Kata Kata Bijak Nasehat dalam Mendidik dan Mengasuh Anak

By | November 2, 2016

Memiliki buah hati menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri. Hadir-nya buah hati membuat kebahagiaan rumah tangga menjadi lengkap dan sempurna. Namun, di balik kebahagiaan itu, ada tanggung jawab besar untuk mendidik dan mengasuh anak supaya kelak menjadi orang yang berguna bagi segala bidang serta memiliki akhlak yang mulia.

 

 

Kata Kata Bijak Nasehat Mendidik Anak

 

Pada kesempatan kali ini, pertamakali.com akan memberikan beberapa kumpulan kata kata bijak nasehat tentang mendidik dan mengasuh anak dari orang terkenal. Semoga kata-kata tersebut bisa menginspirasi kita semua supaya menjadi orang tua yang lebih baik dari sebelumnya. Bagi kamu yang belum memiliki anak, kamu bisa menjadikannya sebagai bahan pembelajaran sehingga ketika sudah diberikan kepercayaan untuk memiliki anak, kamu sudah memiliki bekal pengetahuan yang cukup mengenai mendidik anak.

 

Kata kata Bijak Nasehat Mendidik Anak

 

Kata bijak tentang contoh

“Anak-anak lebih membutuhkan contoh dibandingkan kritik.” – Jospeh Joubeh, Pensees

Dalam mengasuh dan mendidik anak, kita sebagai orang tua harus lebih sering memberikan contoh dalam wujud tindakan nyata dibandingkan hanya menyuruh atau memerintah dengan kata-kata saja. Misalnya, ketika kamu ingin meminta anak untuk membereskan pekerjaan rumah, kamu bisa mengajaknya melakukan itu bersama-sama. Buatlah kegiatan ini menjadi rutinitas yang sering dikerjakan bersama-sama. Lama-kelamaan anak akan sadar bahwa itu sudah menjadi tugasnya dalam membantu pekerjaan ibu.

Kata bijak tentang cinta

“Mencintai anak tidak cukup, yang terpenting anak sadar bahwa mereka dicintai oleh orang tuanya” – St. John Bosco.

Memberikan cinta dan kasih sayang harus dilakukan dengan tepat. Sentuhlah perasaannya sehingga si anak mengerti bahwa kedua orang tuanya mencintainya. Berikan perhatian untuknya. Namun, jangan berlebih karena hal ini bisa membuat anak menjadi manja sehingga tidak baik untuk perkembangannya.

Kata Bijak Tentang Kekecewaan

“Semakin kita melindungi anak dari rasa kecewa, kekecewaan berikutnya di masa depan akan lebih berat baginya” – Fred G. Gorman, Penulis buku How To Be a Happy parent… In Spite of Your Children.

Sebagai orang tua, kebanyakan kita tidak tega melihat anak menangis karena suatu hal sehingga kita berusaha untuk membuatnya tidak menangis. Namun, tahukah kamu bahwa membiarkan anak kecewa karena suatu hal merupakan pelajaran yang bagus untuk psikologisnya. Jika anak terbiasa kecewa, anak akan mampu mengatasi kekecewaan ini dengan baik. Kamu harus mengajarkan anak bahwa hidup ini berat dan tidak semua hal di dunia ini bisa tercapai. Misalnya saja dengan tidak menuruti segala permintaan anak. Ada waktunya kamu membiarkan anak menangis karena permintaan mainan barunya tidak kamu turuti.

Kata Bijak Tentang Seni

“Setiap anak adalah artis. Masalahnya bagaimana agar kita tetap menjadi artis pada saat dewasa” – Pablo Picasso.

Artis itu memiliki talenta yang bisa membuat banyak orang terpana. Kamu bisa menjadikan anakmu sebagai layaknya seorang artis yang memiliki kemampuan berharga. Selagi masih kecil, bantulah anak menemukan bakat yang ada dalam dirinya. Kamu bisa mengamati hal-hal yang disenangi oleh sang anak. Misalnya, jika anak senang dengan kegiatan menggambar, cobalah mengikutkan anak les menggambar. Siapa tahu sang anak memiliki bakat menggambar.

Kata Bijak Tentang Kecupan

“Selalu kecuplah Anak setiap malam, walaupun mereka telah terlelap” – H. Jackson

Kasih sayang yang diberikan melalui kecupan saat anak terlelap sangat berguna karena anak akan merasa nyaman. Meskipun dia tidak tahu kalau kamu di dekatnya, namun perasaan aman dan nyaman akan dia rasakan saat tidur. Kamu pasti pernah mengalami bahwa bayi menangis saat tidur ketika ditinggal si ibu. Namun, ketika si ibu berbaring di dekatnya, anak kembali tertidur dengan pulas.

Kata Bijak Tentang Bahagia

“Tidak ada yang lebih indah ketika anak tertidur pulas kecuali Sang Ibu yang bahagia karena telah menidurkannya “ – Ralph Waldo Emerson.

Hal yang membahagiakan bagi setiap ibu apabila bisa membuat anak tertidur dengan pulas. Terkadang, anak akan rewel dan susah untuk ditidurkan. Padahal, tidur merupakan aktivitas yang penting sebab bisa membuat pertumbuhan dan perkembangannya optimal. Selain itu, pada waktu tertidur anak akan beristirahat sehingga ketika bangun akan merasa lebih segar sehingga tidak sering rewel atau menangis.

Anak butuh kasing sayang

“ Anak terlahir ke dunia dengan kebutuhan untuk disayangi tanpa kekerasan, bawaan hidup ini jangan sekalipun didustakan.” – Widodo Judarwanto

Dalam mendidik dan mengasuh anak, jangan lupa untuk memberikannya kasih sayang yang tulus. Anak-anak yang nakal itu wajar. Sebagai orang tua, kita harus lebih bersikap sabar dan bijaksana dalam menghadapi kenakalan anak. Banyak kasus orang tua melakukan tindak kekerasan terhadap anaknya sendiri. Hal ini harus dihindari. Jangan sampai sebagai orang tua melakukan tindakan yang salah dengan melakukan kekerasan. Selain bisa melukai fisiknya, kekerasan yang dilakukan terhadap anak bisa mengganggu psikologisnya sehingga perkembangan anak akan terganggu.

Memberi nasihat kepada anak

“Saya telah menemukan cara terbaik memberikan nasihat pada anak Anda yaitu dengan menemukan apa yang mereka inginkan dan kemudian memberikan nasihat kepada mereka untuk melakukannya.” – Harry S. Truman

Sudah menjadi kewajiban setiap orang tua untuk memberikan nasihat kepada anak. Tujuan setiap nasihat yang diberikan pastilah positif demi kebaikan sang anak. Namun, terkadang anak sulit menerima nasihat yang diberikan karena tidak sesuai dengan keinginannya.

Cara terbaik yang bisa kamu lakukan untuk menasihati anak yaitu cari tahu mengenai hal yang dia sukai. Lalu, kamu bisa menyuruhnya untuk melakukan hal tersebut namun dengan memberikan arahan mengenai hal yang boleh dan tidak boleh dia lakukan. Sertakan juga alasan mengapa anak tidak boleh melakukan hal tersebut.

Ibu ialah tempat belajar bagi anak

“Hati seorang ibu adalah ruang kelas tempat anaknya belajar.” – Henry Ward Beecher

Tempat belajar yang paling baik bagi anak ialah di lingkungan keluarga. Terutama ibu, dia memberikan banyak pelajaran bagi anak-anaknya. Bahkan, baik buruk anak tergantung pada orang tuanya yang bertanggungjawab dalam mendidik dan mengasuhnya. Kalaupun anak dididik di sekolah, ini merupakan tempat tambahan untuk menimba ilmu. Pelajaran mengenai akhlak dan sopan santun serta cara menyikapi kehidupan, ibu lah yang akan lebih berperan memberikan semua itu.

Ajari anak tentang sopan santun

“Hendaklah adab sopan anak-anak itu dibentuk sejak kecil karena ketika kecil mudah membentuk dan mengasuhnya. Belum dirusakkan oleh adat kebiasaan yang sukar ditinggalkan.” – Hamka

Masa anak-anak ialah masa yang paling tepat untuk membentuk adab sopan santun. Orang tualah yang harus mengajari anak tentang sopan santun sehingga ketika dewasa bisa tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak dan beretika mulia. Cerdas secara akademik saja tidak cukup karena akan lebih sempurna apabila seseorang memiliki akhlak mulia juga. Dia akan bekerja di jalan yang lurus sehingga rezeki yang diperolehnya bisa berkah.

Didik anak untuk masa depannya

“Didiklah anak-anakmu itu berlainan dengan keadaan kamu sekarang; karena mereka telah dijadikan Tuhan untuk zaman yang berbeda.” – Umar Al-khattab

Ketika mendidik anak, jangan samakan dengan keadaanmu saat ini. Kamu harus mampu mendidiknya dengan cara yang berbeda agar dia mampu menjalani kehidupannya kelak di jaman yang berbeda saat ini. Jaman semakin modern dan semakin maju. Berbagai hal lebih mudah diakses karena adanya internet. Kamu harus membekali anak dengan ilmu agama yang lebih kuat agar tidak terseret arus perkembangan jaman yang banyak orang terjerumus ke hal-hal negatif.

Berikan yang terbaik untuk anak karena tidak akan sia-sia

“Tidak ada yang sia-sia jika kita melakukan sesuatu untuk anak-anak. Mereka sepertinya tidak memperhatikan kita, mengalihkan pandangan dan jarang berterima kasih, tapi apa yang kita lakukan untuk mereka tidak pernah sia-sia.” – Garrison Keillor.

Kasih orang tua tak pernah mengharap balasan. Pernyataan ini sangat benar. Setiap orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Meskipun terkadang anak seolah-oleh tidak menunjukkan rasa terima kasihnya terhadap apa yang sudah dilakukan oleh orang tuanya, namun percayalah bahwa semua itu tak akan pernah sia-sia.

Melihat anak bisa bahagia dengan kehidupannya sudah membuat orang tua ikut merasa bahagia. Tujuan orang tua ialah ingin melihat hidup anaknya bahagia. Oleh karena itu, tak jarang apabila anak merasakan kesedihan, orang tua akan merasa jauh lebih sedih dari apa yang dirasakan oleh anaknya. Begitu juga sebaliknya, ketika anak sedang berbahagia, orang tua akan merasa lebih bahagia melihatnya.

Anak adalah titipan Allah SWT sehingga harus dijaga, dididik dan diasuh dengan sebaik-baiknya. Anak soleh dan solehah merupakan salah satu amal jariyah yang pahalanya tak akan habis ketika kamu sudah meninggal.

Anak adalah peniru ulung

“Anak-anak tidak pernah baik dalam mendengarkan orang yang lebih tua. Namun anak-anak tidak pernah gagal dalam meniru orang yang lebih tua” – James Baldwin

Kata bijak tentang mendidik dan mengasuh anak ini mengatakan bahwa anak-anak jarang mau mendengarkan orang tuanya. Tapi, tahukah kamu bahwa anak merupakan peniru ulung? Dia tak mampu mendengarkan dan memahami dengan baik, namun apa yang dia lihat akan dia praktekkan. Sebagai orang tua, sudah sepantasnya menjaga tingkah laku dan perbuatan sehingga anak akan menirukan hal-hal yang positif. Jangan lakukan hal-hal buruk karena tanpa kamu sadari anak akan menirukannya. Ya, semua pilihan ada di tanganmu. Ingin anak tumbuh dengan baik, berikan contoh yang baik. Dan begitu sebaliknya.

Ajari anak untuk tidak melukai siapapun

“ Satu-satunya pelajaran akhlak paling cocok untuk anak; pelajaran paling penting dalam jengkal waktu kehidupan; adalah, jangan pernah lukai siapapun.” – Denis Breeze

Orang tua memiliki kewajiban untuk membentuk anak agar memiliki akhlak yang baik. Dari segala pelajaran mengenai akhlak, yang paling utama ialah ajari anak untuk tidak melukai siapapun entah itu teman, keluarga, ataupun orang lain. Jika dia sudah memiliki prinsip ini, maka dia akan selalu berhati-hati dalam berbuat dan berkata.

Bermimpi dengan mata terbuka

“Kita harus mendidik anak-anak kita untuk bermimpi dengan mata terbuka” – Harry Edwards.

Mimpi bukan hanya bunga tidur yang datang ketika memejamkan mata. Namun, mimpi bisa merupakan sebuah harapan besar mengenai suatu hal yang ingin dicapai. Kita bisa menyebut mimpi kepada anak-anak dengan sebutan cita-cita.

Sedari anak masih kecil, bimbinglah dia untuk menemukan apa yang dia impikan. Setelah mendapatkannya, beri tahu anak bahwa untuk mencapainya harus ada serangkaian proses yang dilalui. Mulai dari sekolah dengan rajin, meraih berprestasi, mempelajari ilmu agama, dan lain sebagainya. Anak akan semakin terdorong untuk melakukannya saat tahu mengenai tujuan yang akan dicapainya.

Anak lebih butuh kasih sayang dibandingkan harta

“Anak-anakmu lebih butuh kehadiranmu daripada hadiahmu” – Jesse Jackson

Tidak dipungkiri bahwa materi atau harta benda sangat penting. Namun, tak hanya itu yang dibutuhkan oleh sang anak. Anak lebih memerlukan kasih sayang dari orang tuanya. Untuk ibu yang bekerja, hal ini merupakan tantangan besar karena harus bisa membagi waktu dengan baik antara bekerja dengan mengurus anak. Jangan sampai karena pekerjaannya anak menjadi tidak terurus.

Ketika kamu sudah pulang bekerja, berikan perhatian kepada anak agar anak tidak merasa kekurangan kasih sayang. Mungkin kamu bisa menemaninya belajar. Meskipun kelihatannya sepele, menemani anak belajar sangat diperlukan karena hal ini merupakan suatu wujud kasih sayang dan perhatian orang tua kepada anak. Dengan demikian, anak akan merasa lebih semangat dalam belajar.

Berjuang untuk masa depan anak

“Biarlah diri kita berjuang hari ini agar anak-anak kita mempunyai masa depan yang lebih baik” – Abdul Kalam

Banyak orang tua yang rela bersusah payah sebagai wujud perjuangannya membuat masa depan anak semakin baik. Bahkan, banyak yang rela  banting tulang demi mencari nafkah untuk anak. Orang tua akan rela menahan lapar asalkan anaknya bisa makan dengan kenyang.

Sebagai orang tua, kita harus mampu memperjuangkan masa depan anak. Sudah sepantasnya kita memberikan segala daya dan upaya agar anak bisa mendapatkan apa yang menjadi haknya seperti bersekolah dengan memiliki segala fasilitas pendukungnya.

Cinta dan kebahagiaan untuk anak

“Kehidupan, cinta dan canda tawa- sebuah hadiah tak ternilai bagi anak-anak kita” – Phyllis Dryden

Anak-anak akan sangat membutuhkan cinta dan kasih sayang dari orang tuanya. Berikan apa yang dia butuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhannya. Tanpa cinta dan kasih sayang, perkembangan anak tak akan bisa berkembang dengan baik. Dia akan merasakan kekosongan dan kehampaan dalam dirinya.

Biarkan anak mendengar hal baik

“Jika anda ingin anak anda berkembang, biarkan mereka mendengar hal baik yang anda katakan tentang mereka kepada orang lain” – DR Haim Ginott

Biasanya, ada orang tua yang menceritakan keburukan anaknya kepada orang lain. Apabila anak mendengar apa yang dikatakan oleh orang tuanya, ini bisa berdampak buruk bagi perkembangannya.

Jangan lakukan kebiasaan ini demi kebaikan anak. Hal yang perlu kita lakukan adalah menceritakan kebaikan anak. Pastinya, dibalik tingkah buruk anak, ada perilakunya yang baik sehingga bisa membuat bangga kedua orang tuanya. Ketika anak mendengar bahwa orang tuanya menceritakan hal-hal baik yang dia miliki kepada orang lain, hal ini dapat menjadi pancingan sang anak untuk berbuat lebih baik lagi.

Cara terbaik mendidik anak

“Mendidik anak anda dalam hal pengendalian diri, kebiasaan menahan nafsu dan prasangka serta menjauhkan kecenderungan-keenderungan jahat, maka anda telah berbuat banyak untuk menghapuskan pernderitaan kehidupan masa depan mereka dan kejahatan di masyarakat.” – Daniel Webster

Sebagai orang tua, kamu harus mampu mendidik anak dengan cara yang benar. Hal yang perlu kamu lakukan ialah mengajari anak tentang mengendalikan diri serta menahan hawa nafsu. Seringkali anak-anak memiliki keinginan yang tidak terkendali. Kamu harus mampu mengajarinya untuk mengendalikan diri terhadap keinginan memiliki barang yang tidak terlalu penting.

Selain itu, hindarkan anak memiliki prasangka jahat kepada orang lain. Jika kamu mampu mempraktekan hal-hal tersebut, maka kamu sudah berusaha membuatnya menjadi pribadi yang baik sehingga akan berguna untuk masa depannya.

Demikianlah kata bijak tentang mendidik dan mengasuh anak. Semoga bermanfaat sehingga kita semua bisa menjadi orang tua yang amanah dalam menjaga titipan Tuhan Yang Maha Esa.

(Ika Pratiwi)

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *