Cara Mudah Mengenali Gejala Stroke

By | July 24, 2016

stroke

Kita seringkali mendengar kata ‘Stroke’. Penyakit yang menyumbang 15,4% kematian dari total kematian akibat penyakit di Indonesia. Sebanyak 2,5% pasien stroke meninggal dunia dan sisanya akan mengalami kecacatan yang beratnya bervariasi.

Apa itu ‘Stroke’? Stroke adalah suatu gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak, disebabkan semata-mata oleh gangguan pembuluh darah di otak dan dapat menyebabkan kematian. Umumnya ‘stroke’ ditandai dengan timbulnya gangguan saraf (defisit neurologis) lokal atau global dan berlangsung selama lebih dari 24 jam.

Kenali Gejala Stroke

Stroke dapat muncul kapan saja, di mana saja dan kepada siapa saja. Serangan ini bisa saja terjadi saat seseorang berda dalam kondisi normal.  Defisit neurologis lokal ditandai dengan adanya gangguan fungsi bagian tubuh tertentu seperti wajah yang asimetris, bicara yang cadel, atau lengan dan tungkai menjadi lemah.

Kelemahan pada lengan dan tungkai biasanya hanya menyerang satu sisi tubuh, kanan atau kiri, dan sangat jarang terjadi pada kedua sisi tubuh. Gangguan saraf ini terjadi akibat kerusakan setempat pada area ganglia basalis dimana terdapat serabut-serabut saraf motorik yang mengatur pergerakan otot tubuh kita.

Sedangkan defisit neurologis global terjadi karena adanya gangguan pada ARAS (Ascending Reticular Activating System), yang mengatur kesadaran. Gangguan pada ARAS dapat berupa kerusakan setempat atau penekanan oleh darah/ kenaikan tekanan darah dalam tengkorak.

Seseorang dapat dinyatakan stroke bila defisit neurologis terjadi lebih dari 24 jam. Bila gangguanberlangsung kurang dari 24 jam, maka keadaannya disebut TIA (Transient Ischemic Attack) atau dikenal dengan stroke ringan.Walaupun ‘ringan’ namun kita perlu mewaspadainya, karena TIA merupakan salah satu faktor resiko terjadinya stoke di kemudian hari.

Gejala klinis stroke murni disebabkan oleh adanya gangguan pembuluh darah di otak berupa penyumbatan. Beberapa kasus justru pembuluh darah di otak sudah sampai pecah. Hal ini tidak ada kaitannya dengan tumor otak, infeksi otak ataupun gangguan saraf perifer. Faktor-faktor penyumbatan pembuluh darah di otak diantaranya adalah hipertensi, kencing manis dan kolesterol.

Mengenal Serangan Awal Stroke

Tanda serangan awal stroke apabila tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik dan segera, dapat menyebabkan kecacatan dan kematian. Untuk itu sebagai bentuk kepedulian terhadap edukasi kesehatan bagi masyarakat, Eka Hospital, memperkenalkan istilah FAST yang merupakan singkatan dari Face, Arms, Speech, and Time untuk mengenali serangan awal stroke. Mari kita lihat lebih dalam.

  1. Face (Wajah)

Minta orang yang dicurigai terkena serangan awal stroke untuk tersenyum. Perhatikan  wajahnya apakah asimetris atau tidak.

  1. Arms (Lengan)

Minta orang yang dicurigai terkena serangan awal stroke untuk mengangkat kedua lengannya, kemudian lurus ke depan dan menahannya untuk beberapa detik. Apakah orang itu bisa mengangkat kedua lengannya atau saat tangannya diluruskan salah satu lengan terlihat turun

  1. Speech (Berbicara)

Mintalah orang yang dicurigai terkena serangan awal stroke untuk mengulang beberapa kalimat. Apakah orang itu dapat mengucapkannya dengan jelas atau tidak, atau terdengar cadel/pelo.

  1. Time (Waktu)

Bila ditemui orang yang mengalami gejala-gejala di atas, maka segera bawa orang itu ke UGD terdekat.

Itulah cara mudah mengenali gejala stroke. Dengan pola hidup yang sehat dan menjaga pola makan yang baik dan sehat serta berolah raga teratur kita dapat mengurangi resiko terserang stroke.

(Marthika)

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *