Tips Mencegah Obesitas Pada Anak

By | July 24, 2016

Obesitas Anak

Bila kita membaca atau mendengar berita tentang Arya Permana, bocah berusia 10 tahun dengan berat badan mencapai 190 kg, tentu kita merasa kasian dan miris melihatnya. Anak berusia 10 tahun yang seharusnya sedang aktif – aktifnya berlari dan beraktivitas normal hanya bisa bergulingan di lantai karena mengalami obesitas sehingga menghambat  geraknya. Tentu hal ini tidak kita inginkan terjadi pada anak – anak kita.

Menjaga  berat badan seharusnya sudah dilakukan dari masa anak – anak. Bahkan bukan hanya berat badan, tapi tinggi badan anak pun harus kita perhatikan. Untuk itu kita perlu menjaga asupan gizi yang masuk, apakah sudah cukup memenuhi kebutuhan anak kita. Banyak sedikitnya kalori, protein dan gizi lain yang dibutuhkan seorang anak sangat tergantung pada aktifitas anak itu sendiri. Kalau anak kita mempunyai aktifitas padat dari sekolah di pagi hari sampai kegiatan ekskul atau les di sore hari, tentu lebih membutuhkan banyak nutrisi daripada seorang anak yang tidak aktif.

Untuk mencegah obesitas pada anak, pertamakali.com akan memberikan tips berikut ini:

Kalori masuk = kalori keluar

Idealnya jumlah kalori yang masuk ke tubuh kita harus sama dengan kalori yang kita keluarkan. Demikian juga untuk mencegah obesitas pada anak, kalori yang kita berikan pada anak harus sebanding dengan yang dia keluarkan. Kalau anak kita tidak mempunyai banyak aktifitas, hanya bermain gadget dirumah, kalori yang dia keluarkan sedikit jumlahnya. Bila kita masukkan banyak makanan kedalam tubuhnya, sudah pasti anak kita akan mengalami obesitas.

Beraktifitas di sore hari

Bila Anak anda tidak mempunyai kegiatan lain selain sekolah, imbangi dengan memberikan aktifitas di sore hari. Ajak anak anda untuk bermain di halaman rumah atau aktifitas lain yang membutuhkan gerak fisik. Bila anak Anda tertarik untuk mengikuti klub sepak bola atau olah raga yang lain, hal itu malah lebih bagus. Jangan biarkan anak Anda hanya mengurung diri di rumah dengan gadget canggihnya, akibatnya akan menjadi kurang gerak dan kemungkinan obesitas anak semakin besar.

Perbanyak makan sayur dan buah

Makanan yang kaya serat seperti sayur dan buah sangat baik untuk kesehatan. Buatlah anak Anda paham akan manfaat sayur dan buah bagi kesehatan tubuhnya, jelaskan tentang perbedanan makanan enak tapi berbahaya dan makanan yang sehat. Anak yang suka memilih makanan akan  sedikit susah untuk makan sayur, tapi Anda harus mencoba membujuknya pelan – pelan. Sedikit berkreasi dengan membuat makanan dengan campuran sayuran di dalamnya agar anak bisa makan sayur dengan mudah. Bawakan bekal nasi dan lauk sehat ke sekolah agar anak tidak jajan sembarangan.

Minum air putih minimal secukupnya  setiap hari

Konsumsilah air minum secukupnya agar tidak kekurangan dan tidak pula berlebihan, yaitu tidak lebih dari 0.03 liter per kg berat badan kita baik untuk anak maupun dewasa. Jadi, misalnya seseorang memiliki berat badan seberat 50 kg, maka konsumsi air minum yang diperbolehkan untuk orang tersebut adalah tidak lebih dari 1.5 liter per hari.

Pada orang dewasa ada pula anjuran agar minum air putih minimal 8  gelas sehari. Semakin tinggi aktifitasnya, air yang dibutuhkan akan semakin banyak. Anda bisa membawakan bekal air putih ke sekolah agar anak tidak membeli air kemasan yang tidak menjamin kesehatannya.

Sebagai orang tua, kita harus membekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang tumbuh kembang anak, agar  tidak terjadi obesitas pada anak seperti Arya Permana.

(Marthika)

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *