Tips Memilih Makanan Sehat untuk Keluarga

By | August 13, 2016

makanan-sehat

Memiliki tubuh sehat tak hanya rutin melakukan kegiatan olahraga saja. Akan tetapi, kita harus memperhatikan pola makan yang sehat. Di era modern ini, banyak sekali makanan tak sehat yang terjual bebas di pasaran. Misalnya saja banyak restoran junk food (makanan cepat saji). Tentu saja, junk food tidak bagus untuk tubuh. Namun sayangnya, banyak orang menyukai makanan ini karena dirasa praktis dan rasanya enak. Terutama anak-anak, mereka menyukai makanan ini. Padahal junk food memiliki dampak buruk bagi kesehatan.

Apa itu makanan sehat?

Makanan sehat merupakan makanan yang memiliki kandungan gizi seimbang. Yang pasti, makanan ini tidak tercampur oleh zat-zat aditif seperti zat pewarna atau pengawet yang berasal dari bahan kimia.

Makanan yang berasal dari alam sangat bagus bagi tubuh karena masih alami. Tubuh memerlukan makanan sehat agar bisa memperoleh energi dan untuk tumbuh kembang. Perhatikan jenis makanan yang akan kita konsumsi. Sebaiknya, pilihlah makanan yang memiliki kandungan gizi seperti mengandung protein, mineral, karbohidrat, vitamin dan sebagaiya. Anda harus memakan makanan yang bervariasi agar kebutuhan nutrisi terpenuhi.

Misalnya, karbohidrat didapatkan dari jenis makanan yang mengenyangkan seperti nasi, gandum, kentang dan sebagainya. Kemudian, protein dibagi menjadi dua jenis, yaitu protein yang berasal dari hewan (protein hewani) dan protein yang berasal dari tumbuhan (protein nabati). Contoh protein hewani yaitu daging dan telur. Sedangkan protein dari nabati yaitu tempe, kacang-kacangan, tahu dan sebagainya. Vitamin berasal dari sayur-sayuran dan buah-buahan.

Tujuan makan makanan sehat

Tentu saja, makan makanan sehat memiliki tujuan yang bagus bagi tubuh. Dengan makanan sehat tersebut, tubuh akan terjaga kesehatannya sehingga bisa berkembang dengan baik. Makanlah makanan dengan gizi seimbang, bukan makanan yang enak atau mahal. Ahli gizi menyarankan agar setiap orang makan makanan bergizi dengan memilih makanan pokok, lauk, sayur dan buah.

Seperti apa makanan tidak sehat?

Ada banyak contoh makanan tidak sehat. Sebenarnya, makanan seperti apa yang dikategorikan sebagai makanan tak sehat? Makanan tak sehat mempunyai fungsi yang tidak baik karena bisa merusak fungsi tubuh secara perlahan. Bisa saja makanan tidak sehat karena pengolahannya yang tidak baik. Misalnya, gorengan yang penggorengannya dilakukan dengan mencampur minyak goreng dengan plastik bertujuan agar gorengannya renyah. Wah, cara ini sangat merugikan pembeli yang memakannya karena plastik bukanlah bahan makanan yang bisa dikonsumsi.

Selain itu, makanan sehat bisa juga makanan yang berasal dari bahan tak sehat atau bahan basi, bumbunya tidak sehat, memakai pewarna bukan untuk makanan dan sebagainya. Makanan di pinggir jalan yang tidak terjamin kebersihannya juga termasuk makanan tidak sehat karena makanan itu sudah tercemar kotoran. Bisa-bisa Anda sakit perut kalau memakannya.

Tips belanja makanan sehat

Berikut ini ada beberapa contoh makanan yang perlu dihindari ketika ingin belanja makanan sehat.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, makanan tak sehat merupakan makanan yang tidak memiliki gizi seimbang. Makanan ini tak baik diberikan bagi bayi karena tidak akan berguna bagi pertumbuhan dan perkembangannya.

Dilihat dari kandungannya, makanan tak sehat tidak memiliki beberapa kandungan gizi seperti karbohidrat, protein, mineral, vitamin dan sebagainya.

Bahkan, makanan ini bisa mengakibatkan masalah bagi kesehatan tubuh jika dikonsumsi. Misalnya timbul beberapa penyakit, pertumbuhan tubuh terhambat, kecerdasan otak lambat, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Badan kesehatan dunia atau WHO mengkaterogikan jenis-jenis makanan yang tergolong makanan tidak sehat.

Gorengan

Siapa yang tak suka gorengan? Hampir semua masyarakat Indonesia menyukai makanan ini karena rasanya enak. Gorengan sangat cocok dimakan di sore hari dengan pelengkap teh hangat. Namun sayangnya, makanan enak , gurih dan renyah ini termasuk makanan tak sehat karena kandungan zat atau vitamin dari makanan yang digoreng dengan minyak kebanyakan sudah hilang karena proses penggorengan dengan pemanasan yang tinggi. Tak hanya itu, gorengan juga memiliki kandungan lemak dan oksidan yang tinggi. Jika Anda sering mengkonsumsi gorengan, Anda bisa terkena beberapa macam penyakit seperti penyakit obesitas, kolesterol, jantung koroner dan sebagainya.

Bahkan, ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa orang yang sering makan gorengan akan memiliki potensi terkena kanker lebih besar dibandingkan orang yang jarang makan gorengan. Wah kalau bisa dihindari ya?

Makanan kalengan

Makanan kaleng sering kita jumpai di supermarket. Banyak orang tertarik dengan makanan kaleng karena penampilannya yang menarik sehingga menggugah selera untuk membeli dan memakannya. Akan tetapi, dibalik penampilannya yang menarik, makanan kaleng ini kebanyakan kurang menyehatkan bagi tubuh. Hal ini karena makanan kaleng sudah kurang memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin dan protein karena proses pengalengan yang dilakukan. Selain itu, proses pengalengan juga biasanya menggunakan bahan pengawet. Nah, zat pengawet ini tidak bagi bagi kesehatan tubuh.

Saat ini ada banyak jenis makanan kaleng yang bisa ditemukan. Misalnya saja makanan buah kaleng. Meskipun kita tahu bahwa buah memiliki kandungan vitamin yang banyak, berbeda dengan buah kaleng. Kadar vitamin yang ada di buah sudah sangat berkurang akibat proses pengalengan. Yang tersisa hanyalah kadar gulanya yang tinggi. Apabila kita memakannya, cairan yang mengandung kadar gula tinggi akan segera diserap oleh tubuh sehingga jika sering dikonsumsi bisa menimbulkan penyakit seperti diabetes.

Makanan asinan

Makanan asinan termasuk kategori makanan tak sehat karena memiliki kadar garam yang tinggi. Jadi, ini hampir mirip dengan makanan kalengan, bedanya makanan kalengan memiliki kadar gula yang tinggi.

Asinan menggunakan garam yang sangat banyak saat proses pembuatannya. Ginjal akan terganggu jika memakan makanna yang mengandung garam dalam jumlah di luar batas kewajaran. Selain ginjal, usus dan selaput lendir pada lambung juga ikut terganggu. Makan makanan asinan jika sering dikonsumsi bisa memicu penyakit hipertensi atau darah tinggi karena garam yang digunakan dalam pembuatannya jumlahnya banyak. Selain penyakit darah tinggi, orang yang sering makan asinan juga dapat terkena penyakit kanker seperti kanker tenggorokan dan hidung.

 

Daging olahan

Selanjutnya, daging olahan merupakan makanan tak sehat yang harus dihindari untuk dimakan dalam jumlah yang banyak atau sering. Misalnya saja sosis, ham, nugget dan sebagainya. Meskipun daging merupakan bahan makanan yang sehat, karena pengolahan daging ini membuat kadar gizinya berkurang. Bahkan untuk yang dalam bentuk kemasan sebagian ada yang ditambahkan zat pengawet dan pewarna sehingga kurang baik bagi tubuh karena beban hati semakin berat jika mengkonsumsinya.

Meskipun tidak semua ada juga daging olahan yang mengandung ammonium nitrit yang berpotensi menyebabkan kanker. Apabila sering mengkonsumsi makanan yang berasal dari daging olahan dalam jumlah banyak, Anda bisa lebih mudah untuk mengalami gejala penyakit seperti penyakit ginjal dan tekanan darah kurang stabil.

Daging berlemak dan jerohan

Banyak orang suka makan daging berlemak dan jerohan karena rasanya lezat. Makanan ini akan menggoda selera ketika disajikan dengan penampilan yang menggoda. Namun, jenis makanan ini termasuk makanan yang kurang baik untuk dikonsumsi karena mengandung lemak jenuh yang tinggi. Jika Anda hobi makan daging berlemak dan jerohan anda harus hati-hati karena dapat menyebabkan naiknya kolesterol. Jika sering dikonsumsi, makanan ini juga dapat memicu beberapa jenis penyakit yang berkaitan dengan penyumbatan pembuluh darah seperti jantung koroner serta memungkinkan timbulnya penyakit lainnya seperti kanker usus dan sebagainya. Kurangi atau hindari makanan yang mengandung daging berlemak dan jerohan agar tubuh tetap sehat.

 

Olahan keju

Anak-anak biasanya suka makan olahan keju seperti cake. Cake atau kue menggunakan bahan dasar keju untuk membuatnya. Akan tetapi, makan makanan yang berasal dari olahan keju jika berlebihan tidak baik bagi kesehatan tubuh karena bisa menyebabkan berat badan meningkat (obesitas), nafsu makan menurun, gula darah naik, dan sebagainya. Padahal, kue selalu disajikan dalam bentuk yang menarik sehingga bisa menggugah selera.

 

Mi Instan

Mi instan merupakan jenis makanan yang praktis dan enak untuk dinikmati. Banyak orang menyukai mi instan baik anak-anak maupun orang dewasa. Sayangnya, mi instan termasuk makanan yang tak sehat sehingga perlu dihindari. Alasannya, mi instan menggunakan bahan baku dan bahan pelengkap yang tak sehat yang mengandung karbohidrat dan lemak tinggi. Selain itu, ada natrium yang tinggi pada mi instan. Kandungan ini bisa menyebabkan resiko terkena penyakit kanker.

Orang yang sering mengkonsumsi makanan mi instan dalam waktu yang lama dan tidak diimbangi dengan pola hidup sehat dapat terkena penyakit lupus dan penyakit berat lainnya. Sebaiknya, hindari makan mi instan terlalu sering karena tidak baik bagi kesehatan dan bisa menimbulkan datangnya berbagai macam penyakit.

Makanan yang dibakar atau dipanggang

Tidak dipungkiri bahwa makanan yang dibakar atau dipanggang rasanya sangat enak. Biasanya aneka ikan jika dibakar memiliki rasa kelezatan yang luar biasa. Jika makan saat perut lapar, ikan bakar akan terasa lebih lezat.

Wah, sayang sekali ikan atau ayam bakar tidak baik bagi kesehatan tubuh jika sering dikonsumsi. Bahkan, bisa membahayakan tubuh. Hal ini karena saat proses pembakaran, lemak pada daging akan menetas pada arang. Ternyata, lemak yang terbakar bisa menyebabkan munculnya zat berbahaya yang berbahaya yaitu zat karsinogen. Zat ini menyebabkan Anda rentan terkena resiko penyakit kanker.

Makanan manis beku

Mulai sekarang, hindari menyimpan makanan manis seperti coklat, cake mentega dan sebagainya di dalam lemari es karena bisa berubah menjadi makanan yang tak sehat. Makanan-makanan tersebut bila dibekukan bisa mengandung kalori dalam jumlah yang sangat tinggi sehingga bisa memicu berat badan naik. Selain itu, kadar gula yang tinggi tetap ada pada makanan itu sehingga menyebabkan Anda memiliki nafsu makan yang rendah.

Manisan kering

Manisan kering juga termasuk jenis makanan yang tidak sehat terutama jika sering dikonsumsi. Hal ini disebabkan karena manisan kering biasanya mengandung kadar garam nitrat yang tinggi. Sebaiknya, jangan makan manisan kering terlalu sering karena dapat menyebabkan penyakit ginjal.

Kripik kemasan

Krimik kemasan mengandung bahan kimia yang tidak baik bagi kesehatan tubuh. Beberapa bahan kimia yang terkandung di dalamnya yaitu zat pengawet, zat pewarna, penyedap, tambahan rasa dan sebagainya. Hal tersebut bisa menyebabkan timbulnya karsinogen dalam tubuh sehingga Anda bisa terkena resiko penyakit kanker jika sering mengkonsumsi makanan kripik kemasan. Boleh saja sesekali mengkonsumsinya, namun jangan terlalu sering ya.

Minuman soda

Minuman soda memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga tidak sehat. Minuman ini bisa menyebabkan resiko berkembangnya sel-sel kanker sehingga hindarilah minum minuman bersoda.

Sirup

Sirup juga termasuk minuman yang tak sehat jika sering dikonsumsi. Misalnya sirup jagung. Sirup ini memiliki kandungan fruktosa yang tinggi sehingga bisa menyebabkan penyakit diabetes type 2 dan penyakit kanker.

Burger

Burger merupakan makanan tak sehat karena menggunakan bahan-bahan yang kurang menyehatkan bahkan bisa menimbulkan penyakit bagi tubuh jika sering dikonsumsi. Biasanya, burger menggunakan garam yang tinggi dan saus yang memiliki kandungan lemak jenuh. Inilah yang menyebabkan burger termasuk makanan yang tidak baik jika sering dikonsumsi.

Kentang goreng

Sebenarnya, kentang merupakan makanan sehat. Namun, jika kentang dioleh dengan cara digoreng, maka makanan yang satu ini berubah menjadi tak sehat. Hal ini karena kentang goreng  mengandung lemak jenuh saat digoreng dengan menggunakan minyak goreng. Dalam penyajiannya juga ditaburi banyak garam sehingga bisa menyebabkan datangnya penyakit pada tubuh.

Pop corn oven

Pop corn termasuk makanan lezat namun tidak menyehatkan. Pop corn oven mengandung garam yang tinggi dan minyak yang digunakan untuk menambah rasa. Oleh karena itu, pop corn tidak baik untuk dikonsumsi karena bisa menyebabkan penyakit kanker.

Selain makanan yang telah disebutkan di atas, Anda juga harus menghindari makanan yang mengandung formalin. Tahu atau bakso sering diawetkan dengan menggunakan formalin. Padahal, formalin merupakan zat pengawet yang biasa digunakan untuk mengawetkan mayat. Jadi, jika digunakan untuk makanan tentu tidak pada tempatnya sehingga bisa membahayakan tubuh.

Berikut ini jenis makanan yang sering ditambahkan formalin untuk mengawetkannya:

Mie Basah

Mie basah hanya bisa bertahan sebentar. Pedagang yang “nakal” biasanya menambahkan formalin untuk mengawetkannya sehingga bisa bertahan lama. Anda harus berhati-hati jika membeli mie basah terutama di pinggir jalan. Berikut ini ciri-ciri mi basah yang mengandung formalin:

  • Mi basah akan bertahan dalam waktu yang lebih lama, dan tidak basi atau busuk. Padahal, mi yang sehat tidak dapat bertahan lama karena mudah sekali berjamur.
  • Mi memiliki bau yang menyengat karena formalin yang ada di dalamnya. Mi yang sehat akan berbau tepung terigu dengan sedikit amis karena telur sebagai campurannya.
  • Sekilas, bila dilihat mi mengandung formalin akan mengkilat.
  • Mi mengandung formalin tidak mudah putus, kenyal dan tidak lengket. Ciri mi yang sehat akan mudah putus.

Tahu

Tahu juga termasuk makanan yang sering diawetkan dengan formalin oleh pedagang yang “nakal”.  Anda harus lebih hati-hati jika berbelanja makanan yang satu ini. Meskipun banyak pedagang jujur yang menjual tahu tanpa formalin namun ada juga oknum yang melakukan pencampuran formalin pada tahu agar tahu bisa bertahan lebih lama sehingga mereka tidak rugi jika tahu tidak habis dijual.

Berikut ini ciri-ciri tahu berformalin:

  • Tekstur tahu lebih kenyal
  • Tahu tidak mudah hancur jika di tekan-tekan menggunakan tangan
  • Tahu bisa tahan lebih lama sekitar 5 sampai 7 hari. Padahal tahu umumnya hanya mampu bertahan sekitar 2 sampai 3 hari saja.
  • Bau kedelai hampir tidak ada. Cobalah belah tahu. Jika Anda mencium aroma menyengat dibandingkan dengan kedelainya, maka dicurigai tahu ini mengandung formalin.

Bakso

Bakso berasal dari olahan daging yang dihaluskan. Bakso biasanya tidak bisa bertahan lama. Oleh karena itu, ada oknum yang mengawetkannya dengan formalin dan boraks agar bisa bertahan lebih lama sehingga kerugian bisa diminimalisir. Boraks dan formalin sangat berbahaya bagi tubuh apabila dimakan. Jika formalin merupakan zat kimia untuk mengawetkan mayat, boraks adalah zat kimia yang biasa digunakan untuk mengawetkan kayu.

Ciri-ciri bakso yang berformalin yaitu:

  • Bakso yang mengandung bahan pengawet boraks lebih kelihatan terang seperti warna karet. Jika dibandingkan dengan bakso yang tidak mengandung boraks sangat berbeda karena bakso ini memiliki warna yang gelap. Butuh kejelian ekstra membedakan bakso mengandung boraks atau tidak berdasarkan warnanya.
  • Tekstur lebih kenyal seperti karet. Cobalah menekan bakso dengan jari. Jika bakso sangat keras dan sulit pecah, artinya bakso itu kemungkinan mengandung boraks atau formalin. Bakso yang tidak mengandung boraks dan formalin lebih empuk dan mudah hancur saat ditekan.
  • Anda bisa mengetahui bakso mengandung formalin atau tidak dengan cara mencium baunya. Bakso yang kental dengan aroma daging tidak mengandung formalin dan boraks. Namun, jika bakso tidak tercium aromanya, Anda perlu mencurigainya.
  • Bertahan lebih lama
  • Kemudian, bakso yang mengandung boraks tidak terlihat seratnya seperti pada bakso alami yang terlihat serat dagingnya bila dibelah.

Nah, itulah beberapa ciri bakso yang mengandung boraks atau formalin. Tetap waspada ketika ingin membeli bakso. Sebaiknya, belilah bakso dari pedagang yang sudah Anda percaya. Tidak semua pedagang bakso berbuat curang dengan menambahkan zat kimia formalin atau boraks pada bakso dagangannya. Jika membeli bakso dari tempat yang sudah Anda tahu, kekhawatiran mendapatkan bakso tak sehat bisa diminimalisir.

Ikan

Ikan juga sering diberi formalin agar bisa awet lebih lama. Hal ini dilakukan agar nilai jualnya tidak turun drastis.

Ikan yang mengandung formalin mengandung ciri-ciri sebagai berikut ini:

  • Ikan terlihat lebih bersih dan kenyal saat ditekan dengan jari
  • Insang ikan memiliki warna merah tua. Hal ini berbeda dengan insang ikan segar yang warnanya merah segar.
  • Ikan berformalin tidak mudah busuk
  • Lalat tidak akan mengerumuni ikan yang berformalin, meskipun ikan ditaruh di tempat yang terbuka.

Ayam potong

Ayam potong lebih diminati oleh masyarakat karena harganya yang lebih murah dibandingkan ayam kampung. Namun, ayam potong juga sering dikasih bahan formalin oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Berikut ini ciri-ciri ayam potong berformalin:

  • Warna ayam putih dan sangat bersih
  • Bau ayam mengandung formalin akan berbau menyengat seperti obat
  • Awet dalam waktu yang lama dan tidak mudah busuk
  • Jika dibiarkan di tempat terbuka, ayam potong berformalin tidak akan dikerumuni oleh lalat.
  • Waspada dengan harga yang murah. Biasanya, ayam yeng mengandung formalin dijual dengan harga lebih murah agar konsumen tergoda untuk membelinya

Selain ayam berformalin, Anda juga harus mewaspadai ayam tiren. Jangan sampai Anda membeli ayam tiren, ayam yang tak sehat bagi keluarga. Berikut ini ciri-ciri ayam tiren sehingga perlu diwaspadai:

  • Aroma dagingnya lebih amis
  • Daging tampak dengan warna kebiru-biruan, dan pucat. Padahal, ayam sehat akan terlihat segar.
  • Kemudian, perhatikan bagian lehernya. Ayam yang disembelih akan memiliki potongan sayatan leher yang lebar. Sebaliknya, bagian leher ayam tiren terlihat sempit.

Karena banyaknya ayam mengandung formalin maupun ayam tiren yang dijual oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab, perhatikan cara memilih ayam segar yang sehat. Ayam yang baik akan memiliki warna daging yang tidak pucat, dagingnya memiliki serat yang halus, tidak ada lemak di antara serat dan daging, dan baunya tidak terlalu amis.

Itulah beberapa jenis makanan yang sering diberikan bahan formalin agar bisa tahan lebih lama. Kita harus jeli memilih makanan agar tidak sampai mengkonsumsi makanan berformalin karena akan mengganggu kesehatan tubuh.

Apa dampak mengkonsumsi makanan yang mengandung formalin?

Jika kita mengkonsumsi makanan yang mengandung formalin, ada beberapa dampak yang didapatkan. Misalnya, gangguan pencernaan seperti muntah dan diare. Hal ini bisa berdampak pada kematian jika dibiarkan berlarut-larut. Selain itu, formalin bisa memicu timbulnya kanker dan gangguan saraf.

Bagi wanita, formalin bisa menyebabkan ganguan menstruasi dan infertilitas (gangguan kesuburan). Selain itu, formalin juga bisa menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan.

Semoga tips memilih makanan sehat ini dapat berguna bagi Anda dan keluarga..

(Ika Pratiwi)

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *