Tips Wisata Menjelajah Pelabuhan Sunda Kelapa

By | July 30, 2016

pelabuhan-sunda-kelapa

 

Apabila kita mendengar kata Jakarta, mungkin yang terlintas di benak kita adalah kemacetan,  gedung-gedung pencakar langit dan berbagai permasalahan kota metropolitan lainnya. Apalagi ketika mendengar kata Jakarta Utara, mungkin yang akan kita pikirkan adalah lalu lintas yang dipadati oleh truk-truk besar, banjir, dan udara yang panas dan berdebu. Namun demikian, Jakarta ternyata juga menyimpan pesona tersendiri yang belum banyak diketahui, terutama di wilayah Jakarta Utara.

Jakarta Utara dahulu adalah salah satu pusat perdagangan teramai di pulau Jawa. Saat ini keluar masuk barang baik dari luar negeri maupun dari daerah lain di tanah air  yang masuk melalui laut pasti akan masuk ke pelabuhan Tanjung Priok atau pelabuhan Sunda Kelapa yang terletak di Jakarta Utara. Pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan terbesar di Indonesia, namun jaman dulu justru Pelabuhan Sunda Kelapa lah yang menjadi pusat perdagangan di bumi Nusantara. Kini pelabuhan ini tidak seramai jaman dahulu, tetapi pelabuhan Sunda Kelapa saat ini bagaikan permata tersembunyi yang wajib dikunjungi di tengah hiruk pikuknya kota Jakarta.

Pelabuhan Sunda Kelapa diperkirakan sudah ada sejak abad ke 5 Masehi dan dahulu sempat menjadi pusat perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Pelabuhan bersejarah ini adalah saksi bisu jaman kejayaan Nusantara, jaman kolonial hingga jaman kemerdekaan. Saat ini Pelabuhan Sunda kelapa masih menjalankan aktifitasnya, namun tidak seramai jaman keemasannya. Walaupun demikian, Pelabuhan Sunda Kelapa masih menyimpan pesona yang luar biasa untuk para wisatawan.

Ketika kita mengunjungi Pelabuhan Sunda Kelapa, maka kita akan dimanjakan dengan pemandangan yang indah dengan jajaran kapal kayu pinisi sepanjang kanal pelabuhan ini. Pemandangan indah nan eksotis ini rasanya sayang apabila dilewatkan dari jepretan kamera Anda. Momen-momen yang indah untuk diabadikan melalui bidikan-bidikan kamera rasanya tidak bisa dilewatkan begitu saja. Anda juga bisa mengabadikan suasana senja di Pelabuhan Sunda Kelapa yang sangat indah terutama saat matahari terbenam.

Selain jajaran kapal pinisi, pelabuhan Sunda Kelapa juga menyimpan pesona dengan berjajarnya gedung-gedung peninggalan sejarah yang memiliki arsitektur indah dan kental dengan nuansa masa lalu. Bangunan-bangunan ini sengaja dipertahankan bentuk keasliannya oleh para pengelola gedung. Gedung-gedung ini dahulu merupakan galangan kapal jaman VOC. Anda juga dapat mengunjungi Museum Bahari yang menyimpan replika kapal-kapal serta peralatan yang digunakan lengkap dengan foto dan gambar untuk mengambarkan suasana saat jaman perjuangan bangsa kita.

Keasyikan akan bertambah lagi karena Anda dapat berkeliling pelabuhan dengan menggunakan sampan nelayan yang ada di Pelabuhan Sunda Kelapa. Para nelayan biasanya merapat ke pelabuhan ini dan menawarkan jasa kepada para wisatawan untuk berkeliling pelabuhan dengan sampan. Dengan berkeliling menggunakan sampan Anda dapat melihat keindahan mercusuar lama yang ada di Pelabuhan Sunda Kelapa dan keindahan jajaran kapal pinisi dan gedung-gedung tua yang ada di pelabuhan itu dari sisi yang berbeda.

Untuk dapat menuju ke pelabuhan Sunda Kelapa, terminal bus Transjakarta terdekat adalah terminal Jakarta Kota. Bagi Anda yang menggunakan commuter line, Anda bisa turun di stasiun Jakarta Kota. Ada berbagai pilihan transportasi yang dapat Anda pilih untuk mengantar Anda ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Anda dapat menggunakan taksi, bajaj atau ojek. Jarak antara stasiun/terminal Jakarta Kota ke pelabuhan Sunda Kelapa tidajk terlalu jauh. Waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 15 – 20 menit saja. Untuk masuk pelabuhan ini Anda akan membayar Rp 2.500 per orangnya.

Itulah pesona tersembunyi dari Jakarta Utara. Pelabuhan Sunda Kelapa meskipun sudah melewati masa kejayaannya, namun sisa-sisa masa keemasan di masa lampau masih bisa kita nikmati hingga kini. Suatu obyek wisata menarik dan ekonomis di tengah hiruk pikuknya Ibukota.

(Marthika)

Gambar : Image courtesy of Kompas.com

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *