Tips Memulai Berbicara Dengan Lawan Jenis

By | July 31, 2016

tips-berbicara

 

Membuka pembicaraan dengan sesama jenis memang mudah, tetapi bagaimana jika dengan lawan jenis? Seringkali rasa gerogi dan rasa deg-degan timbul saat kita berbicara dengan lawan jenis. Sampai-sampai lidah Anda kelu dan hampir tidak bisa berbicara apa-apa. Rasa gerogi itu akan muncul tanpa kita sadari. Sebenarnya tidak ada yang perlu kita takuti/khawatirkan, karena pada dasarnya dia juga sama seperti kita. Pada saat kita berkenalan jadikan perkenalan seakrab-akrabnya dengan lawan jenis agar dapat menjadi sebuah momen yang mengasyikkan buat kita.

Berikut ini tipsnya :

Jangan Minder

Hilangkan perasaan minder, takut atau malu. Coba untuk berbicara lebih santai saat dengan si dia. Dengan begitu Anda akan terlihat tidak kaku dan lebih enak dalam mengobrol. Kalimat pembuka seperti ‘hai’ dan ‘apa kabar’ dapat menjadi pembuka yang netral dan terlihat wajar.

Bicarakan Topic Yang Diminati Bersama

Cara ini dapat menghubungkan Anda dengannya. Apabila ternyata Anda bekerja di perusahaan yang sama namun berbeda kantor, mungkin Anda bisa membicarakan pekerjaan. Jika ternyata tidak, Anda bisa mencobanya dengan perbincangan ringan. Saat Anda mengetahui minatnya, Anda bisa langsung mengembangkan pembicaraan.

Percakapan Dua Arah

Anda tidak boleh mengambil alih semua pembicaraan. Ingatlah bahwa suatu percakapan harus dilakukan secara dua arah. Kedua belah pihak berperan sebagai pembicara sekaligus pendengar yang baik. Masing-masing harus memberi kesempatan untuk dapat mengungkapkan pendapatnya. Berusaha peka dengan isyaratnya jika dia tidak menyukai sebuah topik atau pertanyaan tertentu.

Jangan Menanyakan Masalah Pribadi

Misalnya bertanya apakah dia sudah punya pasangan atau belum. Bila perlu memberi tahu statusnya, dia pasti akan menyatakannya secara tidak langsung. Seperti,”Tadi pagi aku sempat mengantar pacarku ke kantornya..”

Bicara Dengan Nada Yang Direndahkan

Bukan berarti Anda bicara sangat pelan sampai tidak kedengaran atau bicara dengan gaya yang ‘sok imut’. Yang perlu dihindari adalah berbicara dengan nada tinggi, agar kata-kata yang keluar dari bibir Anda tidak sampai terkesan menyentak-nyentak.

Selingi Dengan Humor

Kita juga dapat menggunakan bumbu humor untuk berbicara dengan lawan jenis kita agar suasana menjadi lebih akrab. Tetapi kita perlu memerhatikan isyarat bahasa tubuh yang dia pakai, apakah dia merespon gaya kita atau tidak. Menambahkan lelucon/humor pada pembicaraan kita dengan lawan jenis yang baru kita kenal, bisa jadi malah menjadi garing/tidak mendapat simpati lagi dari dia atau membosankan.

Jaga Kerapihan Dan Kebersihan Diri

Tidak bisa dipungkiri bahwa daya tarik fisik itu bisa menjadi salah satu pegangan dan peranan penting dalam berkomunikasi dengan lawan jenis kita. Badan dan mulut kita juga harus wangi agar lawan jenis kita bisa betah berbicara dengan kita.

Berikan Pujian

Sesekali dalam pembicaraan kita gunakan pujian dan senyuman untuk lawan jenis kita, sehingga dia jadi tambah betah lagi dengan kita. Setelah kita merasa cukup untuk berkenalan dengan lawan jenis, jangan lupa meminta nomor telepon dan alamat email/rumahnya jadi ketika kita punya waktu luang, kita bisa berkomunikasi dengan dia atau janjian ditempat yang enak untuk bertemu lagi untuk melanjutkan perkenalan.

Saat kita menemui lawan jenis yang wanita (bila kita pria), maka kita harus hati-hati dalam berbicara dengannya, karena wanita mempunyai perasaan yang lembut. Sekalipun wanita tersebut adalah wanita yang mempunyai sifat seperti pria. Tetapi jika kita temui itu lawan jenis yang pria (bila kita wanita) maka kita harus bersikap tidak teralu lembek dan hati-hati juga untuk jaga diri kita karena para pria mempunyai sifat yang sensitif namun agresif terhadap lawan jenis wanita, sekalipun pria tersebut memiliki gaya dan sifat seperti wanita. Itulah deretan tips memulai percakapan dengan lawan jenis. Biarkan pembicaraan kita semuanya mengalir seperti air dengan wajar, tidak perlu dipaksa.

(Marthika)

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *