Cara Mengatasi Kejang atau Step Pada Anak

By | July 30, 2016

kesehatan-anak

Kejang demam atau biasa dikenal dengan nama step pada anak menunjukkan gejala menakutkan, badan anak terasa kaku, kelojotan dengan mata melotot (mendelik) yang terkadang diikuti bola mata berputar. Kejang/step biasanya terjadi pada saat awal si anak terserang demam. Meskipun terkadang kejang demam pada anak ini juga disebabkan karena suhu badan si anak tinggi dan tidak kunjung turun, apalagi jika suhu tubuh anak terus meninggi lebih dari 1 hari. Maka dari itu pengetahuan orang tua akan penanganan anak yang kejang saat demam tinggi sangat diperlukan.

Kejang, baik yang disertai demam atau tidak, bisa berdampak fatal. Itulah sebabnya, setelah memberi pertolongan pertama, bawa segera si kecil ke rumah sakit. Kejang sendiri terjadi akibat adanya kontraksi otot yang berlebihan dalam waktu tertentu tanpa bisa dikendalikan. Salah satu penyebab terjadinya kejang demam yaitu tingginya suhu badan anak.

Masalahnya, toleransi masing-masing anak terhadap demam sangatlah bervariasi. Pada anak yang toleransinya rendah, maka demam pada suhu tubuh 38 C pun sudah bisa membuatnya kejang. Sementara pada anak-anak yang toleransinya normal, kejang baru dialami jika suhu badan sudah mencapai 39 C atau lebih. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, disarankan agar orang tua sesegera mungkin memberi pertolongan pertama begitu tahu si kecil mengalami kejang demam. Lalu bagaimana menangani anak yang kejang demam/step?.

Bersikap tenang

Saat menghadapi si kecil yang sedang kejang demam, sedapat mungkin cobalah bersikap tenang. Sikap panik hanya akan membuat kita tak tahu harus berbuat apa yang mungkin saja akan membuat penderitaan anak tambah parah.

Kompres Anak Anda

Jangan gunakan alkohol atau air dingin untuk menurunkan suhu tubuh anak yang sedang demam. Lebih aman gunakan kompres air biasa yang diletakkan di dahi, ketiak, dan lipatan paha. Kompres ini bertujuan menurunkan suhu di permukaan tubuh. Penurunan suhu tubuh yang drastis justru tidak disarankan

Jangan kenakan Selimut/ Baju Hangat

Jangan selimuti si kecil dengan selimut tebal. Selimut dan pakaian tebal dan tertutup justru akan meningkatkan suhu tubuh dan menghalangi penguapan. Pakaian ketat atau yang mengikat terlalu kencang sebaiknya ditanggalkan saja.

Bawa Ke Dokter Segera

Jangan tunggu waktu lagi bawa segera si kecil ke dokter atau klinik terdekat. Jangan terpaku hanya pada lamanya kejang, entah cuma beberapa detik atau sekian menit. Dengan begitu, si kecil akan mendapat penanganan lebih lanjut yang tepat dari para ahli. Biasanya dokter juga akan memberikan obat penurun panas, sekaligus membekali obat untuk mengatasi kejang dan antikejang.

Jika kejang demam tidak segera mendapat penanganan semestinya, si kecil pun terancam bakal terkena retardasi mental. Pasalnya, kejang demam bisa menyebabkan rusaknya sel-sel otak anak. Bukan tidak mungkin tingkat kecerdasan anak akan menurun drastis dan tidak bisa lagi berkembang secara optimal. Bahkan pada beberapa kasus, step dapat mengakibatkan  ayan/epilepsi. Demikianlah tips cara mengatasi kejang pada anak, semoga bermanfaat bagi Anda dan keluarga..

(Marthika)

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *