Kata-Kata Bijak Cinta Sejati Kepada Sang Maha Pencipta

By | November 7, 2016

Berikut ini merupakan kutipan kata kata bijak cinta sejati pada Sang Maha Pencipta. Sebagai makhluk yang beriman, sudah sepantasnya kita selalu mencintai Sang Maha Pencipta yaitu Allah SWT. Agama islam selalu mengajarkan kita untuk selalu mencintai Allah SWT agar mencapai kehidupan yang mulia ketika di akhirat kelak.

 

Kata Kata Bijak Cinta Sejati

 

Cinta antara pria dan wanita tidak seindah dan seabadi cinta antara manusia dengan Allah SWT. Jika sudah ada cinta untukNya di hati, hidup akan terasa tentram dan damai. Melakukan ibadah akan terasa nikmat karena adanya rasa cinta kasih tersebut.

Pada kesempatan kali ini, pertamakali.com akan memberikan kumpulan kata-kata bijak cinta sejati kepada Allah SWT.

Cintailah Allah SWT melebihi apapun

“Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah [9]:24)

Dalam ayat Al-Quran ini disebutkan bahwa Allah memberikan ancaman kepada para hamba yang lebih mencintai hal lain dibandingkan mencintai Allah SWT.

Jangan terlena oleh kekayaan yang ada di dunia ini sebab semua adalah milik Allah SWT. Hal yang perlu kamu lakukan ialah mengutamakan cinta kasih kepada Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, dan selalu bertaqwa kepada Allah SWT. Ketika kamu lalai, maka tunggulah bahwa Allah akan memberikan azab yang pedih.

Di jaman sekarang ini, banyak orang yang lebih mencintai dunia dibandingkan memikirkan kehidupan akhirat. Banyak yang melakukan berbagai cara untuk mengejar harta dunia tanpa memikirkan halal atau haram. Sesungguhnya hal demikian sangat dibenci oleh Allah SWT dan harta yang telah engkau dapatkan dengan cara yang dibenci Allah SWT tidak berkah sehingga tidak bisa bermanfaat baik untuk dunia maupun akhirat.

Allah mencintai hamba yang mencintaiNya

“Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya” (QS Al-Maidah ;54)

Allah SWT akan selalu memberikan cinta kasih kepada hamba-hambaNya yang selalu mencintaiNya. Ada hubungan yang erat di antara manusia dengan Allah SWT. Bahkan, Allah akan selalu dekat dengan hamba yang mendekatinya.

Allah meminta kepada seluruh umatNya untuk selalu beriman dan bertaqwa. Bahkan, Dia menyuruh manusia untuk selalu berdoa dan meminta kepadaNya lalu akan dia kabulkan. Ini bukti bahwa Allah selalu mencintai hamba-hamba yang beriman.

Orang beriman mencintai Allah

“Dan orang-orang yang beriman itu sangat mencintai Allah.” (QS Al-Baqarah)

Ada hubungan yang erat antara keimanan seseorang dengan mencintai Allah SWT. Orang yang beriman akan memiliki rasa cinta sejati yang besar untuk Allah SWT. Di mana pun dia berada, dia akan selalu mengingat Allah.

Jika hanya Allah yang selalu dia ingat, maka perbuatan, hati, dan pikirannya akan berhati-hati sesuai dengan jalan Allah. Misalnya, orang beriman akan rajin beribadah dan menjaga tingkah lakunya. Orang beriman akan selalu berlomba-lomba dalam mendapatkan pahala dan ridho Allah SWT.

Cintailah Allah SWT maka Dia akan mengampuni dosa-dosamu

“Jika Anda (benar-benar) mencintai Allāh maka ikutilah aku (yaitu: menerima Islam agama Tunggal, mengikuti Qur’an dan Sunnah), Allāh akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allāh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ (Ali Imran 3:31)

Dalam surat Al Imran 3;31, seluruh umat manusia diperintahkan untuk mencintai Allah. Dengan melaksanakan semua perintahNya dan menjauhi perintahNya, serta menjadikan Al-Quran dan Sunnah sebagai tuntunan hidup, maka dosa-dosa kita akan diampuni.

Tak peduli betapa besar dosa dan kesalahan yang telah engkau perbuat, jika engkau mau bertaubat kepada Allah maka Dia akan mengampunimu. Sebab, Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Lalu, mengapa lagi harus ragu untuk mencintai Allah. Jika kita mencintainya dengan sepenuh hati, Allah SWT akan lebih mencintai kita. Hidup akan terasa damai dan tentram jika selalu berada di jalanNya.

Bertakwalah kepada Allah SWT

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath Thalaaq: 2-3)

Mencintai Allah SWT dalam hidup ini merupakan suatu kewajiban bagi umat muslim. Di manapun dan dalam keadaan bagaimanapun, selalu ingalah kepada Allah.

Sebagian besar manusia hanya ingat kepada Allah SWT di saat susah saja. Sedangkan ketika berada dalam keadaan senang dan berbahagia, banyak orang yang melupakan Allah SWT. Bahkan, banyak diantara mereka yang lebih mencintai harta bendanya dibandingkan dengan mencintai Allah SWT. Banyak manusia yang rela meninggalkan shalat untuk mencari nafkah. Dapat kita temui juga bahwa banyak orang berlomba-lomba mencari harta melimpah dengan cara yang dibenci Allah.

Apa yang akan manusia dapatkan jika melupakan Allah SWT? Tentu saja Allah SWT akan murka dan memberikan cobaan serta ujian kepada manusia. Namun hal sebaliknya akan kamu dapatkan jika kamu senantiasa mencintai Allah dengan beriman dan bertakwa kepadaNya. Apapun yang kamu butuhkan akan diberikan olehNya. Bahkan, kamu akan mendapatkan kelancaran rezeki dari arah yang mungkin saja tidak pernah terpikirkan olehmu. Itulah bukti kekuasaan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Cintai Allah atas nikmatNya yang luar biasa

“Cintailah Allah karena Dia telah memberikan berbagai nikmatNya kepada kalian. Cintailah diriku lewat cinta Allah. Lalu cintai keluargaku lewat cintaku (kepada mereka)” – HR Tirmidzi

Menurut hadis riwayat Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada seluruh umat islam untuk selalu mencintai Allah SWT. Kita semua telah mendapatkan nikmat yang tiada terkira dari Allah SWT. Misalnya, nikmat sehat, nikmat menghirup udara yang bersih, nikmat makan enak, nikmat memiliki keluarga, nikmat mendapatkan pekerjaan, dan lain sebagainya. Bahkan, nikmat tersebut terkadang tak terasa sebab terlalu banyak nikmat yang telah diberikan olehNya.

Tak ada alasan untuk tidak mencintai Allah SWT. Orang beriman pasti akan selalu ada nama Allah di hatinya. Setelah mencintai Allah, cintailah Nabi Agung Muhammad SAW.

Salah satu syarat iman ialah cinta kepada Allah SWT

“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sebelum Allah dan RasulNya lebih ia cintai daripada yang lain” – HR Bukhari dan Muslim

Salah satu syarat iman ialah mencintai Allah SWT. Jika seseorang belum bisa mencintai Tuhannya, maka dia belum bisa dikatakan sebagai orang yang beriman. Iman sendiri berarti percaya atau yakin. Iman kepada Allah SWT ialah yakin bahwa Allah SWT itu ada dan Dia merupakan Tuhan satu-satunya di muka bumi ini. Iman akan diikuti dengan takwa. Jika orang sudah beriman dan bertakwa, maka dia akan menjadi hamba Allah yang luar biasa karena mampu melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.

Orang beriman akan selalu menomorsatukan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW sebagai rasul. Tak akan ada hal lain yang mampu menggantikan tingkat kecintaannya kepada Allah dan rasul. Jadi, jika orang beriman diuji oleh Allah SWT, justru dia akan semakin mendekat kepada Allah SWT.

Tentang Hakikat Iman

“Allah dan RasulNya lebih kau cintai daripada yang lain” – HR. Ahmad

Dulu, ada seseorang yang bertanya kepada Nabi Muhammad mengenai bagaimana hakikat iman. Rasulullah SAW menjawab bahwa seseorang dikatakan beriman jika tak ada hal lain yang lebih dia cintai dibandingkan Allah dan Rasulnya.

Dari penjelasan hadis riwayat Ahmad ini, tentu sudah jelas bahwa orang beriman harus mencintai Allah dan Rasulnya. Cinta sejati ada di dalam hati. Namun, tak cukup hanya sampai di hati saja.

Cinta kepada Allah SWT dan Rasul akan muncul kepada perkataan dan perbuatannya. Orang beriman akan selalu menjaga lisannya sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dia juga akan menjaga tingkah lakunya agar selalu berbuat sesuai dengan apa yang Allah perintahkan.

Kemudian, umat muslim akan menjadikan Rasulullah sebagai kekasih hatinya. Di mana perkataan dan tingkah laku Nabi Muhammad akan menjadi suri tauladannya. Tak lupa juga shalawat Nabi Muhammad selalu dikumandangkan sebagai wujud cinta kasihnya kepada Rasulullah SAW.

Doa Nabi Muhammad kepada Allah SWT

“Ya Allah, anugerahkanlah aku cinta kepadaMu, cinta kepada orang yang mencintaiMu, dan cinta kepada sesuatu yang mendekatkanku kepada cintaMu. Jadikanlah cintaku kepadaMu lebih besar daripada cintaku kepada air yang dingin” – HR. Abu Naim dari Abu Darda

Menurut hadis riwayat Abu Naim, dulu Nabi Muhammad pernah berdoa kepada Allah SWT yang isinya seperti pada kutipan di atas. Doa Nabi Muhammad ini bisa kamu tiru ketika berdoa kepada Allah. Mintalah kepada-Nya untuk diberikan rasa cinta sejati untukNya. Mintalah agar diberikan hidayah dan inayahNya sehingga bisa selalu beriman dan bertakwa kepada Nya. Selalu memohonlah untuk memiliki cinta yang agung melebihi cinta kepada siapapun.

Dengan selalu berdoa dan meminta untuk memiliki cinta yang besar untukNya, kamu akan mampu selalu mencintaiNya dalam keadaan bagaimanapun. Kamu harus mengakui bahwa manusia itu makhluk yang lemah. Tingkat keimanan seseorang juga pasang surut. Terkadang ada di atas, dan terkadang ada di bawah. Dengan meminta pertolongan Allah, In Shaa Allah kamu akan mampu menjaga iman dan takwa sampai ajal menjemput.

Cinta kepada Allah lebih mulia dibandingkan takut kepadaNya

“Barang siapa beramal karena Allah atas dasar cinta kepadaNya, itu lebih mulia daripada beramal atas dasar ketakutan.” – Sa’id bin Yazid

Takut kepada Allah SWT perbuatan yang mulia. Namun, tingkatannya akan jauh lebih mulia jika kamu mencintai Allah. Menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya atas dasar cinta kepada Allah merupakan perbuatan yang sungguh mulia.

Kamu akan mampu merasakan betapa besar dan nikmat kasih sayang dan cintaNya kepadamu, ketika kamu mampu mencintaiNya dan mendekatkan diri kepadaNya. Hati akan terasa tentram, pikiran akan terasa tenang, dan hidup yang kamu jalani akan damai.

Sungguh nikmat merasakan cinta kepada Allah SWT

“Orang yang telah mencicipi kesucian cinta kepada Allah, niscaya hal itu akan melalaikannya dari mengejar kehidupan dunia dan membuatnya tidak betah dengan semua orang” – Abu Bakar Al-Shiddiq

Sungguh nikmat mencintai Allah SWT. Cinta kepada Allah ialah cinta yang sejati dan suci. Cinta ini tak ada tandingannya. Manusia yang telah merasakan betapa sucinya cinta kepada Allah tidak memikirkan apa-apa lagi selain cara untuk mendapatkan ridhoNya.

Gemerlap dunia yang menggoda tak akan mampu membuatnya berpaling dari Allah. Tiada hal yang lebih membahagiakan selain jatuh cinta kepada Allah SWT setiap detik. Beribadah di tengah malam akan terasa nikmat karena di waktu itu kamu bisa berhubungan dengan Allah lebih dekat. Kamu bisa mencurahkan segala apa yang kamu rasakan kepadaNya. Tak ada tempat yang lebih nyaman untuk berpasrah diri selain hanya kepadaNya.

Berdoa di waktu sepertiga malam merupakan waktu utama untuk dikabulkan. Dengan dasar cinta kepadaNya, kamu tak akan merasa malas untuk bangun malam ketika semua orang sedang tertidur lelap.

Beriman, Mencintai, dan Menghadap kepadaNya

“Seorang beriman yang mengenal Tuhannya, pastilah akan mencintaiNya. Jika ia mencintaiNya, ia pun datang menghadapNya. Jika ia memperoleh kemanisan dalam menghadapNya, ia tidak memandang dunia dengan mata syahwat dan tidak memandang akhirat dengan mata keletihan. Kemanisan iman membuatnya sedih di dunia dan membuatnya gembira di akhirat” – Harm bin Hayyan

Seseorang yang beriman kepada Allah SWT akan memiliki rasa cinta kepadaNya. Setelah memiliki rasa cinta, dia akan menghadap Allah SWT dengan melakukan ibadah wajib dan sunat.

Beribada kepada Allah akan terasa nikmat dan indah bagi orang yang beriman. Hal yang dia pikirkan ialah tentang mendapatkan kasih sayang dan pahala dari Allah SWT. Indahnya dunia sudah tidak mampu menggodanya untuk berpaling dari Allah. Kesuksesan dunia sudah tidak menjadi tujuan utamanya. Yang terpenting dan paling utama bagi orang beriman ialah mendapatkan kehidupan yang indah di akhirat kelak. Mendapatkan nikmat di kehidupan akhirat merupakan tujuan ketika hidup di dunia. Bukankah kita semua tahu bahwa hidup di dunia ini hanya sementara. Kehidupan yang kekal ialah di akhirat. Jadi, untuk apa terlalu mengejar kehidupan dunia yang hanya sementara.

Beribadah atas landasan cinta kepada Allah SWT

“Cinta seberat biji sawi lebih kusukai daripada ibadah selama tujuh puluh tahun tanpa disertai cinta” – Yahya bin Mu’adz

Allah SWT lebih menyukai ibadah umatNya yang memiliki landasan cinta kepadaNya. Allah akan membalas kasih sayang dan cinta kasih umatNya berkali-kali lipat dengan limpahan nikmat yang tak disangka-sangka. Kalaupun nikmat itu tidak diberikan di dunia, nikmat tersebut akan diberikan oleh Allah SWT di akhirat kelak. Hal yang perlu kita lakukan ialah untuk terus beribadah, bertakwa, dan beriman kepada Allah.

Indahnya cinta kepada Allah SWT

“Nikmatnya cinta membuat mereka lupa kepada pahit dan beratnya ujian. Dorongan cinta membuat mau mengorbankan jiwa, harta, waktu, dan segala yang berharga demi Dia yang cinta dengan harapan mereka akan mendapat ridha dan cintaNya.” – Syaikh Ibnu Athaillah r.a

Cinta kepada Allah SWT itu sangat indah. Karena besarnya rasa cinta kepada Allah sang Pencipta alam ini, kamu mampu menjalani kehidupan dengan ikhlas. Betapa sulitnya kehidupan yang kamu jalani, rasa getir dan pahit tak akan terasa.

Bukankah cinta itu selalu ada pengorbanan. Dengan dasar inilah manusia tidak akan merasa berat menjalani cobaan yang diberikan Allah SWT. Manusia yang beriman yang memiliki cinta kepada Allah SWT akan rela mengorbankan jiwa raganya untuk Allah SWT. Tak hanya itu, harta benda, tenaga dan waktu yang dia miliki akan dicurahkan kepada Allah SWT. Orang yang mencintai Allah akan selalu berharap mendapatkan pahala kemudian memperoleh tempat terindah di sisiNya.

Demikianlah kata-kata bijak cinta sejati kepada Allah SWT. Semoga menginspirasi.

(Ika Pratiwi)

 
Share

One thought on “Kata-Kata Bijak Cinta Sejati Kepada Sang Maha Pencipta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *