisa mematikan infeksi bakteri.

Terapi matahari paling baik dilakukan secara terukur tergantung sensitivitas masing-masing orang serta perlu diperhatikan dosisnya (sekitar 10-20 menit). Patokannya adalah dari denyut nadi. Kanaikan denyut nadi 10-15 per menit harus dihentikan. Ini artinya sudah cukup, jangan sampai kelebihan karena akan berdampak negatif jika berlebihan, jelas  DR. Siregar.

Demikianlah tips dari pertamakali.com untuk mengobati batuk dengan cara alami melalui resep tradisional nenek moyang kita. Semoga dapat bermanfaat.

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *