Tips Memilih Tepung Terigu Yang Tepat

By | July 17, 2016

tepung-terigu

Sebagai pemula dalam hal membuat kue, kita pasti bingung dengan perbedaan jenis tepung  terigu. Kita pasti beranggapan bahwa semua tepung terigu itu sama, yang membedakan hanya merk-nya saja. Tapi ternyata ada hal – hal yang membuat penggunaan tepung terigu harus dibedakan, contohnya ketika kita akan membuat roti atau donat, kita harus menggunakan tepung terigu dengan tingkat protein tinggi agar hasilnya bisa mengembang sempurna. Kalau kita salah menggunakan tepung berprotein rendah untuk membuat roti atau donat tersebut, adonan yang dihasilkan tidak maksimal dan roti akan bantat atau tidak mengembang.

Lalu bagaimana memilih tepung terigu yang tepat?  Biasanya dalam sebuah resep, jenis tepung terigu sudah ditentukan, misalnya harus memakai tepung terigu protein tinggi, sedang atau rendah. Ikutilah sesuai yang ada pada resep, karena hal ini akan membuat hasil masakan seperti yang diinginkan diresep tersebut. Tapi bagaimana bila tidak ada keterangan harus memakai tepung terigu apa? Nah, tips berikut akan membantu Anda dalam memilih jenis tepung terigu yang tepat untuk masakan Anda.

Tepung Terigu

Tepung terigu dibuat dari biji gandum (wheat flour) yang dikupas dan dihaluskan. Berwarna  putih sedikit kekuningan dan mengandung protein yang disebut gluten. Kandungan gluten inilah yang membedakan tepung terigu dengan tepung lain seperti tepung beras, tepung kentang, tepung jagung, tepung tapioka, dll.

Gluten pada tepung terigu merupakan protein yang tidak larut air, bersifat kenyal dan elastis. Pada adonan roti fungsi gluten adalah menjaga adonan tetap kokoh dan tidak menyusut ketika sudah mengembang. Dalam pembuatan mie, gluten menentukan tingkat kekenyalan dan elastisitas dari mie tersebut. Gluten juga berpengaruh pada pembuatan biskuit, kue kering, wafer, dll.

Dari besar kecil kandungan gluten atau protein inilah jenis tepung terigu dibedakan. Ada 3 macam jenis kandungan gluten pada tepung terigu yaitu:

Tepung terigu protein tinggi

Kandungan gluten atau proteinnya diatas 12,5%. Banyak dipakai untuk jenis makanan yang membutuhkan bantuan ragi dalam pengolahannya. Adonan yang dibuat akan membentuk kerangka untuk menyimpan gas dari ragi. Karena daya serap yang tinggi terhadap cairan, glutennya akan mengembang dan membentuk adonan liat dan elastis.

Cocok untuk membuat aneka roti manis, roti tawar, donat, mie, dll. Contoh merk yang beredar di pasaran adalah merk Cakra Kembar, Kereta Kencana, Cakra Kembar Emas dan Tali Emas.

Tepung terigu protein sedang

Biasa dikenal dengan tepung serba guna (all purpose). Kandungan glutennya antara 10-11% sehingga dapat digunakan untuk segala keperluan. Biasa digunakan untuk membuat aneka makanan seperti bolu, brownies, cake pisang, martabak manis, muffin, kue bulan, croissant, puff pastry, kroket, pastel, risoles, dll.

Contoh merk yang beredar adalah Segitiga Biru dan Gunung Bromo dari Bogasari, dan Beruang Biru.

Tepung terigu protein rendah

Kandungan proteinnya sangat rendah, sekitar 8-9%. Karena rendahnya gluten  pada tepung jenis ini maka akan menyerap air dan gula lebih sedikit sehingga hasilnya akan lebih renyah. Cocok untuk membuat aneka kue kering (cookies), pie, crackers, cake coklat, sponge cake, crepes, waffle, kerupuk, dll.

Contoh merk yang beredar adalah Kunci Biru dari Bogasari.

Setelah membaca tips memilih tepung terigu yang tepat diatas, tentunya Anda sekarang sudah paham tentang perbedaan jenis tepung terigu ini. Silahkan memilih yang sesuai untuk kebutuhan masakan Anda.

(Marthika)

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *