Cara Mencegah Penyakit Hepatitis B

By | July 31, 2016

dokter-vaksin

 

Hepatitis mempengaruhi ratusan juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan penyakit liver akut maupun kronis dan membunuh hampir 1,4 juta orang setiap tahun. Melihat besarnya epidemik dari penyakit ini membuat setiap orang berisiko tinggi. Pencegahan penyakit hepatitis perlu dilakukan sedini mungkin agar virus-virus hepatitis tidak menyebar.

Jika seseorang telah didiagnosis menderita hepatitis, maka ia harus mendapatkan perawatan. Pengobatan harus dipercepat supaya virus tidak menyebar. Jika tindakan penanganan lambat maka akan membuat kerusakan lebih besar pada hati dan menyebabkan kanker. Namun, sebagian besar orang dengan hepatitis tidak menyadari bahwa mereka menderita hepatitis, sebagian besar justru tahu ketika hatinya sudah rusak dan sulit untuk mendapatkan bantuan.

Untuk mencegah vitus hepatitis, maka diperlukan vaksin. Vaksin hepatitis A dan vaksin hepatitis B. Vaksinasi dilakukan sejak kecil, karena akan lebih efektif dibandingkan bila diberikan ketika seseorang telah dewasa.

Dalam mencegah penyakit hepatitis terbagi menjadi 2 bagian, yaitu pencegahan hepatitis secara umum dan pencegahan hepatitis secara khusus. Penyebab penyakit hepatitis adalah karena virus dan sebagian besar menular melalui darah atau pun cairan tubuh yang tercemar dengan virus hepatitis, sehingga perlu waspada akan penularan penyakit ini.

Gejala Hepatitis B

  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit kuning(dilihat dari kulit dan bagian putih mata yang menguning).
  • Gejala yang mirip pilek, misalnya lelah, nyeri pada tubuh, dan sakit kepala.

Gejala yang timbul diatas tersebut tidak langsung dapat dirasakan dan bahkan tidak terasa sama sekali sehingga kita tidak tahu bahwa kita menghidap penyakit tersebut. Masa Inkubasi hepatitis B adalah jarak waktu antara virus saat pertama kali masuk ke dalam tubuh sampai munculnya gejala atau keluhan pertama. Biasanya lama waktu inkubasi antara satu sampai lima bulan.

Pencegahan Secara Umum

  • Menghindari kontak seksual atau hubungan badan dengan penderita hepatitis B, termasuk dalam hal kontak dengan cairan tubuh seperti ludah dan juga sperma.
  • Menghindari pemakaian alat suntik yang tidak steril (dalam dunia sekeshatan harus menggunakan alat suntil sekali pakai), alat tatto, alat tindik, pemakaian narkoba yang menggunakan jenis alat suntuk sebagai media, berganti-ganti pasangan.
  • Pada ibu hamil untuk mengadakan skrining pada awal kehamilan serta setelah memasuki trimester ke III kehamilan.
  • Hindari berbagi barang pribadi
  • Hindari Alkohol, karena alkohol dapat merusak liver

Pecegahan Secara Khusus

Pencegahan penyakit hepatitis secara khusus adalah dengan melakukan imunisasi aktif. Imunisasi aktif hepatitis ini adalah bertujuan jalur transmisi penyebaran penyakit hepatitis melalui program imunisasi bayi baru lahir dan kelompok resiko tinggi tertular hepatitis.

Di Indonesia sendiri, vaksin hepatitis B termasuk vaksin wajib dalam imunisasi. Proses pemberian vaksin dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu saat anak lahir, saat anak berusia satu bulan, dan saat anak berusia 3-6 bulan. Tetapi orang dewasa dari segala umur dianjurkan untuk menerima vaksin hepatitis B.

Untuk pencegahan agar virus hepatitis tidak menyebar dan membahayakan kesehatan tubuh bahkan sampai berakibat pada kematian bisa dilakukan cara pencegahan seperti diatas. Langkah pengobatan memang dapat menghambat penyebaran hepatitis B kronis dan mencegah komplikasi, tetapi tidak bisa menyembuhkan infeksi. Penderita hepatitis B kronis tetap dapat menularkannya pada orang lain. Jadi mulai sekarang lakukan pencegahannya, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Demikianlah tips cara mencegah penyakit hepatitis B, semoga tips ini dapat bermanfaat bagi Anda sekeluarga..

(Marthika)

 
Share

One thought on “Cara Mencegah Penyakit Hepatitis B

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *