Memahami Pengertian Dasar SEO

By | June 17, 2016

pengertian-seo-pertamakali

Pengertian SEO (Search Engine Optimation) adalah suatu cara untuk meningkatkan ranking website di mesin pencarian (Google, Yahoo, atau mesin pencarian lainnya) dengan mengoptimasi website baik di halaman website (seperti konten, menu website, dll) ataupun di luar halaman website (sosial media, backlink, iklan, dll) untuk kata kunci tertentu. Tujuan peningkatan ranking di mesin pencarian ini adalah agar web kita lebih mudah ditemukan oleh para pengunjung yang sedang melakukan pencarian dengan kata kunci tertentu sehingga situs kita diharapkan dapat mengalami peningkatan pengunjung. Semakin tinggi ranking suatu web pada halaman pencarian akan semakin mudah ditemukan orang. Misal ketika kita mengetikan kata kunci : “baju bola murah” pada Google, biasanya pengunjung akan mengklik situs yang tampil di halaman depan dengan posisi teratas.

Sebelum memulai lebih lanjut mengenai SEO berikut ini beberapa Pengertian istilah dalam SEO yang sering dijumpai ketika belajar SEO :

Search Engine : Mesin pencarian pada internet seperti Google, Yahoo, Bing, dll untuk mencari web yang memiliki konten sesuai dengan yang diinginkan (sesuai kata kunci) dengan mengetikkan kata kunci atau kalimat pada kolom pencarian.

SERP (Search Engine Result Page) : Merupakan hasil pencarian dari mesin pencari (Google, Yahoo, Bing, dll).

Keyword (Kata Kunci) : Kata kata yang diketikkan pada mesin pencarian ketika seseorang melakukan pencarian.

Keyword adalah istilah lain yang digunakan untuk SEO. Sebuah kata kunci atau frase kata kunci adalah kata atau serangkaian kata-kata yang memberikan contoh merek, layanan, atau produk. Kata kunci sangat penting karena akan membantu pengguna dan mesin pencari mengidentifikasi halaman Web. Gunakan kata kunci yang relevan dalam tag judul, judul dan seluruh konten dapat membantu untuk memberikan mesin pencari ide yang lebih baik dari halaman blog kita. Hanya saja kita harus berhati-hatilah untuk tidak terlalu sering menggunakan kata kunci karena keyword yang banyak akan dianggap spam oleh mesin crawling.

Pengunjung Organik : Pengunjung web yang datang mengunjungi web kita melalui hasil pencarian mesin pencari (Google, Yahoo, Bing, dll).

Pengunjung Non-organik : Pengunjung web yang datang mengunjungi web kita tanpa melalui mesin pencari, seperti melalui back link, sosail media, iklan/promosi, dan lainnya.

Trafik : Jumlah pengunjung web, biasanya dihitung berdasarkan keunikan IP pengunjung.

Backlink : Link yang diciptakan untuk merujuk ke halaman suatu web, bisa dari web yang berbeda atau web yang sama yang berbeda halaman.

Backlink Do Follow : Link yang terdapat pada suatu konten yang merujuk pada konten lainnya yang berbeda halaman (pada web yang sama atau berbeda) dan memiliki nilai point di mata Google karena dianggap sebagai rujukan. Script penulisan DO Follow pada html dituliskan dengan cara berikut : <a href=’contoh.com’>Contoh link Do Follow<a/>

Backlink No Follow : Link yang terdapat pada suatu konten yang merujuk ke halaman lain pada suatu web (pada web yang sama atau berbeda) tetapi tidak memiliki point di mata google. Script penulisan No Follow pada html ditulis dengan cara berikut : <a href=’contoh.com’ rel=’nofollow’>Contoh link No Follow<a/>

SEO Onpage : Optimasi Web agar mendapat ranking di mesin pencarian (Search Engine) yang dilakukan pada halaman web yang bersangkutan, seperti pada konten web, judul web, menu pada web, dll.

SEO Offpage : Optimasi Web agar mendapat ranking di mesin pencarian (Search Engine) yang dilakukan di luar halaman web yang bersangkutan, seperti dengan menggunakan backlink, sosial media, promosi, dll.

Konten (Content) : Isi artikel yang dituliskan pada halaman web. Konten terdiri dari judul dan isi. Contoh konten : Panduan Mudah Belajar SEO bagi Pemula. Seperti pada artikel ini. Jadi konten termasuk judul dan isi suatu artikel pada halaman web.

Meta Tag : Tanda pengenal yang dibuat dalam tag <head> pada html pada sebuah blog agar dapat dikenal oleh mesin pencari. Struktur penulisan meta tag pada kode html adalah sebagai berikut :

<head>

<title>Ditulis dengan Nama Website Anda – Berisi Penjelasan Singkat mengenai Website Anda</title>

<meta name=’description” content=’Deskripsi Mengenai Website’/>

<meta name=’google-site-verification’ content=’Kode Verifikasi Google pada Website Anda’/>

<meta name=’robots’ content=’index,follow’>

Dari struktur tag di atas terlihat bahwa komponen penting yang diperhatikan oleh google adalah Title (Judul pada website), deskripsi pada website serta robots.

Tag judul atau judul halaman adalah tag dalam html dilambangkan dengan – TITLE -. Tag judul merupakan judul halaman yang dapat dilihat pada tab di browser kita atau dalam judul hasil pencarian. Judul tag membantu sekali untuk mesin pencari dan pengguna internet guna mengidentifikasi halaman blog. Praktik yang terbaik untuk tag judul adalah menciptakan judul yang unik dan yang relevan untuk masing-masing halaman.

Sebuah meta tag description html tujuannya adalah untuk menggambarkan cuplikan artikel dari halaman blog atau website. Tag deskripsi kadang tidak memiliki efek pada peringkat, namun dapat membantu meningkatkan klik yang muncul dalam hasil pencarian. untuk hal ini disarankan agar deskripsi meta haruslah relevan atau cocok dengan tag judul praktik ini termasuk dalam strategi SEO onpage.

Anchor Text

Anchor text adalah istilah SEO untuk text hyperlink atau dapat disebut juga jangkar untuk link. Kenapa disebut teks jangkar kemungkinan disebabkan fungsinya sebagai teks tautan ke halaman web yang dituju. Jika Anda belum mengetahui apa itu anchor text berikut ilustrasinya : Misalkan  anda berada di situs lain, kemudian pada situs tersebut memiliki link menuju halaman website anda. Link yang menuju halaman website Anda tersebut bertuliskan “klik teks ini”. Maka tulisan “kliks teks ini” merupakan anchor text. Adalah hal yang lazim untuk membuat link yang menuju ke halaman website kita, untuk mengenalkan atau meningkatkan peringkat blog kita di mesin pencarian. Coba perhatikan contoh anchor text berikut ini:

<a href=”http://pertamakali.com/2016/06/3-cara-menghilangkan-komedo-secara-alami.html”>Cara Menghilangkan Komedo Secara Alami</a>

<a href=”http://pertamakali.com/2016/06/3-cara-menghilangkan-komedo-secara-alami.html”> http://pertamakali.com/2016/06/3-cara-menghilangkan-komedo-secara-alami.html </a>

<a href=”http://pertamakali.com/2016/06/3-cara-menghilangkan-komedo-secara-alami.html”>Klik Link ini</a>

Menurut Anda mana dari ketiga anchor text di atas yang paling baik ? Benar ! No 1 dan 2 masih relevan dengan kata kunci, sedangkan yang ketiga tidak memiliki relevansi antara kata kunci dengan isi konten halaman yang dituju. Mesin pencarian akan mengidentifikasi kata “klik Link ini” sebagai kata kunci link yang dituju, padahal tidak ada relevansinya.

Jika Anda tetap ingin membuat teks klik di sini anda perlu menambahkan tag title yang memiliki relevansi ke halaman yang dituju. Seperti berikut ini :

<a href=”http://pertamakali.com/2016/06/3-cara-menghilangkan-komedo-secara-alami.html” title=”Cara Menghilangkan Komedo Secara Alami “>Klik Link ini</a>

Praktik terbaik kita harus membuat anchor text yang alami ketika kita membuat artikel. Jangan terlalu banyak dan juga jangan terlalu sedikit.

Link Internal dan Link Eksternal

Ada dua jenis link yang kerap sekali kita mendengar pembicaraan oleh pakar SEO yaitu link Internal dan link eksternal. Internal link adalah link yang berada diantara halaman dalam website Anda. Sebagai contoh semua link pada bar navigasi situs web kita ini yang dinamakan link internal. Link eksternal adalah link yang datang atau pergi dari website kita, baik seseorang telah menghubungkan ke situs Web kita atau kita dengan mereka.

Kedua struktur link ini sangat penting, meskipun link yang datang ke website kita ini akan dilihat sebagai sebuah sinyal otoritas. Praktek terbaik untuk link adalah memiliki susunan internal link terorganisir dan terstruktur, sehingga baik pengguna dan mesin pencari dapat dengan mudah menemukan halaman kita.

Redirect

Redirect adalah pengalihan halaman web yang dituju ke halaman web lainnya. Sebagai contoh penggunaannya bila Anda menghapus halaman atau mengubah URL yang sudah diindex mesin pencarian, URL lama yang sudah dibuat tidak akan bisa berubah secara otomatis untuk mengarahkan ke url yang baru. Jadi ketika pengguna mencoba untuk mencari URL lama yang tidak ada (yang sudah berubah), mereka akan menerima error 404, atau ‘Halaman Tidak Ditemukan’ . Untuk menghindari kebingungan pengguna dan untuk menyampaikan otoritas peringkat dari halaman yang hilang, Anda dapat menggunakan redirect 301. 301 akan mengarahkan pengguna dan mesin pencari dari URL lama ke halaman aktif lain (url baru) yang sudah kita tentukan.

CTR (Click Trough Rate) : Jumlah iklan yang di-klik user dibanding jumlah tayangan (visitor). Misalkan iklan Anda diklik 10 kali untuk 1000 visitor maka rasio CTR Anda adalah 10/1000 = 1 %.

Social Media : Media Sosial seperti Facebook, Twitter, dll yang dapat digunakan untuk mempromosikan / mengoptimasi suatu web dengan cara men-share atau membagi link konten pada teman atau Follower di media sosial.

 
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *