Tips Menjaga Kesehatan Mata

By | July 18, 2016

kesehatan-mata

Mengenal mata, Penyakit mata dan Cara mencegahnya

Memiliki mata yang sehat sempurna merupakan harapan bagi semua orang. Lewat mata, kita bisa melihat apapun yang ada disekitar kita. Bayangkan bila Anda harus berjalan dengan mata tertutup atau berjalan didalam gelap, pasti sulit bukan? Anda pasti akan menabrak beberapa benda yang ada didekat Anda, atau bahkan terjatuh karena tersandung suatu benda yang tidak bisa dilihat. Tanpa memiliki penglihatan yang baik kita juga akan susah melakukan aktivitas kita seperti membaca, menulis, dan pekerjaan kita pasti akan terganggu.

Karena pentingnya mata untuk penglihatan kita, ada baiknya kita memperlakukan mata kita dengan lebih hati – hati. Hal – hal kecil setiap hari yang bisa kita lakukan misalnya dengan tidak menggosok mata kita dengan tangan keras – keras, apalagi dengan tangan yang kotor. Kita pun harus selalu menjaga kelembaban mata kita dengan rajin memberi tetes mata bila mata terasa tidak nyaman, meminum suplemen untuk kesehatan mata, ataupun makan makanan yang berguna untuk kesehatan mata, terutama yang banyak mengandung vitamin A.

Menjaga kesehatan mata bisa kita lakukan sendiri dirumah, kecuali bila kita terkena penyakit mata yang mengharuskan kita pergi ke dokter. Agar kita bisa menjaga kesehatan mata, pertamakali.com akan mengupas semua hal yang berhubungan dengan organ mata untuk Anda.

Definisi Mata

Mata adalah salah satu indra manusia yang berfungsi sebagai alat penglihatan. Mata merupakan alat indra yang kompleks, yang terdiri dari banyak bagian baik didalam bola mata ataupun bagian luar yaitu kelopak mata, bulu mata dan alis.

Bagian – bagian mata dan fungsinya

Agar kita lebih maksimal untuk menjaga kesehatan mata kita, ada baiknya kita mengenal bagian – bagian mata dan fungsinya. Secara garis besar, bagian mata terbagi menjadi dua yaitu:

  • Organ Dalam Mata, yang terdiri dari:
  • Sklera, merupakan bagian dinding mata paling luar, berfungsi sebagai pembungkus dan melindungi mata dari kerusakan. Sklera berwarna putih buram dan sifatnya keras karena tersusun oleh jaringan ikat dengat serat yang kuat. Tebalnya rata – rata 1 milimeter tetapi pada irensi otot bisa menebal sampai 3 milimeter.
  • Kornea, merupakan bagian terluar dari bola mata, berfungsi untuk melindungi lensa mata dan meneruskan cahaya yang masuk ke mata. Kornea selalu dibasahi oleh air mata, tidak memiliki pembuluh darah dan bersifat tembus cahaya.
  • Koroid, terdapat di bagian dinding mata lapisan tengah yang fungsinya adalah sebagai penyuplai oksigen dan nutrisi untuk bagian lain, terutama bagi retina. Pada koroid terdapat banyak pembuluh darah yang memudahkannya menstranfer oksigen. Koroid umumnya berwarna coklat kehitaman atau hitam. Warna gelap pada koroid berfungsi agar cahaya tidak dipantulkan. Bagian depan koroid yang terputus akan membentuk iris (selaput pelangi), pada bagian tengah iris terdapat lubang yang dinamakan pupil.
  • Retina, adalah bagian dinding paling dalam dari mata yang berfungsi untuk menangkap bayangan benda karena memiliki sel yang peka terhadap cahaya. Ada 2 sel dalam retina yang berfungsi sebagai reseptor cahaya yaitu Sel Batang (Basilus) yang peka terhadap cahaya redup (untuk aktifitas dimalam hari), dan Sel kerucut (Konus) yang peka terhadap intensitas cahaya terang atau kuat (lebih berperan saat siang hari atau dalam keadaan terang). Pada sel batang terdapat pigmen yang disebut Rodopsin yaitu senyawa antara Vitamin A dan protein. Bila terkena sinar terang, Rodopsin akan terurai, dan terbentuk kembali menjadi pada keadaan gelap. Pembentukan kembali rodopsin memerlukan waktu yang disebut adaptasi gelap atau adaptasi Rodopsin. Pada saat itu mata sulit untuk melihat. Nah, sekarang Anda paham pentingnya vitamin A bagi kesehatan mata bukan?
  • Iris, merupakan bagian yang memberikan warna pada mata, terletak dibagian depan bola mata. Berfungsi untuk mengatur pergerakan pupil sesuai intensitas cahaya yang masuk. Mungkin Anda pernah berjumpa dengan orang yang mempunyai mata coklat atau biru? Warna yang berbeda itulah dinamakan Iris. Pada bagian Iris terdapat pigmen warna, karena itu sering disebut selaput pelangi.
  • Pupil, adalah bagian lubang yang terdapat pada bagian tengah iris, yang berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata. Pupil akan melebar apabila cahaya sedikit cahaya yang masuk ke mata (dalam keadaan semakin gelap), dan akan mengecil apabila banyak cahaya yang masuk ke mata (keadaan semakin terang). Proses membesar dan mengecil ini berguna agar cahaya yang masuk tidak berlebihan dan tidak terlalu sedikit agar kita dapat melihat dengan baik.
  • Lensa, merupakan bagian yang bersifat lunak dan transparan yang terdapat dibelakang iris. Berfungsi untuk mengumpulkan dan memfokuskan cahaya dari pupil agar bayangan benda jatuh di tempat yang tepat. Lensa memiliki kemampuan untuk menebal atau menipis sesuai dengan jarak benda yang dilihat. Lensa akan semakin cembung saat melihat benda yang dekat dan semakin memipih saat melihat benda yang jauh. Kemampuan ini disebut Daya Akomodasi.
  • Kelenjar Lakrima (kelenjar air mata), sesuai namanya, kelenjar ini berfungsi menghasilkan air mata yang akan membasahi kornea. Selain itu juga melindungi mata dari kuman, menjaga mata dan kelopak mata bagian dalam agar tetap lembut dan sehat.
  • Saraf Optik, merupakan bagian yang berfungsi untuk memberikan informasi visual yang diterima dan diteruskan ke otak.
  • Titik Buta, merupakan bagian yang berfungsi untuk meneruskan dan membengkokkan berkas saraf menuju ke otak. Pada titik ini tidak terdapat sel – sel yang peka terhadap rangsangan cahaya. Oleh karena itu apabila bayangan benda jatuh pada bagian ini, kita akan mengalami kebutaan.
  • Organ Luar Mata, terdiri dari:
  • Bulu Mata, selain mempercantik mata, bulu mata berfungsi untuk melindungi mata dari benda asing, misalnya debu, pasir, hewan kecil yang akan masuk ke mata, dll. Selain itu bulu mata berfungsi juga untuk menyaring cchaya yang akan diterima oleh mata, sehingga cahaya yang berlebihan akan dipantulkan. Didalam bulu mata terdapat kelenjar yang disebut Meibow, yang mempunyai fungsi menjaga agar kedua kelopak mata tidak lengket ketika berkedip. Kelenjar Meibow menghasilkan lemak yang bersifat seperti minyak sehingga kelopak mata kita tidak lengket satu dengan yang lainnya.
  • Kelopak Mata, terdiri dari 2 bagian yaitu bagian atas dan bagian bawah. Berfungsi untuk melindungi bola mata dari benda – benda asing dari luar, memberikan kelembaban pada mata saat berkedip, dan membantu mengatur intensitas cahaya yang masuk ke mata.

–          Alis Mata, berfungsi untuk melindungi mata dari keringat yang menetes dari dahi.

Banyaknya bagian pada organ mata yang kecil ini tentunya akan membuat kita sadar untuk semakin menjaga kesehatan mata. Bila salah satu bagian terganggu, pasti akan berpengaruh terhadap kerja mata secara keseluruhan. Penyakit mata bisa sangat beragam dan tidak semuanya menular. Ada cacat mata bawaan atau alergi yang tidak menular. Juga adanya virus dan bakteri yang bisa menyebabkan sakit mata, dan biasanya bisa menular dari satu orang ke orang lain.

Cara penanganan dan pencegahan macam – macam penyakit mata juga berbeda, tergantung penyebabnya.

Berikut macam – macam gangguan kesehatan (penyakit) yang bisa timbul pada mata kita:

Gangguan Kesehatan Mata : Miopi (Rabun Jauh)

Miopi adalah penyakit mata yang tidak dapat melihat benda dengan jarak yang jauh. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung. Penyakit ini umumnya terjadi pada pelajar anak – anak, remaja dan bahkan orang tua. Faktor penyebabnya bisa bermacam – macam mulai dari faktor keturunan, pola membaca yang terlalu dekat atau membaca dengan cahaya lampu yang minim. Bisa juga karena sering bermain gadget, menghabiskan waktu didepan komputer atau TV terlalu lama.

Gangguan Kesehatan Mata : Hipermetropi (Rabun Dekat)

Kebalikan dari Miopi, penderita Hipermetropi ini tidak bisa melihat obyek yang berjarak dekat. Dapat terjadi pada semua orang, terutama yang sudah menginjak usia 40 tahun keatas. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung.

Gangguan Kesehatan Mata : Presbiopi (Rabun Dekat dan Rabun Jauh)

Presbiopi adalah kelainan mata yang tidak dapat melihat benda berjarak dekat dan juga berjarak jauh. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap. Presbiopi biasa terjadi pada lansia, karena elastisitas mata mulai berkurang.

Gangguan Kesehatan Mata : Buta Warna

Buta warna adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak bisa membedakan warna. Yang bisa dilihat hanya warna hitam, abu – abu dan putih. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan. Artinya jika seseorang buta warna mempunyai anak, faktor resiko si anak mengalami buta warna cukup besar, dan jauh lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita.

Gangguan Kesehatan Mata : Rabun Senja

Penyakit ini disebabkan karena mata kekurangan vitamin A. Penderita biasanya tidak dapat melihat disore hari saja. Karena itu penyakit ini dikenal juga dengan istilah Rabun Ayam. Pencegahan yang paling mudah adalah dengan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A.

Gangguan Kesehatan Mata : Bintitan

Mata bintitan adalah salah satu jenis penyakit yang menyerang kelopak mata atas atau bawah. Berupa bintil seperti jerawat atau bisul yang tumbuh di tepi kelopak mata, dan biasanya menyerang hanya salah satu bagian mata saja. Hampir semua kasus bintitan tidak membutuhkan penanganan medis dan bisa sembuh sendiri. Yang perlu diwaspadai adalah ketika bintitan yang Anda alami tidak menunjukkan tanda – tanda membaik setelah dua hari dan pembengkakan menyebar hingga ke bagian wajah lain seperti pipi. Penyebab bintitan antara lain Bakteri Stafilokokus, peradangan pada kelopak mata atau Blefaritis. Tangan yang kotor dan menyentuh bagian mata sangat berpotensi menyebabkan bintitan. Penanganan bintitan bisa dengan menjaga kesehatan mata, mengompres air hangat 3-6 kali sehari dan bisa mengonsumsi analgesik jika diperlukan. Bintitan akan sembuh setelah pecah dan mengeluarkan nanah.

Gangguan Kesehatan Mata : Dakriosistitis

Merupakan penyakit mata yang terjadi akibat penyumbatan yang terjadi pada Duktus Nasolakrimalis yakni saluran yang mengalirkan air mata ke hidung. Faktor penyebabnya adalah alergi yang menyebabkan saluan tersebut tersumbat. Akibatnya terjadi infeksi di sekitar kantong mata sehingga menimbulkan rasa nyeri, memerah dan bengkak bahkan sampai mengeluarkan nanah dan membuat penderita mengalami demam atau panas. Infeksi ringan dengan gejala awal hanya mengalami pembengkakan, sedangkan yang parah akan menyebabkan kantong mata mengalami penebalan pada bagian atas, kemerahan bahkan sampai terbentuk kantong nanah.

Gangguan Kesehatan Mata : Trakoma

Adalah penyakit mata yang disebabkan bakteri Chlamydia Tanchomatis yang berkembang biak di lingkungan kotor dan bersanitasi buruk sehingga bisa menular. Gejala yang timbul; mata memerah, mengeluarkan kotoran, pembengkakan kelopak mata dan kelenjar getah bening dan kornea terlihat keruh.

Penanganan Trakoma:

  • Jauhkan alat atau benda yang sudah dipakai penderita dari orang lain.
  • Jangan menyentuh atau menggosok mata
  • Pemberian salep antibiotik yang mengandung tertacycline dan erthromycin selama satu bulan atau lebih.
  • Penanganan dengan operasi bila penderita mengalami kelainan pada kornea.

Gangguan Kesehatan Mata : Glukoma

Glukoma adalah kondisi penyakit mata yang menyebabkan mata tidak bisa melihat dalam jangka waktu tertentu. Penyakit ini bisa disebabkan karena kondisi mata tertentu yang menyerang pada bagian saraf optik mata. Tekanan yang terlalu tinggi dalam bagian mata bisa menyebabkan penyakit ini muncul, baik akibat produksi cairan mata yang berlebihan, maupun akibat terhalangnya saluran pembuangan tersebut.

Gejala Glukoma antara lain: nyeri pada mata, sakit kepala, melihat bayangan lingkaran disekililing cahaya lampu, mata memerah, mual dan muntah, pandangan samar dan menyempit.

Faktor pemicu adalah peradangan dan infeksi parah pada mata, penyakit seperti diabetes, serta efek samping dari penggunaan obat – obatan steroid. Selain itu risiko glukoma juga meningkat seiring bertambahnya usia terutama jika berada diatas 40 tahun.

Gangguan Kesehatan Mata : Ablasi Retina

Ablasi retina adalah sebuah kondisi yang menyebabkan lapisan penting dari jaringan pada retina mengalami penurunan sehingga posisinya lebih kebawah atau menarik ke dalam yang menyebabkan gangguan di pembuluh darah pada daerah ini. Konsidi ini menyebabkan retina mengalami kekurangan oksigen sehingga bisa menyebabkan kebutaan.

Gejala Ablasi Retina; mata seperti melihat bintik – bintik kecil, seperti tertutup rambut atau beberapa helaian benang dan memberikan respon berkedip yang cepat saat melihat.

Penanganannya adalah dengan pembedahan pada retina dengan teknik bedah yang bermacam – macam tergantung pada luas dan kerusakan di retina tersebut.

Gangguan Kesehatan Mata : Katarak

Katarak merupakan sebuah penyakit yang menyebabkan lensa mata menjadi keruh dan penglihatan berkurang bahkan bisa mengalami kebutaan. Penyakit ini bisa menganggu aktifitas karena mata tidak bisa melihat dengan baik dan lebih parah lagi dimalam hari. Penyakit ini umumnya diderita oleh kaum lanjut usia dan dikenal dengan istilah katarak manula.

Gejala penyakit katarak; penglihatan menjadi kabur, sulit untuk melihat pada malam hari, mata menjadi sensitif dengan cahaya, penglihatan menjadi ganda, ada lingkaran putih dalam sumber cahaya seperti lampu, dll.

Pengobatan katarak adalah dengan melakukan operasi pengangkatan pada bagian lensa yang keruh dan diganti dengan lensa plastik bening.

Gangguan Kesehatan Mata : Keratitis

Keratitis biasanya menyerang pada bagian kornea mata, berupa peradangan atau inflamasi karena cedera mata atau infeksi. Pemakaian lensa kontak yang terlalu lama juga merupakan salah satu pemicu inflamasi ini, khususnya bila lensa kontak sudah terkontaminasi jamur, bakteri atau parasit. Bisa juga terjadi karena komplikasi dari penyakit lain yang tidak diobati seperti Sifilis (disebabkan oleh bakteri) ataupun Herpes Simpleks dan Zoster (disebabkan oleh virus).

Jika terus dibiarkan, Keratitis berpotensi memicu berbagai komplikasi dan bahkan kebutaan. Beberapa komplikasi yang terjadi meliputi infeksi kornea kambuhan atau kronis, pembengkakan dan jaringan parut kornea, luka bernanah pada kornea, penurunan kemampuan melihat sementara atau kebutaan permanen.

Gejala Keratitis antara lain; mata memerah, terus mengeluarkan kotoran, sensasi panas atau perih pada mata seperti terbakar, mata terasa mengganjal, pandangan kabur, kelopak mata yang sulit dibuka karena iritasi atau rasa sakit dan sensitif terhadap cahaya.

Pengobatan yang diberikan dokter tergantung pada tingkat keparahan serta kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.

Pencegahan Keratitis antara lain; melepas lensa kontak sebelum tidur atau berenang, merawat lensa kontak secara rutin dan menggantinya sesuai batas waktu. Tidak menyentuh mata atau bagian sekitarnya, terutama jika Anda mengidap luka akibat virus herpes.

Dari penjabaran penyakit – penyakit mata diatas, berikut ini tips dan cara untuk mencegah penyakit mata dan menjaga kesehatan mata:

  1. Selalu menjaga kebersihan mata dan daerah sekitarnya dari debu, kotoran, bahkan benda tajam yang bisa membahayakan mata Anda.
  2. Tidak menyentuh ataupun menggosok mata dengan tangan yang kotor karena bisa menyebabkan infeksi dan masuknya bakteri atau virus yang ada
  3. Membaca atau menulis ditempat dengan pencahayaan yang cukup, dan tidak dengan jarak yang dekat.
  4. Tidak menonton TV, main gadget ataupun berada didepan layar komputer terlalu lama. Bila tidak memungkinkan untuk dihindari, pakailah pelindung pada layar komputer Anda atau kacamata agar sinar yang dihasilkan tidak langsung ditangkap mata kita.
  5. Bila memakai lensa mata, bersihkanlah secara teratur, lepaslah bila tidak digunakan atau saat akan tidur, dan gantilah sesuai batas waktu pemakaian.
  6. Makanlah makanan yang baik untuk kesehatan mata seperti sayur atau buah yang banyak mengandung vitamin A contohnya wortel, bayam, labu, anggur, kiwi, kesemek, nangka, alpukat, jeruk, dll.
  7. Memberikan perhatian yang lebih pada kesehatan mata khususnya bagi Anda berusia 40 tahun keatas, agar terhindar dari penyakit mata dikemudian hari. Contohnya dengan minum suplemen untuk merawat kesehatan mata.
  8. Segera periksakan ke dokter bila Anda mengalami gejala seperti yang disebutkan pada artikel diatas.

Semoga artikel kesehatan mata ini bisa bermanfaat bagi Anda.

(Marthika)

Gambar : Image courtesy of Stockimages at FreeDigitalPhotos.net

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *