Tips Charge Smartphone Terbaik

By | July 13, 2016

Tips-smartphone

Kegunaan handphone saat ini bukan hanya sekedar untuk telepon dan sms tetapi juga untuk mengerjakan banyak aktifitas, mulai dari mengecek dan menulis email, membaca berita, memotret dan mengedit foto, posting di media sosial, dll. Tak jarang tugas – tugas kantor juga dikerjakan lewat smartphone. Namun demikian, banyaknya fungsi smartphone tidak diimbangi dengan tingkat daya tahan baterai yang tinggi ataupun umur penggunaan baterai yang baik. Hal ini terbukti dari daya penggunaan baterai yang rata – rata hanya mencapai 4-7 jam, yang membuat pengguna aktif smartphone harus meng-charge beberapa kali dalam satu hari.

Perawatan baterai yang tepat sangat mempengaruhi umur baterai itu sendiri. Rata – rata keawetan baterai mencapai 2-4 tahun. Tapi jika kita tidak tau cara merawat baterai smartphone yang baik, baterai pasti akan cepat menggelembung dan rusak. Lalu bagaimana cara charge smartphone terbaik? Jangan takut, pertamakali.com akan menuliskannya untuk Anda.

Mematikan Smartphone Saat Charge

Cara ini merupakan anjuran dari awal handphone pertama kali beredar, dan tampaknya masih bisa  digunakan sampai sekarang. Dengan mematikan smartphone pada saat charge, panas yang dihasilkan dalam proses charge akan berkurang dan arus daya bersifat searah (hanya arus masuk). Dengan cara ini baterai akan cepat terisi dan smartphone Anda tidak terasa panas.

Charge Sebelum Baterai Habis

Biasanya smartphone akan memberi tanda bila baterai akan habis. Bila tanda tersebut sudah muncul, segeralah men-charge smartphone Anda. Jangan tunggu sampai baterai habis dan smartphone Anda mati, karena hal ini bisa menyebabkan baterai cepat rusak dan bocor (tidak dapat diisi kembali).

Letakkan Smartphone di tempat yang sejuk

Mayoritas baterai yang beredar sekarang ini menggunakan bahan Lithium – Ion dan Li – Polymer dengan tingkat ketahanan terhadap panas setinggi – tingginya adalah 60 derajat celcius. Untuk menjaganya tetap awet, usahakan tidak meletakkan smartphone di tempat yang panas, yang terkena sinar matahari langsung, ataupun sumber panas lainnya.

Charge dengan Charger Bawaan / Original

Bila mempunyai beberapa smartphone dirumah, sering kali pada saat men-charge, kita asal saja memakai charger smartphone lain. Sebetulnya hal ini aman – aman saja, dengan catatan, Ampere charge yang dipakai sama atau lebih besar.

Contoh, smartphone dengan rating arus 0.8 Ampere jika diberi charger 2 Ampere, maka arus yang masuk adalah sesuai kebutuhannya saja yaitu 0.8 Ampere saja. Beberapa smartphone sudah dilengkapi fitur penerimaan arus yang lebih tinggi sehingga proses charging menjadi lebih cepat.

Yang menjadi masalah adalah bisa Ampere charger lebih rendah dari rating arus smartphone. Hal ini menyebabkan charging lebih lambat, atau malah tidak meng-charge sama sekali.

Jangan isi ulang baterai hingga penuh

Kebiasaan melakukan charging di malam hari dan ditinggal tidur semalaman penuh bisa mempersingkat usia baterai. Tidak semua smartphone dilengkapi dengan Chip Charging Protection yang berfungsi menjaga baterai tidak terus memasukkan arus daya bila sudah mencapai 100%.  Bila smartphone Anda tidak dilengkapi dengan chip tersebut, ada baiknya tidak mengisinya sepanjang malam. Pengisian yang ideal adalah bila baterai sudah turun mencapai 20% dan boleh mencabut charge jika sudah mencapai 80%.

Demikian tips charge smartphone terbaik, semoga bermanfaat..

(Marthika)

Gambar : Image courtesy of adamr at FreeDigitalPhotos.net
 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *